Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

[ISU PANAS]: Kadis Kesehatan DKI Jakarta Bikin Acara “Perpisahan Jelang Pensiun Di Singapura

[ISU PANAS]: Kadis Kesehatan DKI Jakarta Bikin Acara “Perpisahan Jelang Pensiun Di Singapura

JAKARTA (IGS BERITA) — Gara-gara cuitan akun tweeter bernama @tikusmerah1, beredar isu adanya rencana Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, menggelar acara perpisahan di Singapura bersama jajarannya. Isu itu mengundang reaksi sejumlah pihak, terutama karena dikaitkan dengan berbagai masalah yang kini tengah dihadapi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, seperti masih terbengkalainya proyek pembangunan 18 puskesmas senilai Rp 204,75 miliar yang dilaksanakan PT. PP Pracetak.

BACA JUGA:

Proyek Puskesmas Rp 205 Miliar: PT. PP Precast Coreng Kinerja Ahok
Pembangunan Puskesmas Mulur, Kebijakan Ahok Pun Berantakan
Di jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta sendiri isu tersebut ditanggapi secara beragam. Ada sumber yang membenarkan isu itu. Ada yang membantahnya secara tegas. Ada pula yang meluruskan kabar angin tersebut.

“Betul. Saya memang mendengar juga adanya rencana seperti itu. Namun, soal agenda acaranya secara konkret saya belum tahu,” kata sumber IGS Berita di jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta, yang meminta identitasnya disembunyikan.

Koesmedi-Priharto-Kadis-Kesehatan-DKI-Jakarta-660x330.jpg


Namun, Sekretaris Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Een Heryani, segera mengklarifikasi isu tak bertuan itu, yang menurutnya mengada-ada.

“Isu dan berita yang muncul di media massa itu gak ada yang benar, Mas. Perpisahan? Memangnya Pak Kadis mau ke mana? Wong Pak Kadis gak ke mana-mana, kok…” kata Een Heryani kepada IGS Berita, melalui pesan WhatsApp-nya, Jumat (14/7) sore.

Meski demikian, Een menyatakan tidak akan mengambil langkah hukum terhadap pemicu isu tersebut.

“Yang jelas, saya sudah tegaskan, isu dan berita itu tidak benar. Buat sementara, itu sudah cukup sebagai klarifikasi dari pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta,” katanya.

Pernyataan Een Heryani itu dipertegas lagi oleh penjelasan drg. Melvin Sijabat, Kepala Puskesmas Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, saat dihubungi IGS Berita secara terpisah.

“Setahu saya, di bulan Agustus nanti, Dinas Kesehatan DKI Jakarta ada rencana melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Batam. Di sana, kita akan melakukan peninjauan ke salah satu rumah sakit percontohan di Kota Batam, yang kini banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah untuk berobat. Kita bermaksud melihat langsung bentuk pelayanan di sana, sebagai bahan perbandingan,” kata Melvin Sijabat.

Bagi para kepala puskesmas, tambah Melvin, kunjungan itu tidak bersifat wajib. Ia sendiri mengaku belum menerima imbauan untuk ikut.

“Setahu saya, biaya perjalanan itu ditanggung masing-masing, tanpa paksaan. Dan, sampai saat ini, saya sendiri belum menerima imbauan untuk ikut. Makanya saya memutuskan tidak ikut. Tidak ada uang,” kata Melvin.

Soal adanya rencana perjalanan ke Singapura, Melvin mengaku tidak tahu, sehingga belum bisa memastikan kebenarannya.

“Mungkin saja ada rencana menyeberang ke Singapura (dari Batam), saya belum tahu. Tapi, yang jelas, kalau soal biaya (perjalanan ke Batam), setahu saya bayar masing-masing. Sebatas itulah yang saya tahu,” kata Melvin lagi.



Film Perjalanan Kadis
Isu tak sedap itu mencuat sejak munculnya cuitan akun @tikusmerah1 di jejaring sosial Tweeter, yang menyebutkan adanya rencana pembuatan film perjalanan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, menjelang masa pensiunnya.

“Dalam rangka persiapan perpisahan pensiunnya Kepala Sekretariat dan Kadis, Dinkes membentuk paduan suara dan membuat film perjalanan Kadis selama memimpin Dinkes. Lokasi pembuatan film tersebut akan dilaksanakan sampai ke Batam dan lanjut rekreasi ke Singapura. Pembiayaan paduan suara dan pembuatan film yang mencapai ratusan juta itu ditanggung oleh UKPD yang diambil dari BLUD,” cuit @tikusmerah1, Jumat (14/7).

Disebutkan, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan DKI Jakarta, rencana tersebut mewajibkan Kepala Puskesmas, Kepala Suku Dinas, Dirut RSUD, dan Dirut RSUD Kecamatan untuk ikut. Bahkan, menurut @tikusmerah1, ada ancaman sanksi bagi setiap UKPD itu bila tidak ikut pada acara yang memakan biaya ratusan juta tersebut.

“Dari info yang dihimpun, acara tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Juli 2017. Sekarang sudah mulai ditagih oleh Dinkes biaya yang harus dibayar oleh UKPD yang diwajibkan ikut,” kata akun Tweeter itu lagi.

Menyikapi hal itu, praktisi hukum yang juga pengamat masalah sosial kemasyarakatan, Tb. Barkah Maulana, menyatakan, isu yang dilontarkan melalui medsos harus disikapi secara hati-hati.

“Jangan dulu ditelan bulat-bulat. Tapi, jadikanlah itu sebagai bahan pengawasan. Bila memang nantinya terbukti benar, tentunya harus ada semacam pemeriksaan khusus terhadap kegiatan tersebut dari pihak-pihak yang berwenang. Setidaknya, perlu dipertanyakan, apakah mekanisme dari pelaksanaan kegiatan semacam itu bisa dibenarkan, baik secara administratif maupun hukum,” kata Barkah Maulana kepada IGS Berita, Jumat (14/7) malam.

Soal rekreasi, lanjut Barkah, tak ada yang bisa menghalangi, selama tidak menggunakan anggaran negara dan tidak dilakukan di hari kerja.

“Meski begitu, acara rekreasi pun tentunya harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang tengah dihadapi masyarakat secara umum. Janganlah para pejabat publik itu menyakiti perasaan masyarakat dengan bersenang-senang dan membuang-buang uang pada saat masih banyaknya kewajiban mereka terhadap rakyat yang belum rampung,” kata Barkah. (tom/yhr).*

Lebih Lengkap dan Sumber : Klik Disini
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori

Penawaran Terbatas

Booking.com
Liburan di ratusan ribu destinasi & puluhan ribu akomodasi di 200+ lebih negara seluruh dunia. Tentu saja dengan harga promo khusus dan terjangkau kantong anda. Silahkan coba cari dan temukan impian liburan atau akomodasi untuk bisnis anda!