Contact Us

Asal Usul Sambel Pecel dan Nasi Pecel

[font=gotham, helvetica, arial, sans-serif]Sambal-Pecel.jpg[/font]

[font=gotham, helvetica, arial, sans-serif]Sambel pecel? Siapa sih yang nggak kenal sama bumbu pedas yang satu ini. Umumnya, sambel ini menggunakan kacang sebagai bahan dasarnya. Sampai saat ini,  saya sendiri juga masih belum mengerti dari asal usul nasi pecel beserta sambelnya. Berdasarkan referensi yang ada, nasi pecel sebenarnya sudah ada semenjam zaman penjajahan Belanda.[/font]

[font=gotham, helvetica, arial, sans-serif]Di Indonesia, nasi pecel menjadi primadona di beberapa kota besar maupun kecil seperti Malang, Kediri, Madiun, Blitar, Magetan dan Banyumas. Bahkan di daerah Kudus sendiri terdapat makanan serupa seperti sambel pecel bernama pecel pakis. Konon, pecel tersebut sudah menjadi makanan sehari-hari sejak kerajaan Mataram Islam.[/font]

[font=gotham, helvetica, arial, sans-serif]Sempat terdengar cerita bahwa nasi pecel berasal dari kab. Magetan. Nyatanya, Madiun sendiri juga memiliki label yang termasyhur yakni nasi pecel Madiun. Oleh karena itu, diselenggarakanlah acara pemecahan rekor muri membuat nasi pecel dengan pincuk atau daun pisang. Sebanyak ribuan orang berpartisipasi dan makan nasi pecel pincuk bersama dalam acara tersebut.[/font]

[font=gotham, helvetica, arial, sans-serif]Adanya penjual sambel pecel atau nasi pecel di Suriname membuktikan jika makanan ini sebenarnya sudah ada semenjak zaman penjajahan Belanda. Walaupun rasa bumbu dan isinya agak sedikit berbeda karena menyesuaikan selera dan kondisi daerah sana. Tidaklah susah jika kita ingin berburu masakan jawa disana. Berbagai macam "waroeng" (restoran dalam bahasa Suriname) telah tersedia lengkap. Dalam "waroeng" tersebut, kita pengelola restoran menyediakan makanan khas Indonesia seperti bakmi, goreng, saoto (soto), sate pitik (ayam) hingga minuman cendol dan dawet. [/font]


[font=gotham, helvetica, arial, sans-serif]Para rombongan dari delegasi Kebudayaan Indonesia mengaku penasaran dengan keunikan rasa pitcel "van" Suriname (pecel khas Suriname) buatan Waroeng Toeti. Menurut para rombongan tersebut, rasa dan rupa pitcel hampir sama dengan pecel yang ada di Indonesia.[/font]

[font=gotham, helvetica, arial, sans-serif]Unsur bahan yang ada dalam pitcel juga tidak terlalu jauh berbeda di Indonesia. Bayam, kacang panjang dan taoge beserta lumuran sambal kacang (pecel) juga turut melengkapi hidangan tersebut.  [/font]
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori