Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Hal-Hal Yang Menarik Pada Bulan Puas

Keterkaitan Puasa Ramadhan dan Puasa Syawal

Ramadhan adalah kesempatan emas dan hadiah dari Allah untuk meluruskan hati dan lisan kita dari berbagai macam kotoran dan penyakit. Maka, inti dari puasa anda itu bukan hanya sekedar mencegah dari makan dan minum saja, melainkan hati dan pikiran anda juga harus berpuasa dari sifat-sifat kotor.


Sifat Orang yang Berpuasa

Tidakkah lisan anda tidak berpuasa dari ghibah, namimah, kecurangan, kedustaan, mencela dan memaki. Karena jika demikian keadaannya, maka tidak ada faedah dari puasanya kecuali lapar dan haus saja. Sebagaimana sudah disebutkan di dalam hadits

Diantara sifat agung dan mulia yang menunjukkan sempurnanya keimanan orang yang berpuasa adalah ketawadhu’an serta ketinggian akhlak mereka, berupa hati dan lisan mereka yang lurus terhadap sesama saudara mereka semuslim.

Tidak ada kebencian atau kedengkian atau dendam dalam hati mereka. Tidak ada ghibah, namimah, atau fitnah keji yang keluar dari lisan mereka. Bahkan tidak ada dalam hati mereka kecuali kecintaan, kebaikan, kasih sayang, kelembutan dan kedermawanan.

Dan tidak keluar dari lisan mereka kecuali kata-kata yang bermanfaat, kalimat-kalimat yang berguna dan klaim-klaim yang jujur. Sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi hal yang dilarang Allah dan sabar terhadap takdir Allah.

Dan semua ini ada dalam ibadah puasa. Padahal pahala kesabaran itu tidak terbatas. sebagaimana yang sudah Allah firmankan di dalam kitab suci Al-Qur’an. Ibadah puasa memang sudah selesai, tapi bukan berarti ibadah juga selesai, karena ibadah itu sampai maut menjemput.

Oleh karenanya, jangan lupa, untuk kesempurnaan puasa Ramadhan kita, semangat lah untuk puasa Sunnah 6 hari Syawal, sebagaimana dalam hadits Abu Ayyub al-Anshori,





عَنْ أبِي أَيُّوْبَ اْلأَنْصَارِيِّ – رضي الله عنه – أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ – صلى الله عليه و سلّم- قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَ أَْتبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَهْرِ

Dari Abu Ayyub al-Anshari –radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh” (HR. Imam Muslim dalam Shahihnya 1164).

Hadits ini menunjukkan disyariatkannya puasa enam hari pada bulan Syawal, baik bagi kaum pria maupun wanita. Hal ini merupakan pendapat mayoritas ahli ilmu seperti diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ka’b al-Akhbar, Sya’bi, Thawus, Maimun bin Mihran, Abdullah bin Mubarok, Ahmad bin Hanbal dan Syafi’i.

Hubungan Puasa Syawal dan Puasa Ramadhandan

Ramadhon adalah peluang emas dan hadiah dari Sang Kholik guna menjernihkan hati dan lisan kita dari berbagai macam penyakit dan kotoran. Maka, maksud dari melakukan puasa bukan hanya cuma mencegah dari minum dan makan saja, namun pikiran dan hati anda juga mesti berpuasa dari sifat-sifat kotor.


Akhlak Insan yang Berpuasa

Tidakkah lisan kamu tidak berpuasa dari namimah, ghibah, kedustaan,kecurangan, mencela dan memaki. Karena,jika demikian keadaannya, maka tak ada faedah dari puasanya kecuali lapar dan haus saja. Sebagaimana sudah disebutkan di dalam hadits.

Diantara sifat agung dan mulia yang menonjolkan sempurnanya keimanan insan yang berpuasa adalah ketawadhu’an dan ketinggian sopan santun mereka, berupa hati dan lisan mereka yang lurus kepada sesama saudara mereka semuslim.

Tidak ada kebencian atau dendam atau kedengkian dalam hati mereka. Tidak ada namimah, ghibah atau fitnah keji yang keluar dari mulut mereka. Malahan tidak ada dalam hati mereka selain kebaikan, kecintaan, kasih sayang, kedermawanan, dan kelembutan.

Dan tak keluar dari mulut mereka selain kata-kata yang berguna, Ucapan yang berguna dan klaim-klaim yang jujur. Tabah dalam melakukan ketaatan kepada Allah, tabah dalam menjauhi hal yang dibenci oleh Allah dan tabah kepada takdir Allah.


Dan semua ini ada dalam ibadah puasa. Walaupun pahala kesabaran itu tidak ada batasnya. seperti yang sudah Allah firmankan di dalam kitab suci Al-Qur’an. Ibadah puasa memang sudah selesai, tapi tidak berarti ibadah juga selesai, karena ibadah itu hingga tercabutnya nyawa dari tubuh kita.

Oleh karenanya, jangan lupa, untuk kesempurnaan puasa Ramadhan kita, berniatlah lah untuk puasa Sunnah 6 hari Syawal, seperti dalam hadits Abu Ayyub al-Anshori,

عَنْ أبِي أَيُّوْبَ اْلأَنْصَارِيِّ – رضي الله عنه – أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ – صلى الله عليه و سلّم- قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَ أَْتبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَهْرِ

Dari Abu Ayyub al-Anshari –radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh” (HR. Imam Muslim dalam Shahihnya 1164).

Hadits di atas menampakkan di anjurkan untuk puasa enam hari pada bulan Syawal, baik bagai kaum laki-laki ataupun hawa. Hal ini merupakan anggapan kebanyakan pakar ilmu seperti diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ka’b al-Akhbar, Sya’bi, Thawus, Maimun bin Mihran, Abdullah bin Mubarok, Ahmad bin Hanbal dan Syafi’i.






Akmal




Khasiat puasa Syawal

Ingatlah saudaraku, merutinkan puasa selain bulan Ramadhan mempunyai berbagai manfaat, yaitu :

Puasa 6 hari Syawal setelah Ramadhan berarti mendapatkan pahala puasa setahun penuh.
Puasa sya’ban dan syawal layaknya shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib, untuk sebagai penyempurna kekurangan yang terdapat dalam fardhu
Puasa syawal setelah ramadhan merupakan tanda bahwa Allah menerima puasa ramadhannya, karena Allah jika menerima amalkebajikan seorang manusia maka Dia akan memberikan kebaikan kepadanya untuk melakukanmenjalankan amalan shalih setelahnya.
Puasa Syawal adalah ungkapan syukur setelah Allah mensucikan dirinya dengan puasa ramadhan
Puasa Syawal merupakan tanda kemantapan dalam beramal shalih, sebab amal shalih tidaklah terhenti dengan berakhirnya ramadhan namun terus berlangusng selamai hamba masih hidup.

Tidak harus berurutan

Ingatlah kaum muslimin bahwa puasa Sunnah 6 hari Syawal ini tidak harus beruntun setelah Idul Fithri, kapan itu selagi masih pada bulan Syawal maka dapat dilaksanakan.

Ash-Shon’ani berkata: “Ketahuilah bahwa pahala puasa ini bisa didapatkan bagi orang yang berpuasa secara berpisah atau berturut-turut, dan bagi yang berpuasa langsung setelah hari raya atau di tengah-tengah bulan”.

Inilah pendapat yang benar. Jadi, boleh berpuasa dengan beruntun atau tidak, baik di awal, di tengah maupun di akhir bulan Syawal. Namun demikian, yang lebih utama yakni bersegera melakukannya setelah hari raya.

Dengan demikian, maka kita dapat mengetahui ketidaktahuan kepercayaan sebagian masyarakat yang memahami bahwa puasa sunnah Syawal perlu dilakukan di hari kedua setelah hari raya, bila tidak maka tidak berguna puasanya.

Tetapi, jika engkau wahai kaum muslimin masih punya tanggungan puasa Ramadhan, maka terlebih dahulu harus dilunasi sebelum puasa Sunnah Syawal.

Al-Hafizh Ibnu Rajab menuturkan: “Barangsiapa yang memiliki hutang puasa Ramadhan, kemudian dia memulai puasa enam syawal, maka dia tidak mendapatkan keutamaan pahala orang yang puasa ramadhan dan mengirinya dengan enam syawal, sebab dia belum menyempurnakan puasa Ramadhan”.

Sampaikanlah ilmu ini kepada saudara kita lainnya, siapa tahu ada yang bersemangat menjalankannya sebab Anda sehingga engkau pun mendapatkan pahala dengan sebab itu. doa puasa senin kamis

demikianlah keterkaitan antara puasa Ramadhan dan Puasa Syawal, semoga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat, dan kita bisa mengamalkannya dengan baik. Kita Berdoa semoga Allah senantiasa mencurahkan karunianya kepada kita semua, sehingga kita dipermudah untuk melaksanakan berbagai ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Komentar

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori