Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Renungan Harian M4JChrist -- Melayani, Mengasihi, Mengampuni, dan Memuliakan Tuhan

Renungan Harian M4JChrist -- Rabu, 8 April 2015
YANG PALING BESAR ADALAH KASIH

Baca: 1 Korintus 13:1-13

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1Korintus. 13:13)

Beberapa waktu lalu ada seorang ibu yang konseling kepada saya. Pada awalnya, karena saya melihat ada perubahan drastis dalam hidupnya, maka saya pun mengajaknya berbincang. Sebelumnya ia adalah pribadi yang ceria, murah senyum, dan rajin pelayanan. Namun, sudah lebih dari sebulan belakangan, ia tampak muram dan berbeban berat. Dalam percakapan, saya mendapatkan jawabannya. Ternyata ia merasa kecil hati dan berdosa karena, ketika beberapa waktu lalu mengikuti kebaktian di kantornya, beberapa rekan kerjanya dapat berbahasa “asing” sementara ia tidak bisa. Belakangan baru ia tahu bahwa itu yang disebut “bahasa roh.” Beberapa di antara rekannya itu lalu mulai menggugat kekudusan hidupnya dan dosa masa lalu. Itulah yang membuatnya menjadi kalut.

Kondisi yang demikian juga terjadi di jemaat Korintus. Karena itu, Paulus menertibkan mereka. Beberapa anggota jemaat saat itu mulai membanggakan diri karena mampu berbahasa roh (glosolalia). Dalam keadaan demikian, melalui nasihat dan pengajarannya, Paulus mengatakan bahwa kasih jauh lebih penting daripada kemampuan berbahasa roh, bernubuat, berpengetahuan, bahkan dari kehidupan martir. Menurut Paulus, sifat dari kasih adalah tidak berkesudahan. Artinya, dampak dari kehidupan kasih akan terus terasa. Karena itu, Paulus kemudian menegaskan bahwa kasih lebih besar daripada iman dan pengharapan.

Kita sering merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan besar dibanding orang lain. Akibatnya, kita jatuh pada kesombongan, bahkan mengecilkan orang lain. Marilah kita hidup di dalam kasih agar kita memiliki kepekaan di dalam Tuhan dan tidak memegahkan diri.

1. Menurut Paulus, apakah ciri orang yang memiliki kasih?
2. Apakah Anda sudah memiliki kasih?

Pokok Doa: Senantiasa memiliki kasih

Dikutip dari renungan kaum muda (yfc) edisi 8 april 2015
Renungan Harian M4JChrist -- Melayani, Mengasihi, Mengampuni, dan Memuliakan Tuhan

Komentar

  • Renungan Harian M4JChrist -- Rabu, 9 April 2015
    DI BALIK PENDERITAAN

    Baca: 2 Korintus 4:7-18

    Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. (2 Korintus 4:17)

    Di Balik Penderitaan - Apakah Anda pernah belajar bermain gitar? Jika ya, Anda tentu ingat bagaimana awalnya. Jari tangan akan terasa sakit, bahkan kulit jari akan menebal, apalagi jika gitar itu menggunakan senar kawat. Sakit tentunya. Jika kita langsung menyerah pada rasa sakit dan hanya melihat pada rasa sakitnya saja, maka kita tidak akan bisa bermain gitar. Jika kita dapat melihat hal baik di balik penderitaan itu, kita akan bisa bermain gitar.

    Paulus adalah pribadi yang tidak gampang menyerah terhadap penderitaan (ayat. 8-9). Ia banyak mengalami penderitaan karena pemberitaan Injil Kristus (ayat. 11-12). Ia bahkan memandang penderitaan yang dialaminya itu sebagai penderitaan ringan (ayat. 17). Ia mampu melihat hal yang lebih berharga di balik penderitaan, yaitu kemuliaan kekal. Bagaimana Paulus memiliki pandangan yang positif terhadap penderitaan? Inilah kuncinya: “sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal” (ayat. 18). Paulus menyadari bahwa sumber kekuatan itu datangnya dari Allah dan bukan dari dirinya sendiri (ayat. 7).

    Memang menderita itu tidak enak. Mari meneladani Paulus. Ingatlah bahwa Paulus rela menderita demi pemberitaan Injil. Karena itu, jangan menyerah terhadap penderitaan. Bentuk penderitaan bisa berupa banyak hal, misalnya dimusuhi karena justru melakukan kebenaran dan kasih atau karena bekerja dengan jujur. Akan tetapi, ketika kita bisa melihat di balik penderitaan itu, pasti ada banyak hal positifnya.

    1. Mengapa Paulus memiliki pandangan positif terhadap penderitaan?
    2. Apa tantangan terbesar Anda dalam melihat sisi positif di balik penderitaan?

    Pokok Doa: Para pengabar Injil di pedalaman.

    Dikutip dari renungan kaum muda (yfc) edisi 9 april 2015
    Renungan Harian M4JChrist -- Melayani, Mengasihi, Mengampuni, dan Memuliakan Tuhan
  • Renungan Harian M4JChrist -- Sabtu, 11 April 2015
    MEMPERLENGKAPI DIRI

    Baca: Efesus 6:10-20

    Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. (Efesus 6:10)

    Memperlengkapi Diri - Salah satu hobi saya adalah mendaki gunung. Sebelum mendaki gunung ada beberapa persiapan umum yang perlu dilakukan. Pertama, kita harus tahu benar kondisi cuaca gunung yang dituju, apakah memungkinkan untuk melakukan pendakian atau tidak. Kedua, menjaga kondisi tubuh dalam keadaan prima. Ketiga, membawa logistik yang cukup. Keempat, membawa perlengkapan pendakian yang memadai. Melalui hobi ini, saya belajar bahwa sebelum melakukan sesuatu kita perlu senantiasa memperlengkapi diri. Sedikit saja mengabaikan hal-hal pada persiapan itu, maka kita tidak dapat mengatasi kesulitan yang akan terjadi kelak.

    Kepada jemaat di Efesus, Paulus menegaskan pentingnya mengenakan perlengkapan rohani agar memiliki kekuatan dalam menjalani kehidupan dan pelayanan. Perlengkapan rohani yang dimaksud adalah ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut semangat pekabaran Injil, perisai iman, ketopong keselamatan, dan pedang Roh. Melalui analogi perlengkapan perang itu, Paulus ingin mengatakan bahwa dengan perlengkapan rohani itu, kita akan memiliki keberanian dan kesetiaan di dalam menjalankan misi Allah di tengah dunia.

    Youth, ketika pekerjaan menuntut kita untuk pergi keluar kota, mungkin kita akan memperlengkapi diri dengan serius. Namun, apakah kita melakukan hal serupa dalam menjalani hari-hari kita, dengan senantiasa memberi waktu kepada Tuhan sebelum melakukan aktivitas, dalam saat teduh dan kehidupan doa? Kita selalu memiliki dalih karena ketidakdisiplinan pemeliharaan rohani kita. Padahal, kita selalu membutuhkan pimpinan dan kekuatan Tuhan di dalam menjalani kehidupan ini.

    1. Apa makna “perlengkapan rohani” yang dimaksud Paulus?
    2. Apakah Anda mengalami kesulitan dalam kedisiplinan rohani? Mengapa?

    Pokok Doa: Senantiasa memperlengkapi diri di dalam pimpinan Tuhan.

    Dikutip dari Renungan Kaum Muda (yfc) edisi Sabtu, 11 April 2015
    Renungan Harian M4JChrist -- Melayani, Mengasihi, Mengampuni, dan Memuliakan Tuhan
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori

Penawaran Terbatas

Booking.com
Liburan di ratusan ribu destinasi & puluhan ribu akomodasi di 200+ lebih negara seluruh dunia. Tentu saja dengan harga promo khusus dan terjangkau kantong anda. Silahkan coba cari dan temukan impian liburan atau akomodasi untuk bisnis anda!