Contact Us

Pemerintah RI Pasang Server Spionase di Australia

[size=medium][font=Helvetica, Arial][size=medium][font=Helvetica, Arial]Selain laporan FinFisher, laporan intelijen Indonesia dari tahun lalu yang berisi daftar sejumlah aktivis kemerdekaan Papua Barat terungkap. Laporan ini mencakup mahasiswa dan pemimpin Kristen, yang masuk dalam daftar aktif pengawasan. [/font][/size][size=medium][font=Helvetica, Arial]Dokumen ini mengidentifikasi kelemahan mereka, termasuk "perempuan dan alkohol" dan "selalu mengeluh tentang kurangnya dana".[/font][/size][/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial][size=medium][font=Helvetica, Arial]FinFisher-FinSpy-surveillance-Architecture-Proxies-1024x619.jpg[/font][/size][/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]'Spyware' atau software (perangkat lunak) mata-mata populer 'The FinFisher' -yang digunakan untuk menginfeksi ponsel dan komputer agar menempatkannya di bawah pengawasan -telah ditemukan di pusat data Sydney.[/font][/size]


[size=medium][font=Helvetica, Arial]Menurut kelompok peneliti bidang teknologi, sebuah server proxy dalam pusat data 'Global Switch' di Ultimo, Sydney, digunakan untuk mengaburkan pengguna sebenarnya dari spyware tersebut, dalam hal ini adalah lembaga pemerintahan Indonesia.[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]Sebuah server proxy bertindak sebagai perantara yang melindungi identitas pengguna sebenarnya.[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]'Spyware' pengganggu -yang dikembangkan 'FinFisher Gamma Group' yang berbasis di Munich -ini dijual secara eksklusif kepada instansi pemerintah sebagai cara untuk "membantu mengidentifikasi, menemukan dan menghukum penjahat serius".[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]Namun, ada juga sejumlah kasus terdokumentasi di mana pemerintah telah menyalahgunakan 'spyware' super invasif dengan menargetkan lawan politik mereka yang ada di dalam teritori dan di luar negeri.[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]finfisher-salah-satu-spyware-paling-berbahaya-di-dunia-9Vd.jpg[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]Menurut lembaga 'Privacy International', FinFisher -baru-baru ini -digunakan oleh pemerintah Uganda untuk mengumpulkan "rentetan informasi" tentang lawan-lawan politik dan "mengontrol media".[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]Di Bahrain, pemerintah setempat dituduh menggunakan teknologi ini untuk mengawasi tiga aktivis muda sementara mereka tinggal di Inggris. Ketiga aktivis itu mengatakan, sebagai hasil dari 'pengawasan' itu, mereka dikejar tanpa henti dan disiksa di tangan otoritas Bahrain.[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]Sekali digunakan, FinFisher mampu untuk mengontrol setiap komputer atau ponsel yang diinfeksi, menyalin file, mencegat panggilan Skype, dan mengaktifkan mikrofon atau webcam dari jarak jauh.[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]Server proxy di Ultimo berada di antara jaringan server FinFisher di seluruh dunia yang diresmikan oleh Bill Marczak, salah satu tim peneliti di Citizen Lab.[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]"Apa artinya adalah bahwa informasi dari target yang terinfeksi (dengan FinFisher) akan melalui Australia sebelum mencapai server master akhir di Indonesia," jelas Bill.[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]Penelitian ini juga mengungkap, Indonesia adalah salah satu pengguna paling sering dari 'spyware' FinFisher.[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]"Kami mampu mengidentifikasi satu pengguna pemerintahan tertentu di dalam Indonesia, Lembaga Sandi Negara, tetapi kami juga menemukan bukti bahwa ada banyak pengguna pemerintahan lain di dalam Indonesia, dengan kata lain, banyak lembaga terpisah yang menggunakan jasa terpisah dari FinFisher," terang Bill.[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]Tak jelas lembaga pemerintah Indonesia mana yang bertanggung jawab untuk server proxy di Ultimo.[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]Lembaga Intelijen 'ASIO' dan Departemen Pertahanan Australia menolak memberikan komentar.[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]Damon Reid, direktur eksekutif pusat data 'Global Switch', juga menolak menjawab ketika ditanya apakah perusahaannya menyadari adanya server FinFisher.[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]Damon justru merujuk pertanyaan itu kepada direktur pemasaran perusahaan di London.[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]Pada hari Senin (25/1), Kedutaan Besar Indonesia di Canberra juga dihubungi, tapi tak ada respon. Hingga saat ini (26/1), belum ada tanggapan dari Badan Keamanan Cyber di Indonesia (Lembaga Sandi Negara).[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]Data intelijen Indonesia bocor[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]Selain laporan FinFisher, laporan intelijen Indonesia dari tahun lalu yang berisi daftar sejumlah aktivis kemerdekaan Papua Barat terungkap. Laporan ini mencakup mahasiswa dan pemimpin Kristen, yang masuk dalam daftar aktif pengawasan.[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]Dokumen ini mengidentifikasi kelemahan mereka, termasuk "perempuan dan alkohol" dan "selalu mengeluh tentang kurangnya dana".[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]Dokumen ini juga mendaftar tujuannya yakni untuk "menekan dan memecah gerakan pro-kemerdekaan itu".[/font][/size]
[size=medium][font=Helvetica, Arial]Adam Molnar, dosen teknologi mata-mata dan hukum di Universitas Deakin, mengatakan, ada sangat sedikit transparansi dan pengawasan hukum terhadap alat bantu mata-mata yang kuat seperti FinFisher.[/font][/size]

[size=medium][font=Helvetica, Arial]"Saya pikir itu memotong jantung masalah. Ada begitu sedikit transparansi dalam ruang ini, ada banyak rahasia dan saya pikir kita perlu memperbaiki itu sedemikian rupa sehingga warga bisa menyadari jenis layanan yang digunakan pemerintah mereka," jelasnya.[/font][/size]

http://news.detik.com/australiaplus/3127835/pemerintah-ri-diduga-gunakan-server-di-sydney-untuk-program-mata-mata
never feel bother....

Komentar

  • Peneliti dari Australia menyebut Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Republik Indonesia memakai server di Ultimo, Sydney, Australia, untuk kegiatan mata-mata alias spionase. Lemsaneg menganggap dugaan itu adalah upaya pancingan pihak luar untuk menciptakan situasi tertentu.

    "Itu abaikan saja," tanggap Kepala Lemsaneg Djoko Setiadi kepada detikcom, Rabu (27/1/2016).

    4df7d37b-72e0-4d19-b008-9d544a035eb9.jpg?w=780&q=90

    Djoko tak ingin banyak menanggapi dugaan dari peneliti teknologi negara di selatan Indonesia itu. Apakah itu berarti dugaan Lemsaneg menggunakan server di Ultimo Sydney itu tidak benar?  

    "Itu orang memancing kita saja. Kita tidak usah terpancing," jawab Djoko atas pertanyaan itu.

    (Baca juga: Pemerintah RI Diduga Gunakan Server di Sydney untuk Program Mata-mata)

    Kelompok peneliti bidang teknologi menyatakan sebuah server proxy dalam pusat data Global Switch di Ultimo, Sydney, digunakan oleh pemerintah Indonesia. Server di Global Switch itu digunakan untuk mengaburkan pengguna Spyware agar tidak ketahuan. Spyware dari The FinFisher Gamma Group adalah perangkat lunak yang digunakan Indonesia.

    "Kami mampu mengidentifikasi satu pengguna pemerintahan tertentu di dalam Indonesia, Lembaga Sandi Negara, tetapi kami juga menemukan bukti bahwa ada banyak pengguna pemerintahan lain di dalam Indonesia, dengan kata lain, banyak lembaga terpisah yang menggunakan jasa terpisah dari FinFisher," kata salah satu tim peneliti di Citizen Lab, Bill Marczak.

    Spyware dari FinFisher itu dijual secara eksklusif kepada instansi pemerintah sebagai cara untuk "membantu mengidentifikasi, menemukan dan menghukum penjahat serius".

    Sekali digunakan, FinFisher mampu untuk mengontrol setiap komputer atau ponsel yang diinfeksi, menyalin file, mencegat panggilan Skype, dan mengaktifkan mikrofon atau webcam dari jarak jauh.

    Server proxy di Ultimo berada di antara jaringan server FinFisher di seluruh dunia yang diresmikan oleh Bill Marczak. Penelitian ini juga mengungkap, Indonesia adalah salah satu pengguna paling sering dari Spyware FinFisher.

    "Apa artinya adalah bahwa informasi dari target yang terinfeksi (dengan FinFisher) akan melalui Australia sebelum mencapai server master akhir di Indonesia," jelas Bill.

    http://news.detik.com/berita/3127986/disebut-pakai-server-spionase-di-sydney-lemsaneg-tak-usah-terpancing-isu
    never feel bother....
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori