Contact Us
MERDEKA
DIRGAHAYU Republik INDONESIA - Ayo Kita Tingkatkan Persatuan & Kesatuan Bangsa. Erat Dalam Keragaman Bhinneka Tunggal Ika. Maju Bersama & Tingkatkan Etos Kerja Yang Baik Untuk Indonesia Modern Yang Tetap Berbudaya. MERDEKA!!!

Forum Bebas Indonesia

TUHAN, Fakta atau Fiksi?

Salam kenal untuk semuanya, terima kasih sudah mampir di thread yang saya buat sebagai aktualisasi dari kegelisahan saya dalam hidup ini terkait dengan apa yang saya percaya dan yakini sebagai TUHAN, apapun motivasinya.
[align=justify] [/align]
[align=justify]Apa itu TUHAN, siapakah TUHAN, sejak kapan TUHAN ada, dimanakah TUHAN, mengapa harus TUHAN, dan bagaimana TUHAN tercipta, Enam pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sering hinggap di benak saya, saya adalah seseorang yang percaya akan adanya TUHAN, namun saya mendapatkan kepercayaan ini sebagai warisan dari pendahulu-pendahulu saya, bukan sebuah keinginan kuat dari dalam diri saya sendiri untuk mempercayai sesuatu, memahaminya dan menjadikannya dasar dari salah satu atau banyak hal dalam kehidupan saya.[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Jika ada diantara pembaca thread ini bertanya mengapa hal ini menjadi begitu penting dan perlu dilakukan, maka saya akan menjabarkan beberapa perintah TUHAN bahwa kita harus belajar sebagai berikut :[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Islam[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Q.S.al-Alaq / 96:1-5 Dengan terjemahan : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Q.S.al-Taubah / 9:122 Dengan terjemahan : Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Q.S.al-Ghasyiyah / 88:17-20 Dengan terjemahan : Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Kristen[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Titus / 3:14 Dengan terjemahan : Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Amsal / 2:6 Dengan Terjemahan : Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]2 Petrus / 1:5 Dengan terjemahan : Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Hindu[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Jnana Marga / Dengan penjelasan : Jnana Marga ialah suatu jalan dan usaha untuk mencapai jagadhita dan Moksa dengan mempergunakan kebijaksanaan filsafat (Jnana). Di dalam usaha untuk mencapai kesempurnaan dengan kebijaksanaan itu, para arif bijaksana (Jnanin) melaksanakan dengan keinsyafan bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta yang bersumber pada suatu sumber alam, yang di dalam kitab suci Weda disebut Brahman atau Purusa.[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Mengapa serumit itu, karena belajar memiliki definisi belajar /bel·a·jar /v 1 berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, yang berarti merupakan sebuah aktifitas pencarian.[/align]
[align=justify] [/align]
[align=justify]Berangkat dari rasa ingin tahu mengenai apa yang saya percaya dan kebenarannya akhirnya saya memutuskan untuk mencari dan merumuskan ketetapan-ketetapan yang ada dan cukup masuk akal menurut saya, agar saya bisa mengenal TUHAN yang saya percaya bukan sekedar warisan kepercayaan namun karena paham dan mengerti dengan sesungguhnya apa yang saya percaya dan layak untuk dipercaya keturunan saya kelak.[/align]
 
Dari uraian yang saya telah tulis diatas, mohon kiranya saya dibantu diberikan jawaban yang saya cari dan dapat disepakati bersama untuk pertanyaan berikut

[align=center][size=xx-large]TUHAN, Fakta atau Fiksi?[/size][/align]

Definisi Fakta Cek Disini
Definisi Fiksi Cek Disini


Note : TS Minta maaf jika ada kesalahan penerjemahan dan mohon bantuan koreksi jika memang salah, dan Sebaiknya jawaban diberi penjelasan yang solid (tidak terbantahkan) karena ini SF debat.
«1

Komentar

  • salah satu cara dengan mengajukan pertanyaan....


    Apa bukti ketidakberadaan Tuhan....????

    jangan ditanya balik dengan apa bukti keberadaan Tuhan....
    karena nanti bulak balik aja....

    jika anda bisa membuktikan ketidakberadaan Tuhan.... maka Tuhan mungkin fiksi....
    tapi jika tidak bisa membuktikan ketidakberadaan Tuhan itu.... maka yang pasti bukan fiksi....

    sesuatu yang terbukti tidak berada.... memang merupakan fiksi.... walaupun juga mungkin bukan fakta ... tapi pasti fiksi....
    tapi bukti fakta .... mungkin bisa samar/disamarkan...

    film fiksi.... pasti tidak ada... itu hanya buatan sesuai imajinasi....
    bukti ketidakberadaan kejadian itu mudah dibuktikan.... walaupun itu bukan merupakan fakta....

    fakta tentang sesuatu yang mirip kejadian di film fiksi.... tidak serta merta merupakan fakta....
    tapi ketidakberadaan hal yang ada dalam film fiksi.... membuktikan film itu adalah fiksi....

    berbeda film dokumenter..... ketidak beradaan kejadian dalam film dokumenter.... sulit dibuktikan....
    karena kejadian2 dalam film dokumenter... memang mendasarkan pada kejadian dan bisa diukur bahwa kejadian itu ada
    ketidakberadaan bukti /kejadian didalam film dokumenter.... menjadi ukuran bahwa film dokumenter itu memang film dokumenter atau sebuah fiksi
  • sutisna menulis:
    salah satu cara dengan mengajukan pertanyaan....


    Apa bukti ketidakberadaan Tuhan....????

    jangan ditanya balik dengan apa bukti keberadaan Tuhan....
    karena nanti bulak balik aja....

    jika anda bisa membuktikan ketidakberadaan Tuhan.... maka Tuhan mungkin fiksi....
    tapi jika tidak bisa membuktikan ketidakberadaan Tuhan itu.... maka yang pasti bukan fiksi....

    sesuatu yang terbukti tidak berada.... memang merupakan fiksi.... walaupun juga mungkin bukan fakta ... tapi pasti fiksi....
    tapi bukti fakta .... mungkin bisa samar/disamarkan...

    film fiksi.... pasti tidak ada... itu hanya buatan sesuai imajinasi....
    bukti ketidakberadaan kejadian itu mudah dibuktikan.... walaupun itu bukan merupakan fakta....

    fakta tentang sesuatu yang mirip kejadian di film fiksi.... tidak serta merta merupakan fakta....
    tapi ketidakberadaan hal yang ada dalam film fiksi.... membuktikan film itu adalah fiksi....

    berbeda film dokumenter..... ketidak beradaan kejadian dalam film dokumenter.... sulit dibuktikan....
    karena kejadian2 dalam film dokumenter... memang mendasarkan pada kejadian dan bisa diukur bahwa kejadian itu ada
    ketidakberadaan bukti /kejadian didalam film dokumenter.... menjadi ukuran bahwa film dokumenter itu memang film dokumenter atau sebuah fiksi
    Jadi menurut bro @sutisna untuk menentukan TUHAN itu fakta atau fiksi bisa dicapai dengan mencari Hipotesa ketidakberadaan TUHAN dan melakukan pembuktian terbalik begitu?

    CMIIW
  • DarmoGandhul menulis:
    Jadi menurut ndan @sutisna untuk menentukan TUHAN itu fakta atau fiksi bisa dicapai dengan mencari Hipotesa ketidakberadaan TUHAN dan melakukan pembuktian terbalik begitu?

    CMIIW

    untuk membuktikan Tuhan adalah fiksi..... harus ada bukti ketidakberadaannya....

    walaupun bukan berarti ketidakadaan ...bukti ketidakberadaan Tuhan... 
    otomatis menjadi fakta.... tentang keberadaan Tuhan..... karena bisa jadi merupakan daerah "abu-abu"
    itu hanya fakta.... bahwa ketidakberadaan Tuhan.... tidak terbukti...
    atau fakta... bahwa keberadaan Tuhan.... adalah bukan fiksi...

    dan ini bisa dijadikan titik awal .... untuk ketahap berikutnya.....
  • sutisna menulis:

    untuk membuktikan Tuhan adalah fiksi..... harus ada bukti ketidakberadaannya....

    walaupun bukan berarti ketidakadaan ...bukti ketidakberadaan Tuhan... 
    otomatis menjadi fakta.... tentang keberadaan Tuhan..... karena bisa jadi merupakan daerah "abu-abu"
    itu hanya fakta.... bahwa ketidakberadaan Tuhan.... tidak terbukti...
    atau fakta... bahwa keberadaan Tuhan.... adalah bukan fiksi...

    dan ini bisa dijadikan titik awal .... untuk ketahap berikutnya.....
    minta maaf dulu nih ya bro, jujur aja ane sedikit lemot.. menurut yang ane tangkap itu bro @sutisna menyatakan bahwa..

    buktikan dulu, TUHAN itu Ada atau TIDAK secara absolut dan tidak terbantahkan..
    kalau terbukti TUHAN itu ada, maka TUHAN itu Fakta.
    kalau terbukti TUHAN tidak ada, maka TUHAN itu Fiksi.

    Apa benar begitu bro?

    CMIIW
  • DarmoGandhul menulis:
    minta maaf dulu nih ya ndan, jujur aja ane sedikit lemot.. menurut yang ane tangkap itu ndan @sutisna menyatakan bahwa..

    buktikan dulu, TUHAN itu Ada atau TIDAK secara absolut dan tidak terbantahkan..
    kalau terbukti TUHAN itu ada, maka TUHAN itu Fakta.
    kalau terbukti TUHAN tidak ada, maka TUHAN itu Fiksi.

    Apa benar begitu ndan?

    CMIIW

    makanya sayah kasih contoh film fiksi.... (namanya mirip... ada kata2 fiksi-nya)
    adanya kejadian yang "mirip" kejadian di film fiksi.... bukan berarti menunjukan bahwa kejadian film itu nyata.
    karena itu jelas-jelas fiksi.... karena kejadian itu tidak ada bukti bahwa kejadian itu ada.... itu hanya buatan/rekayasa....
    bagaimana membuktikan... ketidak adaan kejadian itu... jelas...  dengan melihat dari script... dari special effect... dan pengaturan sutradara....

    nah dalam pembuktian Tuhan itu fiksi....
    makanya perlu menunjukan bahwa Tuhan itu tidak ada...
    buktinya mana... apa buktinya... lalu penjelasan atas bukti itu... membuktikan fiksi atau tidak.... dst

    lalu beda dengan dokumenter... yang diklaim fakta....
    pembuktiannya lebih sulit lagi....
    fakta bahwa rekaman film dari perjalanan curiosity... jelas ada....
    tapi apakah bukti itu benar adalah fakta.... bukan merupakan hasil rekayasa/buatan... yang akhirnya menjadikan rekaman itu fiksi.... menjadi tanda-tanya besar....

    kasus yang menarik ketika rekaman dokumenter pendaratan di bulan..... yang jadi bulan2an....
    karena adanya fakta didalam dokumenter tersebut.... yang meragukan... dan dianggap fiksi.... yaitu "angin bulan"

    nah begitu pula....
    klaim atas bukti keberadaan Tuhan.... selalu dimulai dengan perlawanan dan  tanda tanya besar....
    apakah klaim fakta yang dikemukakan sebagai bukti itu.... benar.... bukan rekayasa atau fiksi.....
    dan walaupun ternyata benar pun.... dengan mudah orang...
    menilai itu fiksi... dengan mengaburkan/ menyamarkan... atau salah dalam persepsi dan penilaian.... atau memang fakta itu samar dari sononya.

    makanya sayah memulainya.... bukan dengan mana bukti keberadaan Tuhan....
    tapi dengan....
    mana bukti ketidakberadaan Tuhan....

    ===========================================================
    nah sayah bertanya pada om Darmo..... mana bukti ketidakberadaan/ketidakadaan Tuhan...????
  • sutisna menulis:

    makanya sayah kasih contoh film fiksi.... (namanya mirip... ada kata2 fiksi-nya)
    adanya kejadian yang "mirip" kejadian di film fiksi.... bukan berarti menunjukan bahwa kejadian film itu nyata.
    karena itu jelas-jelas fiksi.... karena kejadian itu tidak ada bukti bahwa kejadian itu ada.... itu hanya buatan/rekayasa....
    bagaimana membuktikan... ketidak adaan kejadian itu... jelas...  dengan melihat dari script... dari special effect... dan pengaturan sutradara....

    nah dalam pembuktian Tuhan itu fiksi....
    makanya perlu menunjukan bahwa Tuhan itu tidak ada...
    buktinya mana... apa buktinya... lalu penjelasan atas bukti itu... membuktikan fiksi atau tidak.... dst

    lalu beda dengan dokumenter... yang diklaim fakta....
    pembuktiannya lebih sulit lagi....
    fakta bahwa rekaman film dari perjalanan curiosity... jelas ada....
    tapi apakah bukti itu benar adalah fakta.... bukan merupakan hasil rekayasa/buatan... yang akhirnya menjadikan rekaman itu fiksi.... menjadi tanda-tanya besar....

    kasus yang menarik ketika rekaman dokumenter pendaratan di bulan..... yang jadi bulan2an....
    karena adanya fakta didalam dokumenter tersebut.... yang meragukan... dan dianggap fiksi.... yaitu "angin bulan"

    nah begitu pula....
    klaim atas bukti keberadaan Tuhan.... selalu dimulai dengan perlawanan dan  tanda tanya besar....
    apakah klaim fakta yang dikemukakan sebagai bukti itu.... benar.... bukan rekayasa atau fiksi.....
    dan walaupun ternyata benar pun.... dengan mudah orang...
    menilai itu fiksi... dengan mengaburkan/ menyamarkan... atau salah dalam persepsi dan penilaian.... atau memang fakta itu samar dari sononya.

    makanya sayah memulainya.... bukan dengan mana bukti keberadaan Tuhan....
    tapi dengan....
    mana bukti ketidakberadaan Tuhan....

    ===========================================================
    nah sayah bertanya pada om Darmo..... mana bukti ketidakberadaan/ketidakadaan Tuhan...????
    Oalah gitu tah bro.. saya jabarkan dibawah ya...

    Menilik keberadaan TUHAN.. kalau menurut saya pribadi TUHAN itu ada hanya saja saya belum mampu memberikan bukti keberadaannya secara FAKTA
    Apa itu TUHAN? siapakah TUHAN? sejak kapan TUHAN ada? dimanakah TUHAN? mengapa harus TUHAN? dan bagaimana TUHAN tercipta?

    dalam rangka itulah saya membuat thread ini bro @sutisna untuk mendiskusikan hal tersebut.. sampeyan ini ternyata mau menjebak saya :cry:
    saya udah pernah tonton filemnya nih yang konklusinya begini..
    sutisna menulis:
    btw OOT sedikit.....
    apakah sayah harus panggil mbah darmo.....????

    Anda Bertanya Mbah Darmo Menjawab
    http://www.forumbebas.com/thread-216790.html
    Mau panggil mbah, om, bro.. masih boleh koq..

    CMIIW
  • DarmoGandhul menulis:
    Oalah gitu tah ndan.. saya jabarkan dibawah ya...

    Menilik keberadaan TUHAN.. kalau menurut saya pribadi TUHAN itu ada hanya saja saya belum mampu memberikan bukti keberadaannya secara FAKTA
    Apa itu TUHAN? siapakah TUHAN? sejak kapan TUHAN ada? dimanakah TUHAN? mengapa harus TUHAN? dan bagaimana TUHAN tercipta?

    dalam rangka itulah saya membuat thread ini ndan @sutisna untuk mendiskusikan hal tersebut.. sampeyan ini ternyata mau menjebak saya :cry:
    saya udah pernah tonton filemnya nih yang konklusinya begini..

    Mau panggil mbah, om, ndan.. masih boleh koq..

    CMIIW
    bukan mau menjebak... malah mau membantu menjelaskan.....
    karena itu adalah awal....
    dan rata2 orang yg mengaku "Atheist" tidak bisa menjawab hal ini.....

    sayah sudah pernah tanyakan ini dibanyak forum ... dan sangat sulit mendapatkan jawabanya....
    paling banter.... adalah nanya balik tentang keberadaan Tuhan.....
    ataupun... memberikan bukti "yang tidak solid" tentang ketidakberadaan Tuhan.... yang dengan mudah dipatahkan....
    dan kebanyakan menyebutkan... suatu daerah....yang sayah sebut daerah "abu-abu"
    daerah abu-abu adalah dimana.... orang berpresepsi bahwa Tuhan itu tidak ada dan merupakan fiksi....
    berdasarkan bukti... bahwa sangat sulit "mengilmiahkan" dan "membendakan" diri Tuhan....
    padahal tidak ada bukti nyata tentang Tuhan itu tidak ada....
    atau bisa juga diartikan.... bahwa daerah dimana orang bingung.... Tuhan itu ada atau tidak.... mereka tidak bisa menjelaskan Tuhan tidak ada.... tetapi juga  tidak bisa menjelaskan Tuhan ada....

    makanya sayah bertanya pada mbah darmo.... untuk mengetahui... apakah sudah melewati fase ini atau belum....?
    mengingat... bahwa mbah Darmo ... sudah fase yakin Tuhan ada.... tapi... butuh proses pengenalan lebih lanjut.... maka mungkin akan berlanjut....

    penjelasan selanjutnya..... jika ingin berlanjut.....
    mungkin akan berkaitan tentang pemahaman Tuhan dalam versi Islam.... versi yang saya anut selama ini....
  • mau fakta atau tidak, saya punya pemahaman sedikit yang akhirnya mendapatkan tuhan itu fakta ....

     sebelum melangkah ke tuhan dalam suatu agama, saya mendapatkan definisi tuhan itu adalah :

    suatu dzat yang di perlukan dan di puja sehingga manusia akan rela untuk mengikutinya dan menuruti kemauan bahkan menyembah dzat tersebut

    dari definisi ini, artinya semua bisa menjadi atau di jadikan tuhan....apapun. bisa itu uang, jabatan, wanita, pria yah pokoknya apapunlah....

    nah dari sini tuhan dapat di kelompokkan menjadi 2 macam kelompok :

    - tuhan yang bersifat material atau berujud, bisa uang, bisa manusia, bisa binatang

    - tuhan yang bersifat immaterial atau tidak bisa terlihat, kasat mata tapi bisa terasa ada, bisa kekuasaan, jabatan, atau angan angan ....

    dah segitu aja dah....akhirnya memang tuhan itu bagi saya fakta ada ...
  • sutisna menulis:
    bukan mau menjebak... malah mau membantu menjelaskan.....
    karena itu adalah awal....
    dan rata2 orang yg mengaku "Atheist" tidak bisa menjawab hal ini.....

    sayah sudah pernah tanyakan ini dibanyak forum ... dan sangat sulit mendapatkan jawabanya....
    paling banter.... adalah nanya balik tentang keberadaan Tuhan.....
    ataupun... memberikan bukti "yang tidak solid" tentang ketidakberadaan Tuhan.... yang dengan mudah dipatahkan....
    dan kebanyakan menyebutkan... suatu daerah....yang sayah sebut daerah "abu-abu"
    daerah abu-abu adalah dimana.... orang berpresepsi bahwa Tuhan itu tidak ada dan merupakan fiksi....
    berdasarkan bukti... bahwa sangat sulit "mengilmiahkan" dan "membendakan" diri Tuhan....
    padahal tidak ada bukti nyata tentang Tuhan itu tidak ada....
    atau bisa juga diartikan.... bahwa daerah dimana orang bingung.... Tuhan itu ada atau tidak.... mereka tidak bisa menjelaskan Tuhan tidak ada.... tetapi juga  tidak bisa menjelaskan Tuhan ada....

    makanya sayah bertanya pada mbah darmo.... untuk mengetahui... apakah sudah melewati fase ini atau belum....?
    mengingat... bahwa mbah Darmo ... sudah fase yakin Tuhan ada.... tapi... butuh proses pengenalan lebih lanjut.... maka mungkin akan berlanjut....

    penjelasan selanjutnya..... jika ingin berlanjut.....
    mungkin akan berkaitan tentang pemahaman Tuhan dalam versi Islam.... versi yang saya anut selama ini....
    Ahai.. itu toh poinnya.. okey.. poin pertama sudah dilewati, ayo dilanjutkan bro.. penasaran saya..
  • oifals menulis:
    mau fakta atau tidak, saya punya pemahaman sedikit yang akhirnya mendapatkan tuhan itu fakta ....

     sebelum melangkah ke tuhan dalam suatu agama, saya mendapatkan definisi tuhan itu adalah :

    suatu dzat yang di perlukan dan di puja sehingga manusia akan rela untuk mengikutinya dan menuruti kemauan bahkan menyembah dzat tersebut

    dari definisi ini, artinya semua bisa menjadi atau di jadikan tuhan....apapun. bisa itu uang, jabatan, wanita, pria yah pokoknya apapunlah....

    nah dari sini tuhan dapat di kelompokkan menjadi 2 macam kelompok :

    - tuhan yang bersifat material atau berujud, bisa uang, bisa manusia, bisa binatang

    - tuhan yang bersifat immaterial atau tidak bisa terlihat, kasat mata tapi bisa terasa ada, bisa kekuasaan, jabatan, atau angan angan ....

    dah segitu aja dah....akhirnya memang tuhan itu bagi saya fakta ada ...
    makasih bro @oifals untuk pendapatnya, apa yang bro tulis th udah masuk, tapi entah kenapa kalau ngobrol sama mereka yang penalaran logisnya di atas rata-rata dan tidak bertuhan, ane yang dibully kalau ngomong begitu..

    Sumpek kan.. Kita mau defense apa yang kita yakini dan percaya nggak sukses, mau nonjok jadi gak intelek.. beteee..
  • DarmoGandhul menulis:
    makasih ndan @oifals untuk pendapatnya, apa yang ndan tulis th udah masuk, tapi entah kenapa kalau ngobrol sama mereka yang penalaran logisnya di atas rata-rata dan tidak bertuhan, ane yang dibully kalau ngomong begitu..

    Sumpek kan.. Kita mau defense apa yang kita yakini dan percaya nggak sukses, mau nonjok jadi gak intelek.. beteee..


    artinya mereka sebenarnya juga menuhankan akal pikirannya yang menurutnya logis,
    pokoknya semua harus logis logis dan logis ......akhirnya menjadi tuhannya :D
  • oifals menulis:


    artinya mereka sebenarnya juga menuhankan akal pikirannya yang menurutnya logis,
    pokoknya semua harus logis logis dan logis ......akhirnya menjadi tuhannya :D
    Mereka bilang akal itu murni usaha meraka, they don't need God Mereka tidak butuh TUHAN yang mereka butuhkan itu
    makan, minum, obat, seks yah yang begitu itulah..
  • DarmoGandhul menulis:
    Ahai.. itu toh poinnya.. okey.. poin pertama sudah dilewati, ayo dilanjutkan ndan.. penasaran saya..

    sebagai awal.....
    mungkin bisa membaca thread saya di link ini

    http://www.forumbebas.com/thread-210630.html

    agak membosankan threadnya... dan mungkin juga membingungkan....
    (terbukti.... ngak ada yang comment ... di thread itu :cry:   :cry: )

    tapi itu gambaran awal pengenalan Tuhan Islam.... berdasarkan pemahaman saya.
    disana sedikitnya saya ulas tentang..... siapa Tuhannya Islam....

    tidak lengkap.... tapi... mudah2an bisa  menggugah.... untuk menimbulkan pertanyaan lebih lanjut....
  • sutisna menulis:

    sebagai awal.....
    mungkin bisa membaca thread saya di link ini

    http://www.forumbebas.com/thread-210630.html

    agak membosankan threadnya... dan mungkin juga membingungkan....
    (terbukti.... ngak ada yang comment ... di thread itu :cry:   :cry: )

    tapi itu gambaran awal pengenalan Tuhan Islam.... berdasarkan pemahaman saya.
    disana sedikitnya saya ulas tentang..... siapa Tuhannya Islam....

    tidak lengkap.... tapi... mudah2an bisa  menggugah.... untuk menimbulkan pertanyaan lebih lanjut....
    So.. saya dapat poinnya, "Tuhan kita adalah Allah penguasa hari pembalasan... penguasa waktu... Tuhan tidak dipengaruhi oleh waktu..." artinya TUHAN itu Fakta..

    Maka bisa saya simpulkan, menurut bro @sutisna TUHAN dalam pendekatan kuantitatif itu Fakta, sekarang tantangannya.. secara kualitatifnya bagaimana? (ini murni untuk ilmu pengetahuan ya bro) karena saya sendiri secara fisik bisa merasakan keberadaan TUHAN, namun saya belum mempunyai bukti nyata yang spesial mengenai Fakta tersebut.

    Sama seperti halnya Gelap dan Dingin yang secara keilmuan tidak terdefinisi sebagai sesuatu, namun sebagai akibat.

    1 Post lagi saya akan paksa diri saya untuk membuat definisi yang semoga saja absolut.
  • Maaf ndan ikut nimbrung....
    Emangnya di dunia ini SIAPA YANG PERNAH MELIHAT TUHAN.
    Saya juga gak pernah ndan tapi Iman percaya yang saya miliki adalah bukti bahwa Tuhan itu ada.
    Saya merasakannya kok....
    Terutama disaat-saat terdesak dan tersudut disaat itulah kuasa Allah menjadi nyata. Saya sudah pernah merasakan kuasaNYA, kasihNYA, kemurahanNYA dan muzizatNYA oleh karena itu saya percaya dan mengikut DIA.
    Iman adalah dasar dari sagala sesuatu
    Iman adalah dasar dari kepercayaan saya
    Iman adalah dasar dari keberadaan Tuhan

    Tuhan itu dahsyat bagi setiap orang yang percaya padaNYA.
    Tuhan juga tetap berbuat baik bagi siapapun sama seperti matahari yang bersinar bagi orang baik dan juga bagi orang jahat.
    Terimakasih
  • lasealwin menulis:
    Maaf ndan ikut nimbrung....
    Emangnya di dunia ini SIAPA YANG PERNAH MELIHAT TUHAN.
    Saya juga gak pernah ndan tapi Iman percaya yang saya miliki adalah bukti bahwa Tuhan itu ada.
    Saya merasakannya kok....
    Terutama disaat-saat terdesak dan tersudut disaat itulah kuasa Allah menjadi nyata. Saya sudah pernah merasakan kuasaNYA, kasihNYA, kemurahanNYA dan muzizatNYA oleh karena itu saya percaya dan mengikut DIA.
    Iman adalah dasar dari sagala sesuatu
    Iman adalah dasar dari kepercayaan saya
    Iman adalah dasar dari keberadaan Tuhan

    Tuhan itu dahsyat bagi setiap orang yang percaya padaNYA.
    Tuhan juga tetap berbuat baik bagi siapapun sama seperti matahari yang bersinar bagi orang baik dan juga bagi orang jahat.
    Terimakasih
    Nah itulah masalahnya bro.. keyakinan dan kepercayaan, sama seperti udara.. itu Fakta tapi tidak terlihat, bisa dirasakan dan memenuhi ruangannya..

    Saya Yakin dan Percaya bahwa TUHAN itu Fakta, hanya untuk satu dan lain hal saya terpanggil untuk membuat sebuah definisi yang absolut mengenai hal tersebut, maka itu saya buat thread ini dengan tujuan mengetahui pendapat banyak orang mengenai sejauh mana Kepercayaan atau Penyangkalan akan TUHAN itu sendiri,

    Sejauh ini setelah pencarian yang saya lakukan baru menemukan beberapa hal sebagai berikut :

    [align=justify]
    Menurut Wikipedia, TUHAN adalah Roh Mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan, menurut saya hal ini cukup masuk akal, namun haruskah kita berhenti disini sebelum mendapatkan penjelasan yang “lebih masuk akal”, jawabannya adalah tidak karena hasrat saya mendorong saya untuk menguraikan apai itu roh mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan itu sendiri.

    a.[size=x-small]    [/size]Roh                     : Masih dari Wikipedia, Roh itu adalah unsur non material dari organisme atau mahluk hidup.

    b.[size=x-small]   [/size]Mahakuasa    : Bagian ini saya rasa terdiri dari 2 (dua) kata yang disatukan menjadi sebuah istilah, yang bila diurai maknanya akan menjadi, Maha menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti sangat, amat, teramat. Sedangkan Kuasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kekuatan, kemampuan atau kesanggupan (untuk berbuat sesuatu) maka Mahakuasa secara polos dapat diartikan sebagai sesuatu yang teramat kuat, mampu dan sanggup (untuk berbuat sesuatu)

    c.[size=x-small]     [/size]Asas                : Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti dasar atau tumpuan dari sebuah pemikiran atau hukum dasar.

    d.[size=x-small]    [/size]Kepercayaan : Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata percaya yang berarti mengakui atau yakin dengan penuh bahwa sesuatu (yang menjadi objeknya) memang benar dan nyata

    Sesuai uraian diatas maka dapat saya simpulkan bahwa TUHAN adalah, sesuatu yang tidak berwujud dan teramat kuat, mampu dan sanggup untuk melakukan sesuatu sehingga menjadi dasar yang meyakinkan dan nyata dari sebuah pemikiran yang selanjutnya kita kenal sebagai AGAMA.
    Mohon bantu diluruskan kalau memang ada yang kurang sesuai, sehingga diskusi ini membuahkan hasil yang bermanfaat.

    CMIIW
    [/align]
  • DarmoGandhul menulis:
    So.. saya dapat poinnya, "Tuhan kita adalah Allah penguasa hari pembalasan... penguasa waktu... Tuhan tidak dipengaruhi oleh waktu..." artinya TUHAN itu Fakta..

    Maka bisa saya simpulkan, menurut ndan @sutisna TUHAN dalam pendekatan kuantitatif itu Fakta, sekarang tantangannya.. secara kualitatifnya bagaimana? (ini murni untuk ilmu pengetahuan ya ndan) karena saya sendiri secara fisik bisa merasakan keberadaan TUHAN, namun saya belum mempunyai bukti nyata yang spesial mengenai Fakta tersebut.

    Sama seperti halnya Gelap dan Dingin yang secara keilmuan tidak terdefinisi sebagai sesuatu, namun sebagai akibat.

    1 Post lagi saya akan paksa diri saya untuk membuat definisi yang semoga saja absolut.

    menjadi sesuatu yang sulit ketika suatu yang ruang lingkupnya kecil.... mempelajari sesuatu yang besar.....
    pola yang kita fahami saat ini.... logikanya adalah yang terlihat dulu/dirasakan dulu.... dsb....

    padahal ilmuwan sendiri menyadari sepenuhnya... mempelajari alam semesta saja... tidak mungkin dalam waktu singkat....

    polanya begini.... kita manusia.... mempelajari bumi... butuh waktu ratusan tahun.... itupun sangat sedikit yang difahami....
    tapi sedikit demi sedikit terkuak...
    kita kemudian mempelajari langit... berusaha mempelajari fakta tata surya terdekat ... pun butuh waktu ratusan tahun.... dan itu baru sekedar tahu ada planet2 lain disekitar bumi... bentuknya.... dsb....
    lebih luas lagi... kita bahkan hanya tahu.... tentang adanya galaksi... sangat sedikit.... dibandingkan galaksi itu sendiri... ilmuwan sendiri hanya bisa menilai dan menduga.... berdasarkan ciri2 tertentu dari galaksi... (padahal dengan teknologi yang luar biasa maju seperti sekarang)
    jauh lebih luas lagi... kita hanya baru tahu terbatas adanya cluster galaksi... dsb... dan apa yang kita ketahui dari galaksi2 itu.... mungkin bagaikan satu bab pendahuluan... dari sebuah rangkaian kuliah di jurusan astronomi.... (padahal manusia mengklaim sekarang zaman modern....)

    dan jika dibayangkan.... bahwa ujung alam semesta saja.... belum bisa diteropong oleh alat paling canggih saat ini.... bagaimana kita bisa ...
    "mengkuantitatif Tuhan"

    dalam Al Quran dijelaskan begitu besarnya alam semesta.... ada 7 lapis langit.... dan yang berbintang adalah langit terdekat....
    bayangkan ujungnya lapis pertama langit.... manusia belum bisa lihat..... bagaimana ujungnya lapisan ke tujuh....

    dan itu belum keseluruhan dari kekuasaan Tuhan....
    karena dalam Al Quran saja... sedikitnya disebutkan ada 3 "alam semesta" dalam dimensi ruang waktu yang sama.... yaitu alam semesta termasuk bumi... alam neraka... dan alam surga..... yang besarnya mirip.... (dan sayah yakin ada alam2 lain yang mungkin belum kita fahami)
    ketiga alam ini berada dalam ruang waktu tertentu....

    dan Tuhan memberikan gambaran.... ruang waktu yang alam semesta ini... termasuk surga dan neraka..... dibawah kendalinya....
    dan jika kita bayangkan.... bahkan luasnya kekuasaan Tuhan... kita belum mampu di kuantitatif... apalagi di kualitatifkan....
    dan ini baru kekuasaan Tuhan....
    lalu bagaimana kita bisa "membendakan Tuhan...?"
  • sutisna menulis:

    menjadi sesuatu yang sulit ketika suatu yang ruang lingkupnya kecil.... mempelajari sesuatu yang besar.....
    pola yang kita fahami saat ini.... logikanya adalah yang terlihat dulu/dirasakan dulu.... dsb....

    padahal ilmuwan sendiri menyadari sepenuhnya... mempelajari alam semesta saja... tidak mungkin dalam waktu singkat....

    polanya begini.... kita manusia.... mempelajari bumi... butuh waktu ratusan tahun.... itupun sangat sedikit yang difahami....
    tapi sedikit demi sedikit terkuak...
    kita kemudian mempelajari langit... berusaha mempelajari fakta tata surya terdekat ... pun butuh waktu ratusan tahun.... dan itu baru sekedar tahu ada planet2 lain disekitar bumi... bentuknya.... dsb....
    lebih luas lagi... kita bahkan hanya tahu.... tentang adanya galaksi... sangat sedikit.... dibandingkan galaksi itu sendiri... ilmuwan sendiri hanya bisa menilai dan menduga.... berdasarkan ciri2 tertentu dari galaksi... (padahal dengan teknologi yang luar biasa maju seperti sekarang)
    jauh lebih luas lagi... kita hanya baru tahu terbatas adanya cluster galaksi... dsb... dan apa yang kita ketahui dari galaksi2 itu.... mungkin bagaikan satu bab pendahuluan... dari sebuah rangkaian kuliah di jurusan astronomi.... (padahal manusia mengklaim sekarang zaman modern....)

    dan jika dibayangkan.... bahwa ujung alam semesta saja.... belum bisa diteropong oleh alat paling canggih saat ini.... bagaimana kita bisa ...
    "mengkuantitatif Tuhan"

    dalam Al Quran dijelaskan begitu besarnya alam semesta.... ada 7 lapis langit.... dan yang berbintang adalah langit terdekat....
    bayangkan ujungnya lapis pertama langit.... manusia belum bisa lihat..... bagaimana ujungnya lapisan ke tujuh....

    dan itu belum keseluruhan dari kekuasaan Tuhan....
    karena dalam Al Quran saja... sedikitnya disebutkan ada 3 "alam semesta" dalam dimensi ruang waktu yang sama.... yaitu alam semesta termasuk bumi... alam neraka... dan alam surga..... yang besarnya mirip.... (dan sayah yakin ada alam2 lain yang mungkin belum kita fahami)
    ketiga alam ini berada dalam ruang waktu tertentu....

    dan Tuhan memberikan gambaran.... ruang waktu yang alam semesta ini... termasuk surga dan neraka..... dibawah kendalinya....
    dan jika kita bayangkan.... bahkan luasnya kekuasaan Tuhan... kita belum mampu di kuantitatif... apalagi di kualitatifkan....
    dan ini baru kekuasaan Tuhan....
    lalu bagaimana kita bisa "membendakan Tuhan...?"
    iya juga bro, jadi resah juga mikirnya kalau sampai karena hal ini kita membendakan TUHAN, tapi ya itulah asiknya belajar.. dipelajari beresiko, gak dipelajari pun resiko tetap ada.. makanya daripada bengong-bengong mending disambi buat rumusan seperti ini, maklum perkerjaan gak terlalu banyak.. tapi kualitatif kan gak selalu membendakan juga bro, mendefinisikan secara absolut, bukti pendukung berupa kesaksian, manuskrip, uji kebohongan pada saksi, buanyak lho metode kualitatif itu.. (ini cuma gaya aja, skripsi saya juga kuantitatif koq)

    seru juga nih ya lama-lama, tapi masa yang diskusi cuma beberapa orang aja, padahal belajar itu kan perintah semua agama..
  • dengan ke- Maha Besar-an Tuhan..... dan begitu luasnya kekuasaan Tuhan.....
    lalu bagaimana manusia mengenal Tuhannya..... ?
    ini yang jadi seharusnya pertanyaan selanjutnya..... ?
  • g baca ginian pala g mau pecah..tambah pusing hahaha bahasanya kaga kuat
  • erick2 menulis:
    g baca ginian pala g mau pecah..tambah pusing hahaha bahasanya kaga kuat

    ya udah balik aja ke room RSJ... bareng om Pret... :blah:   :blah:   :blah:
  • sutisna menulis:
    dengan ke- Maha Besar-an Tuhan..... dan begitu luasnya kekuasaan Tuhan.....
    lalu bagaimana manusia mengenal Tuhannya..... ?
    ini yang jadi seharusnya pertanyaan selanjutnya..... ?
    Lha ini upaya saya mengenal TUHAN dengan sebaik-baiknya.. selebihnya ya dari kitab-kitab, bantuan pemuka agama, dari sekolah, diajarkan orang tua.. kegagalan suami atau kepala keluarga dalam meneruskan kepercayaan kepada TUHAN itu konsekuensinya bikin merinding, makanya itu saya buat thread ini, biar bisa belajar sama-sama...
    erick2 menulis:
    g baca ginian pala g mau pecah..tambah pusing hahaha bahasanya kaga kuat
    secara fisik, otak pecah karena berfikir itu tudak mungkin, tapi kalau berhenti memberikan perintah ke beberapa organ vital dan menyebabkan kematian, itu sering terjadi di kalangan gamer, mending mana? mati saat main game, atau mati saat belajar mengenal TUHAN lebih dekat.. monggo dipilih...
    sutisna menulis:

    ya udah balik aja ke room RSJ... bareng om Pret... :blah:   :blah:   :blah:
    oalah, temennya tukang palak itu toh...
  • DarmoGandhul menulis:
    iya juga ndan, jadi resah juga mikirnya kalau sampai karena hal ini kita membendakan TUHAN, tapi ya itulah asiknya belajar.. dipelajari beresiko, gak dipelajari pun resiko tetap ada.. makanya daripada bengong-bengong mending disambi buat rumusan seperti ini, maklum perkerjaan gak terlalu banyak.. tapi kualitatif kan gak selalu membendakan juga ndan, mendefinisikan secara absolut, bukti pendukung berupa kesaksian, manuskrip, uji kebohongan pada saksi, buanyak lho metode kualitatif itu.. (ini cuma gaya aja, skripsi saya juga kuantitatif koq)

    seru juga nih ya lama-lama, tapi masa yang diskusi cuma beberapa orang aja, padahal belajar itu kan perintah semua agama..

    pendefinisian secara Absolut untuk sesuatu yangjauh lebih besar dari kita... juga butuh waktu sangat lama....
    saat ini untuk mendefinisikan... rangkaian terjadinya alam semesta saja... masih terus dipertanyakan.....

    namun akhirnya... muncul banyak pemahaman.... bahwa... jika tidak mampu didefinisikan... maka itu tidak ada....
    padahal mereka ilmuwan.... pendekatan ilmuwan seharusnya melihat pola....
    sebagai contoh.... listrik sudah ada sejak zaman adanya bumi....
    manusia baru bisa memahaminya di abad ke 17. dan baru bisa memanfaatkannya di awal abad ke 18....
    sebelum itu... jangan kan memanfaatkan... ataupun mendefinisikan.... mengetahui bahwa listrik itu ada... juga kesulitan.....

    lalu kembali lagi.... Tuhan... selalu dikatakan ada... lalu selama berabad2... orang berusaha mendefinisikannya.... ini kesalahannya...
    tentu saja... bayangkan orang zaman purba... tiba-tiba.... dengan mesin waktu doraemon.... kita kasih.... senter....
    apakah mereka tahu listrik...???? dapatkan mereka mendefinisikan itu...????
    sayah berani bertaruh... mereka tidak bisa.....
    mempergunakannya saja dengan rasa takut.... bahkan mungkin dianggap pemberian dewa cahaya/ dewa matahari....

    lalu bagaimana mendefinisikan Tuhan... caranya... ya Tuhan sendiri yang seharusnya memberi tahukan....
    nah Tuhan.... telah memberikan itu....
    Tuhan telah mengajari para nabi dan rasulnya... menurunkan ajaran melalui kitabnya.... untuk menjelaskan sejelas2nya tentang siapa Tuhan....

    dan seharusnya definisi itulah yang diambil.... sebagai definisi KeTuhanan secara Absolut....

    dengan banyaknya keragaman ajaran/pegajaran dan kitab....
    lalu pilih yang mana....????  dan itulah yang menjadi masalah selanjutnya.....
  • sutisna menulis:

    pendefinisian secara Absolut untuk sesuatu yangjauh lebih besar dari kita... juga butuh waktu sangat lama....
    saat ini untuk mendefinisikan... rangkaian terjadinya alam semesta saja... masih terus dipertanyakan.....

    namun akhirnya... muncul banyak pemahaman.... bahwa... jika tidak mampu didefinisikan... maka itu tidak ada....
    padahal mereka ilmuwan.... pendekatan ilmuwan seharusnya melihat pola....
    sebagai contoh.... listrik sudah ada sejak zaman adanya bumi....
    manusia baru bisa memahaminya di abad ke 17. dan baru bisa memanfaatkannya di awal abad ke 18....
    sebelum itu... jangan kan memanfaatkan... ataupun mendefinisikan.... mengetahui bahwa listrik itu ada... juga kesulitan.....

    lalu kembali lagi.... Tuhan... selalu dikatakan ada... lalu selama berabad2... orang berusaha mendefinisikannya.... ini kesalahannya...
    tentu saja... bayangkan orang zaman purba... tiba-tiba.... dengan mesin waktu doraemon.... kita kasih.... senter....
    apakah mereka tahu listrik...???? dapatkan mereka mendefinisikan itu...????
    sayah berani bertaruh... mereka tidak bisa.....
    mempergunakannya saja dengan rasa takut.... bahkan mungkin dianggap pemberian dewa cahaya/ dewa matahari....

    lalu bagaimana mendefinisikan Tuhan... caranya... ya Tuhan sendiri yang seharusnya memberi tahukan....
    nah Tuhan.... telah memberikan itu....
    Tuhan telah mengajari para nabi dan rasulnya... menurunkan ajaran melalui kitabnya.... untuk menjelaskan sejelas2nya tentang siapa Tuhan....

    dan seharusnya definisi itulah yang diambil.... sebagai definisi KeTuhanan secara Absolut....

    dengan banyaknya keragaman ajaran/pegajaran dan kitab....
    lalu pilih yang mana....????  dan itulah yang menjadi masalah selanjutnya.....
    kali ini pendapat kita berlawanan, kebetulan saya mengenal TUHAN itu secara warisan, dan pernah disekolahkan khusus untuk belajar hal itu, lalu saat kecanduan narkoba saya juga harus belajar mengenai hal itu lagi, tapi apa yang saya terima itu semua untuk kelas lanjutan bukan untuk kelas dasar, sedangkan yang diperlukan belakangan ini adalah kelas dasar, kenapa? karena semakin kesini semakin banyak individu yang menuhankan logika karena mereka tidak menemukan, mengapa mereka tidak menemukan TUHAN? konsep ketuhanan yang ada terlalu rumit dan khusus untuk dipahami.

    Saya sendiri merasa buang-buang waktu 30 tahun untuk mengetahui hal ini, sekalipun TUHAN-nya sama, namun apa yang saya temukan 1 tahun belakangan ini nyata dan jelas, sehingga memancing saya untuk lebih giat dan bertekun untuk belajar, mencari tahu dan menilik kembali apa yang sudah saya pelajari selama 30 tahun ini dengan konsep yang berbeda.

    TUHAN sebagai kebutuhan, bukan TUHAN sebagai kewajiban. AGAMA yang bukan sekedar perhitungan pahala atau dosa, namun kebaikan dan kebenaran, Rahmat sebagai kemurahan bukan hak, Syukur sebagai keharusan bukan sekedar ucapan terima kasih.

    Sementara sih begitu om @sutisna , atau secara garis besar saya ini ingin menyederhanakan sesuatu rumit sehingga lebih mudah dipahami, lebih menarik dipelajari, dan lebih menyenangkan untuk dijalankan tanpa mengabaikan 5 prinsip hukum ke TUHAN an antara lain : 
    1. Syar'i (tertulis), 
    2. Siri (dimaksud), 
    3. Tarekat (dasar dan tujuan), 
    4. Sufi (aplikasi total) dan 
    5. Syariah (ketetapan dan yurisprudensi)

    Seperti itu om.. (kalau ada salah mohon dimaklumi, karena kesempurnaan hanya milik TUHAN YME)

    CMIIW
  • Sebelum diskusi melebar jauh...

    Maka seharusnya disepakati dulu, apa DEFINISI dari TUHAN.....???
  • Mr. NeoBee menulis:
    Sebelum diskusi melebar jauh...

    Maka seharusnya disepakati dulu, apa DEFINISI dari TUHAN.....???

    entitas super,
    divine being.
    entitas maha kuasa yang dipercaya mempunyai kekuatan supernatural diatas / lebih dari manusia dan memiliki kekuasaan atas manusia
    mnrt ane ini penjelasan yg paling tepat dan masuk ke semua agama. baik dari jaman zeus, ampe sekarang

    dan ngomongin Tuhan , saya berpikir dan merasa entitas ini , antara ada dan tiada.
    maksudnya jika saya menggunakan logika. kadang saya merasa peran entitas ini ga ada . apalagi dengan pertanyaan paradox " Jika Tuhan Maha Kuasa dan Maha Segalanya, mampukah ia membuat benda yang tidak dapat DIANGKATNYA ?" yang bikin kepala muter2.
    saya pengen percaya Tuhan. sungguh. apalagi saya d besarkan dalam lingkungan yg kental klo ngomongin keTuhanan. dan di Indonesia jika orang memilih tidak percaya itu berat konsekuensinya

    tp ada bbrp hal ( terutama dalam logika ) yang membuat saya sulit percaya Dia ADA
  • Jalanin aga hidup ini dengan baik- baik dan manfaat, maka Tuhan senndiri yang akan menjelaskannya kepada kita...:)
  • Jalanin aja hidup ini dengan baik- baik dan manfaat, maka Tuhan senndiri yang akan menjelaskannya kepada kita...:)
  • menurut saya tidak perlu di perdebatkan dan di pertanyakan....percaya atau tidak itu saja.terima kasih
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori