Contact Us

Risiko Hukum Mengganggu Mantan Pacar Nikah

Maaf saya mau tanya: Saya punya pacar sudah 1 tahun tetapi dia selingkuh dan memutuskan saya tanpa sebab. Lalu dia menikah dengan selingkuhannya, saya tidak terima, saya ganggu lewat telepon dan SMS. Apakah saya bisa dipidana? Mohon pencerahannya.

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

M_Id_434499_Dishonest.jpg
ilustrasi

Sebelumnya, Anda kurang menjelaskan tentang apa isi dari pembicaraan telepon dan SMS Anda secara spesifik. Oleh karena itu, kami akan memberikan beberapa kemungkinan risiko hukum yang Anda hadapi terkait perbuatan Anda yang “mengganggu” mantan pacar Anda melalui telepon dan Short Message Service (SMS) tersebut.



Perbuatan Anda yang mengganggu mantan pacar Anda melalui telepon dan mengirim SMS sulit atau tidak bisa langsung dikategorikan sebagai tindak pidana apabila tidak didukung bukti-bukti lain. Sebagai contoh, untuk tindak pidana perselingkuhan yang mengarah pada perzinahan, apabila hanya sebatas telepon dan SMS mesra, maka SMS tersebut perlu didukung dengan bukti-bukti lain. Sebagai penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, dapat Anda simak dalam artikel Ingin Gugat Cerai Karena SMS Mesra di HP Suami dan Foto Mesra Istri Bersama Pria Lain Sebagai Bukti Perzinahan.



Risiko hukum dari perbuatan Anda adalah apabila di dalam pembicaraan telepon dan SMS itu mengandung muatan mencaci maki mantan pacar Anda (misalnya perkataan kasar yang terlontar karena ia meninggalkan Anda dan menikah dengan orang lain), maka perbuatan Anda bisa dikategorikan sebagai tindak pidana penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, yang pengaturannya dapat kita jumpai dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”):



“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”



Sanksi bagi Anda jika memenuhi unsur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) berdasarkan Pasal 45 ayat (1) UU ITE. Penjelasan lebih lanjut mengenai penghinaan dan/atau pencemaran nama baik ini dapat Anda simak dalam artikel Pencemaran Nama Baik di Media Sosial, Delik Biasa atau Aduan?.



Risiko pidana lain yang mungkin Anda terima adalah terkait tindak pidana pengancaman. Apabila di dalam pembicaraan telepon maupun pesan dalam SMS yang Anda kirimkan itu mengandung muatan ancaman kekerasan atau menakut-nakuti mantan pacar Anda (misalnya ancaman akan melakukan kekerasan pada pasangan mantan pacar Anda), maka perbuatan tersebut diancam pidana sesuai Pasal 29 UU ITE:



“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.”



Menurut Pasal 45 ayat (3) UU ITE, setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). Penjelasan lebih lanjut mengenai tindak pidana ancaman ini dapat Anda simak dalam artikel Jerat Hukum Pengancaman Melalui Media Elektronik.



Di samping risiko hukum pidana yang Anda mungkin terima, secara hukum perdata, perbuatan Anda juga dapat digugat atas dasar perbuatan melawan hukum (“PMH”) sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”) yang menyatakan:



“Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian.”



Dalam hal ini, harus kembali dilihat, apakah perbuatan Anda sampai menimbulkan kerugian bagi mantan pacar Anda. Jika hal tersebut terjadi, maka mantan pacar Anda dapat menggugat Anda secara perdata.



Seperti yang sering dijelaskan dalam beberapa artikel sebelumnya, salah satunya dalam artikel Merasa Dirugikan Tetangga yang Menyetel Musik Keras-keras, dikatakan antara lain Mariam Darus Badrulzaman dalam bukunya “KUH Perdata Buku III Hukum Perikatan Dengan Penjelasan”, seperti dikutip Rosa Agustina dalam buku Perbuatan Melawan Hukum (hal. 36) yang menjabarkan unsur-unsur perbuatan melawan hukum dalam Pasal 1365 KUH Perdata sebagai berikut:

a. Harus ada perbuatan (positif maupun negatif);

b. Perbuatan itu harus melawan hukum;

c. Ada kerugian;

d. Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan melawan hukum itu dengan kerugian;

e. Ada kesalahan.



Namun demikian, menurut hemat kami, menjadi pihak ketiga dalam rumah tangga orang lain bukanlah hal yang patut untuk dilakukan. Ada baiknya Anda juga memposisikan diri Anda sebagai pasangan mantan pacar Anda saat ini yang rasanya tentu tidak menyenangkan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak lagi mengganggu mantan pacar Anda. Sebagai referensi, Anda juga dapat membaca artikel Cara Menghadapi Pacar Suami yang Mengganggu Keharmonisan Rumah Tangga.


Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

lt51655436e57b1.jpg
Tri Jata Ayu Pramesti, S.H.


http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt53a3f13f84111/risiko-hukum-jika-mengganggu-mantan-pacar-yang-sudah-menikah

Komentar

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori