Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Klenteng tempat ibadah agama Budha atau Khonghucu?

Dirjen Bimas Budha dekat ini mengeluar ketetapan bahwa klenteng adalah salah satu tempat ibadah agama Budha, padahal pada jaman orba tidak diakui dan klenteng harus diganti menjadi vihara atau cetya. Jadi menurut teman-teman apakah klenteng tempat ibadah agama Budha atau Khonghucu?

Komentar

  • Klenteng bukan tempat ibadah budha ini tercampur karena ada latar belakang sejarah orba dulu tidak boleh umat taois dan konghucu beribadah karena ada unsur tionghwa dan kebudayaan akhirnya dicampur ke unsur budha tetapi yang jelas klenteng lebih ke arah tao di indonesia ini semua dewa-dewa di klenteng adalah cermin tao
  • Klenteng adalah tempat ibadah dari umat Tao. Tapi karena pada zaman orba hanya mengakui 5 agama, maka umat Tao dan juga umat Khonghucu bernaung dibawah agama Buddha. Tempat ibadah umat Buddha yang resmi adalah vihara dan cetiya.
  • tempat ibadah umat Buddha adalah Vihara, Cetiya (ada syarat disebut Vihara atau cetiya)
  • Sekarang kita tidak usah memperdebatkan klenteng itu tempat ibadah umat budha atau bukan, ( maaf ) dalam agama budha terdapat banyak aliran, contoh : untuk aliran theravada, dalam vihara mereka, secara simbolik hanya ditemukan rupang buddha saja, sedangkan aliran lainnya budha tridharma, dalam vihara mereka, terdapat rupang budha, loucu dan khong hu cu, bahakan ada altar dewa-dewi, para leluhur, dan terkadang bentuk bangunannya menyerupai klenteng. jadi kita tidak bisa menarik kesimpulan sepihak, harus di telaah lebih dalam, memeamng sudah ada fatwa dari pemerintah, tapi kerancuan itu masih ada.
  • Dirjen Bimas Budha dekat ini mengeluar ketetapan bahwa klenteng adalah salah satu tempat ibadah agama Budha, padahal pada jaman orba tidak diakui dan klenteng harus diganti menjadi vihara atau cetya. Jadi menurut teman-teman apakah klenteng tempat ibadah agama Budha atau Khonghucu?
    baca yang jelas..."salah satu" jadi ga cuma itu saja termasuk yang lainnya..bro en sis
  • Apapun yg terjadi.. Mari kita ciptakan kedamaian dengan dasar keagamaan yang saling rukun dan mencintai.. :top: :top: :) :)
  • Pada jaman terdahulu dipojok-pojokkan & berusaha untuk menghapus ciri khas KLENTENG serta dengan berbagai macam tipu muslihat untuk menghilangkannya. tetapi sekarang berusaha untuk mempertahankan dengan alasan itu adalah budaya, tradisi atau apalah yang penting Klenteng masih tetap di bawah buddha. Apakah dengan adanya Klenteng di nawungan Budha itu adalah terbaik? harus diingat bahwa di dalam klenteng juga terdapat umat Tao dan Khonghucu. Umat Tao dan Khonghucu sekarang telah dapat bagian atau kedudukan untuk dilayani juga. Apalagi umat Khonghucu sekarang telah dapat beridiri sendiri dalam arti sebenarnya. apalagi sekarang pemerintah telah mengeluarkan PP 55 TAHUN 2007 tentang pendidikan agama & keagamaan yang di dalam telah dijelaskan tentang nama tempat ibadahnya. Jika dirjen Budha telah mengeluarkan ketetapan yang berisi klenteng adalah tempat ibadahnya. maka kacau lah. apakah ada solusi yang lebih baik agar bisa diberitahukan ke dirjen budha untuk merefisinya? kan malu jadinya masak keputusan dirjen bertentangan dengan PP.
  • Klenteng yang pasti bukan tempat ibadah Konghucu, dulu waktu kecil saya ikut kebaktian Konghucu di Litang (tidak ada dewa dewi) cuma ada satu patung Konghucu dan tempat duduk seperti di gereja. Boen Bio di Surabaya dulunya adalah tempat sembahyang Dewa Kebudayaan baru diubah untuk pemujaan Konghucu 1906. Pemujaan Konghucu seperti itu memang baru ada di Indonesia sejak 1900an. Di Cirebon sebuah rumah abu yang diubahsuaikan menjadi tempat pemujaan Konghucu, itupun setelah 1900an, rupang Konghucu baru didatangkan dari Singapura setelah 1930an.

    Sebagian besar klenteng yang ada di Indonesia adalah klenteng bercorak Buddhis dan Tao, sejak masa RA Kartini (1800an) pun sudah demikian, makanya saat RA Kartini diobati di Klenteng Welahan dan sembuh ia menyebut dirinya "Anak Buddha" dan mulai bervegetarian, dalam sebuah suratnya kepada Mrs. Abendanon. Jadi dapat disimpulkan bahwa sejak 1800an pun orang yang bersembahyang ke klenteng adalah umat Buddha, makanya seorang Kartini pun menyebut demikian. Klenteng-klenteng tertua di Indonesia awalnya bernama Kwan Im Teng, tempat untuk memuja Avalokitesvara Bodhisatva, rupang yang dibawa Bhiksu Fa Xian waktu berkunjung ke Jawa (300 M) juga patung Dewi Kwan Im, dan tertulis dalam catatan perjalanannya (Record of Buddhistic Kingdoms) bahwa mantra Avalokitesvara lah yang diucapkannya pada saat beberapa kali kapal yang mereka tumpangi terjebak dalam badai.

    Agama Konghucu sebaiknya mendirikan rumah ibadah sendiri, dengan nama Litang atau lainnya. Klenteng yang bercirikan Tao murni juga sangat sedikit di Indonesia, silakan baca buku mengenai dewa-dewa Tao maka sulit menemukannya di Indonesia.
  • Klenteng dibawah Agama Buddha.
    Salah satu sekte di dalam Agama Buddha yaitu Tridharma, dalam ajaran Tridharma disebutkan ada tri Nabi yaitu Buddha Tao dan Konghucu, umat Tridahrma terdiri dari tiga penganut ajaran tersebut. Klenteng adalah tempat ibadah dibawah Tridharma. yg terhimpun dalan PTITD (PerhimpunanTempat Ibadah Tri Dharma).
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori