Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Politik Tanpa Musuh, Natsir vs Soekarno

Mohammad Natsir dan IJ Kasimo adalah contoh bahwa berlawanan secara politik, tidak perlu harus diikuti dengan permusuhan abadi secara pribadi.

Natsir dikenal sebagai tokoh partai Islam, Masyumi. Dia dikenal berkawan akrab dengan IJ Kasimo, tokoh Partai Katolik. Bergabung dalam partai politik yang berlawanan, Natsir dan IJ Kasimo selalu bergandengan tangan dalam menghadapi PKI.

berpolitik-tanpa-bermusuhan-1-natsir-dan-ij-kasimo.jpg

Saat Presiden Soekarno menawarkan konsep kabinet Kaki Empat, Natsir dan IJ Kasimo menolaknya. Partai Masyumi dan Partai Katolik sama-sama menentang PKI diikutkan ke pemerintahan.

Dalam artikel Chris Siner Key Timu di buku 100 Tahun Mohammad Natsir, dikutip merdeka.com, Senin (21/7), dijelaskan bahwa keakraban Natsir dan IJ Kasimo juga tampak dalam pergaulan sehari-hari.

Ketika hari Raya Natal, Natsir selalu berkunjung ke rumah IJ Kasimo. Kebetulan tempat tinggal mereka tidak terlalu jauh, Natsir tinggal di Jl Tjokroaminoto dan Kasimo di Jl Gresik, sama-sama Menteng. Sebaliknya pada saat Idul Fitri, Kasimo datang berkunjung ke rumah Natsir.

Natsir dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam memperjuangkan kepentingan dan ideologi. Tetapi, Natsir tidak membenci lawan-lawan politiknya. Sebagai pemimpin Masyumi, Natsir tidak mau memaksakan keyakinannya kepada pihak lain agar mengikuti ajaran Islam.

http://www.merdeka.com/peristiwa/berpolitik-tanpa-bermusuhan-1-natsir-dan-ij-kasimo.html

Komentar

  • Perbedaan pandangan Natsir dengan Soekarno sudah terjadi sejak sebelum Indonesia merdeka pada 1930. Di awal Proklamasi Natsir dan Soekarno bertemu di badan pemerintahan. Perbedaan pandangan tidak menghalangi hubungan dekat keduaya. Begitu dekatnya sehingga Natsir konon pernah menjadi pembuat pidato Soekarno.

    berpolitik-tanpa-bermusuhan-2-natsir-dan-soekarno.jpg

    Pada zaman Bung Karno, Mohammad Natsir mengalami pengucilan politik. Bahkan, tokoh Partai Masyumi ini sempat dipenjarakan. Partai Masyumi yang dipimpinnya pun dibubarkan tahun 1960 oleh Soekarno. Ada perbedaan pandangan yang tajam di antara mereka tentang bagaimana membawa bangsa Indonesia ke depan, terutama terkait dengan ideologi Pancasila dan Islam.

    Mohammad Natsir dikenal aktif dalam Petisi 50 yang menentang Orde Baru. Rekannya di Petisi 50 Chris Siner Key Timu memberi kesaksian betapa dalam setiap rapat Natsir tak pernah menyinggung-nyinggung Bung Karno apalagi menjelek-jelekkan.

    "Tidak pernah dia mengeluarkan kata-kata yang buruk soal Bung Karno. Dari situ saja sangat terlihat sifat kenegarawanannya itu," tulis Key Timu dalam buku 100 Tahun Mohammad Natsir.

    Setelah tragedi berdarah tahun 1965 pecah, Natsir juga tidak pernah berpikir menggunakan kesempatan yang ada untuk meraih kekuasaan atau demi kepentingan pribadi.

    Begitulah Natsir. Dia dikenang sebagai politisi yang santun. Perbedaan pendapat dengan lawan politik, tidak melanggengkan sikap saling dendam. Natsir tetap menganggap lawan politiknya sebagai teman.

    http://www.merdeka.com/peristiwa/berpolitik-tanpa-bermusuhan-2-natsir-dan-soekarno.html
  • kok mirip seperti siapa gitu ya yg sekarang ini..

    dejavu kah? :think:
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori