Contact Us
MERDEKA
DIRGAHAYU Republik INDONESIA - Ayo Kita Tingkatkan Persatuan & Kesatuan Bangsa. Erat Dalam Keragaman Bhinneka Tunggal Ika. Maju Bersama & Tingkatkan Etos Kerja Yang Baik Untuk Indonesia Modern Yang Tetap Berbudaya. MERDEKA!!!

Forum Bebas Indonesia

Gairah Vira Yang Haus Seks

Aku menggerutu pelan ketika melihat keluar dari jendela kamar kosanku. Matahari bersinar terang dan panas sekali. Dengan enggan aku bersiap untuk keluar dari kosan demi mengikuti perkuliahan. Flare skirt berwarna navy blue sudah menutupi pinggang hingga 5 cm diatas lututku. Demi mengurangi rasa panas, aku memakai kaos putih ketat. Dadaku terekspose dengan jelas akibat dari ketatnya kaus ini.

Aku melihat jam dan merasa aku masih bisa pergi ke foodco
urt dulu untuk sarapan yg telat. Aku harus masuk kuliah jam satu dan sekarang masih jam 12 kurang. Sepatu flat shoes sudah kupakai dan aku sudah siap untuk pergi ke kampus.

Setelah kukunci kamarku, aku keluar dari tempat kos dan berjalan menuju kampus yg tdk jauh dari kosan. Aku melewati warung kopi di pinggir jalan dan ada beberapa mahasiswa yg nongkrong di warung kopi tersebut. Pendengaranku yg tajam bisa mendengar suara siulan pelan dan obrolan mereka.

“Buseettttt, montok juga ya tu cewek.” Kata salah seorang cowok.
“Wuiihhh, iya broo. Bulet.. Kenceng lagi..” kata temannya.
Aku tdk menghiraukan perkataan mereka dan menyebrang tepat di depan kampus. Salah seorang satpam yg sedang duduk langsung berdiri dan membantuku untuk menyebrang.
“Eh, neng Vira. Mau kuliah neng?” sapa si satpam itu ketika aku sudah sampai sebrang.“Iya pak, makasih ya udah nyebrangin.” Ucapku.

Aku berjalan meninggalkannya dan menuju foodcourt yg berada di lantai dasar. Aku merasa si Satpam tadi memandangi pantatku yg bergoyg pelan. Entah mengapa aku memang suka orang memandangi tubuhku dengan kagum. Aku rela dilihat banyak orang asalkan mereka tdk berbuat macam-macam dengan tubuhku.

“Viirrraaaa..”

Ada yg memanggilku dan aku langsung mencari siapa yg sudah berteriak untuk memanggilku. Kulihat di ujung foodcourt, seseorang melambaikan tangan. Ada tiga orang yg duduk di meja tersebut, Romi, Mila dan tentu saja Reza, pacarku. Aku langsung menghampiri mereka yg sedang mengobrol.

“Hai”
“Hai Vira..” kata Romi dengan semangat.
“Kok kalian disini sih? Bukannya lagi kuliah?” tanyaku kepada Reza dan Romi.

Reza dan Romi tdk satu jurusan denganku. Mereka jurusan teknik sipil dan satu tingkat diatas aku. Sedangkan aku kuliah jurusan manajemen bersama Mila. Aku mengenal mereka ketika sedang ospek dan mereka adalah mentorku.

“Aku sama Romi tadi udah masuk, tapi cuma ada asdos aja. Dosennya nggak masuk, jadi cuma bentar deh.” Kata Reza.
“Iyah, terus tadi ketemu Mila. Terus aku ajak aja kesini.” Lanjut Romi.
“Lebih tepatnya aku diculik kesini Vir.” Sanggah Mila. “Lagi jalan tiba-tiba ditarik disuruh duduk sini.”

Romi hanya menyengir pelan.

“Enak banget ih kalian, kuliahnya bentar. Lah gue sama Mila masih harus masuk sampe jam 3.”
“Yasudahlah, terima aja penderitaan lo. Hahaha..” Ujar Romi sambil menertawakan aku.
“Ahh sialan lo Rom.. Gue mau cari makan dulu, kalian udah makan?” tanyaku berbasa-basi.
Romi menggelengkan kepala.

“Entar aja deh yg, masih kenyg.” Kata Reza

Akhirnya aku dan Mila pergi meninggalkan mereka yg sibuk main Hpnya masing-masing. Aku dan Mila memutuskan untuk membeli makanan prasmanan agar tdk menunggu lama. Setelah membayar semua makanan, kami kembali ke bangku tempat Reza dan Romi duduk. Ketika kembali mereka sedang asyik dengan HPnya sambil mengobrol. Aku yg tdk terlihat oleh mereka berdua mendengar samar-samar perkataan mereka.

“Lo apain sih si Vira? Makin montok aja dia.” Tanya Romi.
“Hahaha, ada deh. Emang montok banget si Vira, padet lagi. Ga salah deh gue dapetin dia.” Ujar Reza yg matanya tdk terlepas dari layar HP.
“Wah beruntung banget lu ye. Banyak banget tau yg ngantri buat jadi cowonya.” Kata Romi.
“Hahaha, jangan-jangan lu ngiri lagi sama gue?” celetuk Reza.
“Makanya lu jadiin tuh sama si Mila. Seksi juga dia.”
Aku tiba-tiba memunculkan diri dan langsung menyeletuk,
“Hayoo, lagi ngomongin kita yaaa..”.
Reza terlihat kaget ketika melihat aku dan Mila tiba-tiba datang, begitu juga dengan Romi. Namun Romi hanya tersenyum jail ke arahku.
“Ehh, ng.. nggak kok ss..ssaay..” kata Reza dengan terbata-bata.
“Kalo bukan gue sama Mila yg kalian bicarain, terus Vira mana lagi yg montok dan padet?”
“Nah loh Ngga..” kata Romi yg tiba-tiba tertawa terpingkal-pingkal melihat reaksi pacarku yg salah tingkah.

Reza hanya tersenyum sambil menggaruki kepalanya yg tdk gatal. Aku cuek aja melihat kelakuan pacarku yg polos itu.

“Lu juga Rom, gue baru tau kalo lu ngincer si Mila.” Ujarku.
“Ogaah gue sama elu. Entar dimesumin lagi.” tolak Mila.
Sekarang gantian Reza yg menertawakan Romi. “Hahaha, belum apa-apa udah ditolak duluan.”

Aku dan Mila mengabaikan mereka dan langsung melahap makanan di meja. Memang aku sangat lapar karena belum sarapan. Hanya dalam beberapa menit saja makananku sudah habis setengah. Reza dan Romi tdk mengobrol lagi sejak kepergok lagi ngomongin aku. Reza memainkan game Clash of Clan di iPhonenya dan Romi juga mengutak-atik HP Samsungnya, namun aku tak tahu apa yg sedang dia buka.

“Eh say, nanti kita nonton yuk. Kan ada James Bond yg baru tuh.” Ajak aku.
“Hayu, tapi aku harus pergi dulu. Paling aku jemput kamu pas udah beres kelas.”
“Ngga apa-apa. Aku juga ada rapat senat dulu nanti sore. Paling abis rapat sekitaran jam 6an.”
“Eh, kalian pergi berdua aja nih? Gue ga diajak.” Tanya Romi.
“Iyalah kan mau ngedate” Timpalku.
“Ikut dong, gue juga pengen nonton.” Kata Romi.
“Ajakin tuh si Mila, kalo cuma lu doang mah ogahh. Nanti ada nyamuk.” Balas Reza

Romi langsung menoleh ke arah Mila. Mila yg hendak menyuapkan makanan ke mulutnya langsung berhenti dan berkata,

“Emmohh, nanti di grepe-grepe sama lu lagi di dalem bioskop.”
Aku dan Reza langsung tertawa mendengar penolakan oleh Mila.

Romi langsung melancarkan jurus rayuan mautnya untuk mengajak Mila. Setelah puluhan rayuan maut yg ditolak mentah-mentah, Mila akhirnya menyetujui ajakan Romi yg sudah memakai tampang memelas. Romi terlihat senang tdk keruan ketika akhirnya Mila menyetujui untuk ikut nonton. Mila hanya tersenyum manis melihat kelakuan Romi.

Tak lama aku dan Mila pergi untuk masuk kuliah. Kali ini aku kuliah Manajemen SDM dengan dosen Pak Hary. Seperti biasa, Pak Hary menyuruh salah satu kelompok untuk menjelaskan materi. Sebenarnya mata kuliah ini tdk terlalu sulit, asalkan membaca materinya. Namun penjelasan kelompok yg monoton membuat aku mengantuk di dalam kelas. Tdk hanya aku, tapi sebagian besar mahasiswa sudah mulai menguap ketika memasuki 1 jam.

Aku yg sedang bosan, iseng membuat status di BBM. Kutulis ‘Bored’ dan memasukan emoticon mengantuk. Tak lama ada BBM masuk dari seseorang.

“Mau main di tempat biasa?” isi BBM tersebut.
Aku langsung bersemangat ketika mendapatkan BBM tersebut. Aku langsung membalasnya,
“Ayo siapa takut. Gue mau izin keluar dulu sama dosennya.”

Setelah situasi memungkinkan, aku izin kepada Pak Hary untuk ke toilet. Namun aku tdk langsung ke toilet. Aku naik satu lantai ke lantai 4 dan melihat keadaan sekitar. Lantai 4 ini cukup sepi karena isinya adalah ruangan lab yg jarang dipakai. Aku memasuki toilet wanita yg berada di ujung koridor. Toilet di lantai ini cukup bersih karena jarang ada yg memakainya.

Baca Selanjutnya DISINI

c775ril2gaec.jpg
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori