Contact Us

5 Desa Wisata Menawan yang Wajib dikunjungi di Malang

Menghabiskan liburan bersama keluarga tercinta pasti akan menyenangkan. Jika bosan dengan obyek wisata yang cenderung ramai, berlibur ke desa wisata yang masih alami mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain udara yang segar mampu melepas penat, di desa wisata Anda bisa mengenal adat istiadat maupun kesenian khas dari penduduk setempat. Berikut 5 desa wisata mempesona di Malang yang wajib Anda kunjungi.


1. Kampung Wisata Kampung Kungkuk
Kampung-Wisata-Kungkuk-kampung-wisata.jpg
Kampung Wisata Kungkuk terletak di Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu, Malang. Letaknya di bagian barat Desa Punten dan diapit oleh Gunung Panderman di sebelah selatan serta Gunung Arjuno di sebelah utara, sekitar 6 km dari pusat kota Batu. Suasana alam di Kampung Wisata Kungkuk sangat alami dan eksotik. Wanawisata Kungkuk juga sangat cocok bagi penggemar outbond, camping, perkemahan, flying fox, olahraga gunung, sepeda gunung, mobil gunung, dan lain-lain.

Bagi Anda yang suka berkebun atau bercocok tanam, tidak ada salahnya mencoba wisata sekolah alam yang ada di Kampung Wisata Kungkuk. Bahkan kita dapat menikmati segarnya buah jeruk, jambu, dan apel yang bisa dipetik langsung dari pohonnya. Menariknya, para pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan serta hasil pertanian saja. Beberapa adat budaya dan ciri khas Desa Punten seperti atraksi Tari Santar, kuda lumping, dan bantengan siap menghibur wisatawan yang datang. Untuk bisa menikmati berbagai keindahan alam di Kampung Wisata Kungkuk ini kita cukup membayar Rp 65.000. Sedangkan untuk menikmati kegiatan lainnya dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 per pack.

2. Desa Wisata Kampoeng Goenoeng
desa-wisata-kampoeng-goenoeng-pt-br.fb_.me_.jpg
Desa Wisata Kampoeng Goenoeng terletak di Jalan Melati No. 9 Dusun Kapru, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu, Malang. Di sini, pengunjung bisa merasakan berwisata dengan nuansa pedesaan dan dikelilingi oleh gunung-gunung berjajar bak pagar yang begitu alami. Tak hanya panorama alam yang asri, Desa Wisata Kampoeng Goenoeng juga menyuguhkan sajian kuliner khas desa serta area adventure dan edukasi. Ada beberapa paket wisata adventure yang ditawarkan Desa Wisata Kampoeng Goenoeng. Antara lain camping, rafting, tubing, outbound, petik apel, petik sayur, petik mawar, dan perah susu sapi yang bisa dirasakan bersama keluarga, teman dan rekan kerja.

Lelah melakukan berbagai aktifitas, Anda bisa mencicipi menu masakan ala desa yang disuguhkan sebagai menu café dan resto Kampoeng Goenoeng. Di Resto Kampoeng Goenoeng yang buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB ini, pengunjung dapat menikmati beragam menu-menu masakan yang jarang sekali ditemukan di tempat lainnya. Di antaranya yaitu nasi barikan, sambal ikan dan sambal kentang yang selalu menjadi menu menggoda. Wisatawan bisa menyantap lezatnya kuliner tersebut dengan dipadu keeksotikan alam yang begitu alami. Selain makanan, ada juga menu minuman kopi gunung yang pastinya nikmat dan layak untuk dicoba.


3. Desa Wisata Poncokusumo
desa-wisata-poncokusumo-goesbike.jpg
Desa Poncokusumo merupakan daerah penghasil apel yang kualitasnya tidak kalah dari apel Batu. Desa wisata ini berada di lereng Gunung Semeru, tepatnya di sebelah selatan perbatasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Diresmikan  sebagai desa wisata pada tanggal 27 Mei 2001 oleh Bupati Malang Ir. Moch. Ibnu Rubianto, Desa Poncokusumo memiliki banyak altenatif wisata yang menarik. Antara lain wisata petik apel, pengolahan sari apel, agro bunga krisan yang indah, outbond, dan aneka kesenian daerah.   

Puas berkeliling di Desa Poncokusumo, Anda bisa menyambangi wisata petik buah belimbing di Desa Argosuko yang tak jauh dari Poncokusumo. Tak jauh dari situ, terdapat wisata petik buah lainnya yang bisa dijadikan jujugan, yakni buah jeruk. Buah lain yang bisa dinikmati di kawasan Poncokusumo yakni wisata petik buah kelengkeng. Terdapat sekitar lima desa yang telah membudidayakan perkebunan buah kelengkeng di antaranya, Desa Poncokusumo, Desa Ngadireso, Desa Pandansari, Ringinanom, dan Desa Karangnongko.


4. Desa Wisata Ngadas
view-di-desa-ngadas-eloratour.wordpress.gif
Desa Ngadas berada di wilayah Kecamatan Poncokusumo dan terletak di ujung paling timur Kabupaten Malang, berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lumajang. Uniknya, Desa Ngadas adalah satu-satunya desa yang didiami oleh suku Tengger di Malang. Tak heran, di desa ini tidak ada satupun warga yang berstatus sebagai pendatang. Di desa wisata ini, Anda dapat menyaksikan berbagai adat dan tradisi masyarakat suku Tengger yang masih terjaga yakni kuda lumping, bantengan, dan kuda kencak. Ada pula beragam upacara adat seperti Entas-Entas, Wolo Goro (upacara pernikahan), Tugel Kuncung, Tugel Gombag, upacara Pujan, Kasada, Karo, Unan-Unan, Barikan, Mayu Dusun, dan Galungan.

Selain keunikan adat istiadatnya, Desa Ngadas memiliki ragam potensi wisata alam yang sangat menarik, di antaranya Coban Trisula, Ranu Pani serta masih banyak lainnya. Dari desa ini sejauh mata memandang ke arah timur tampak pemandangan deretan puncak-puncak Semeru yang selalu mengeluarkan asap dari puncaknya. Lereng-lereng perbukitan dan lembah yang hijau dengan lanskap kebun sayur berbentuk terasering akan memanjakan mata kita. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati matahari terbit di Pananjakan atau Bromo dari Desa Ngadas. Bisa juga tracking dari Cemoro Lawang ke Bromo sejauh sekitar 3 km, atau berkeliling naik kuda dari Cemoro Lawang menuju lereng Bromo.


5. Desa Wisata Gubugklakah
sunrise-bromo-di-desa-gubugklakah-gubugklakah.jpg
Desa Wisata Gubugklakah atau yang biasa disingkat DWG berlokasi di bagian timur Kecamatan Poncokusumo, sekitar 23 km dari kota Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Desa Wisata Gubugklakah menyajikan panorama alam indah dan kesejukan khas pegunungan. Begitu memasuki gapura Desa Wisata Gubugklakah, pengunjung bisa langsung merasakan nuansa khas desa wisata ini. Sebagai desa wisata, Desa Gubugklakah memiliki beberapa destinasi yang menarik seperti Wisata Agro Apel, Coban Pancut, dan Coban Gereja.

Terdapat beberapa paket wisata yang ditawarkan Desa Gubugklakah. Di antaranya wisata petik apel dengan biaya sebesar Rp 15.000 per orang serta paket Bromo dua hari satu malam dengan biaya Rp 2.750.000 untuk 1-6 orang. Objek wisata yang akan dikunjungi dalam paket ini adalah Alun-Alun Balaikota Malang, Candi Jago, Coban Pelangi, Bromo Sunrise, Savana, dan Bukit Teletubies. Bila Anda akan ke Gunung Bromo, sempatkanlah untuk bermalam di Desa Wisata Gubugklakah ini. Kekayaan alam dan pesona desa wisata ini dijamin akan memanjakan siapa saja yang mengunjunginya. Oya, saat berada di Malang, sempatkan pula untuk menjelajahi obyek wisata menarik lainnya seperti Pantai Lenggoksono, Pantai Clungup, Omah Kayu Gunung Banyak, dan lan-lain.
Selamat liburan! :)

Komentar

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori