Contact Us

Kabar/Berita Kampanye Tentang Jokowi-Kalla

Silahkan copy paste atau link berita/sumber lainya.
Paparkan Kelebihan atau Kelemahan..


Mulai.. :)

Komentar

  • Kalo pak Jokowi terus terang saya belum liat kelebihannya secara real karena masa jabatannya yang masih terlalu singkat di jakarta, kecuali masalah pendekatan dia terhadap warga yang memang sangat bagus sehingga warga sering mengikuti apa yang dia inginkan seperti kasus penggusuran lahan buat kepentingan publik yang berhasil memindahkan warga tanpa gejolak, tapi sayang kayak kasus tanah abang yang asalnya bagus tapi sekarang tetap aja kembali macet.

    Dari dulu saya gak suka pak JK itu karena superioritas dia dan suka tabrak aturan yang sudah disepakati. Wakil tetap wakil yang menjadi lokomotif ya tetap ketua/presiden apapun itu.
  • Pengamat: Temui Sri Sultan, Jokowi-JK Bisa Dulang Suara di DIY

    Liputan6.com, Yogyakarta - Kedatangan Jokowi-JK ke Yogyakarta untuk menemui Gubernur DI Yogyakarta Sultan HB X dinilai akan menaikkan perolehan suara. Hal ini diungkapkan pengamat politik UGM AA GN Ari Dwipayana.

    Jokowi-JK-Bertemu-Sultan-020614-nov-2.jpg

    Menurut Dwipayana, "sowan"nya Jokowi-JK ke Keraton disebutnya akan menaikkan jumlah perolehan suara bagi pasangan capres nomor urut 2 ini. Bagi Dwipayana, kedatangan Jokowi menemui Sultan secara simbolik memperlihatkan dukungan Sultan kepada Jokowi walaupun sebagai pejabat pemerintah harus tetap netral.

    Dwipayana menyebut politik simbolik yang dilakukan Jokowi-JK akan sangat berdampak positif bagi pasangan ini. Hal ini disebabkan politik simbolik dinilai masih ampuh meraup perhatian masyarakat Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah.

    "Bisa menaikkan suara khususnya di DIY dan Jateng. Ya setidaknya secara simbolik. Politik simbolik kan cukup kuat apalagi ini digunakan untuk kultur tertentu. Ya, masih bisa digunakan," ujar Dwipayana kepada Liputan6.com Senin (02/06/2014).

    Dwipayana menyebutkan dalam penyelenggaraan Pilpres 2014 nanti birokrasi juga harus netral. Netralitas pemilih tidak hanya birokrasi tetapi juga KPU, Intelijen, dan TNI Polri. Tugas pengawalan netralitas pemilih menjadi tugas berat Bawaslu nantinya.

    "Penyelenggara Pemilu harus netral, Intelijen dan TNI polri juga harus netral di samping netralitas birokrasi seperti bupati dan walikota harus dijaga. Bawaslu harus lebih kuat dan kontrol pemilu,"ujar Dwipayana.

    Pasangan Jokowi-JK sebelumnya menyambangi Yogyakarta untuk menemui Sri Sultan HB X. Sultan menyambut Jokowi-JK di kraton Kilen dan melakukan pertemuan tertutup selama satu jam. Jokowi mengaku mendapatkan banyak pesan dan harapan dari Sultan.
    (Muhammad Ali ) ;

    http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2057762/pengamat-temui-sri-sultan-jokowi-jk-bisa-dulang-suara-di-diy
  • Blusukan mulai terkenal sejak Joko Widodo aka Jokowi menjadi Gubernur, kite warga Jakarta sangat senang dan suka dengan gaya kepemimpinan Jokowi, yang mau blusukan masuk ke kampung-kampung, terjun langsung menyapa warga Jakarta..dan ketika ditanya kenapa blusukan, alasannya simple dan mengena yaitu ingin mengetahui aspirasi warga Jakarta dan mengetahui dengan jelas persoalan Jakarta setelah itu baru dilakukan langkah-langkah penyelesainya.

    Blusukan Gubernur DKI Jakarta yang terpilih dan dilantik di tahun 2012 sepanjang akhir tahun 2012 dan sepanjang tahun 2013 melakukan blusukan, menyapa warga Jakarta dan menampung semua aspirasi warga Jakarta serta melihat secara langsung permasalahan Jakarta yang sangat komplek...tetapi semua aspirasi warga Jakarta dan semua permasalahan Jakarta akan diselesaikan pada saat beliau menjadi Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Popularitas berkat kekuatan media berefek pada elektabilitas Jokowi meningkat, momentum ini sangat jeli dimanfaatkan oleh Parpol pengusungnya walau harus mengorbankan visi dan misi Jakarta Baru.

    Pertanyaannya apa manfaatnya Gubernur DKI jakarta melakukan blusukan untuk warga DKI Jakarta? Adakah program ? Atau adakah usaha perbaikan untuk mengatasi masalah Jakarta yang sangat komplek? Ada yaitu Kartu Jakarta Pintar (KJP) uang saku siswa sd, smp dan sma, momentum yang pas, pemberian KJP saat pilpres..
  • apa ya ketika jadi Presiden masih ada waktu tuk blusukan? apa semua daerah bs dblusuki langsung sama sang Presiden yg blusukan?

    lebih baik mengembangkan SDM yg lbh baik deh.. biar semua memiliki tanggung jawab dan ga asal2an..

    iya gak sih? :think:
  • Harga Sewa Rumah Baru Jokowi Rp 400 Juta per Tahun?

    Liputan6.com, Jakarta - Capres Joko Widodo menempati sebuah rumah di Jalan Sawo nomor 32 RT 04 RW 03, Menteng, Jakarta Pusat. Karena usai nonaktif sebagai Gubernur DKI Jakarta, pria yang karib disapa Jokowi itu harus menanggalkan fasilitas gubernurnya, termasuk rumah dinas di Jalan Taman Suropati Nomor 7 Jakarta Pusat.

    Rumah-Baru-Jokowi-020614-RN-3.jpg

    Rumah yang berada tepat di sebelah kediaman Duta Besar Sudan itu, menurut penjaga rumah nomor 15, Ganda, rumah baru Jokowi merupakan milik seorang dokter bernama Yohanes yang saat ini menetap di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ganda juga menyebutkan harga sewa kontrakan di kawasan tersebut sekitar Rp 400 Juta per tahun, termasuk rumah yang ditempati Jokowi.

    "Di sini pasaran kontrakan rumah setahun itu Rp 400 juta," kata pria yang menjadi penjaga rumah sejak tahun 2008 itu di lokasi, Senin (2/6/2014).

    Menurut Ganda, barang-barang sudah terlihat dibawa masuk ke rumah bercat putih itu sejak sepekan lalu. Bahkan, beberapa waktu sebelumnya sempat dilakukan perbaikan dan pembenahan rumah tersebut.

    Kemudian, dari 2 hari yang lalu, area rumah tersebut mulai dipadati beberapa orang berbaju batik yang berlalu lalang.

    "Baru ramainya 2 hari terakhir. Banyak yang pakai baju batik," jelas Ganda.

    Salah seorang staf Jokowi yang tiba di kediaman Jokowi yang baru dengan menggunakan mobil Innova hitam mengatakan Gubernur nonaktif itu sudah menempati rumah tersebut sejak Minggu malam bersama keluarganya. Ia pun mengungkapkan sempat mengantar Jokowi ke daerah Pasar Baru usai tiba di Jakarta dari Yogyakarta.

    "Sebentar lagi bapak ke sini," ujar pria berpakaian kemeja putih itu yang tak mau disebutkan namanya.
    (Muhammad Ali )

    http://news.liputan6.com/read/2057756/harga-sewa-rumah-baru-jokowi-rp-400-juta-per-tahunhttp://megapolitan.kompas.com/read/2014/06/03/0749315/Di.Menteng.Jokowi.Sewa.Rumah.Rp.400.Juta?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
  • Shenice menulis:
    apa ya ketika jadi Presiden masih ada waktu tuk blusukan? apa semua daerah bs dblusuki langsung sama sang Presiden yg blusukan?

    lebih baik mengembangkan SDM yg lbh baik deh.. biar semua memiliki tanggung jawab dan ga asal2an..

    iya gak sih? :think:

    Waktu soeharto di awal menjabat presiden beliau blusukan juga dengan in cognito atau melakukan penyamaran untuk melihat secara langsung apa kebutuhan rakyat Indonesia terutama yang dipedesaan, dari hasil blusukan soeharto itu, salah satunya adalah rencana pembangunan lima tahun, paling tidak Indonesia pernah swasembada pangan.Sorry lupa..blusukannya soeharto dengan jokowi beda jauh, soeharto melakukan murni untuk kepentingan bangsa dan negara karena tidak ada media yang meliput, secara sembunyi-sembunyi..jokowi harus ada media yang meliputnya..
  • big2besar menulis:
    Sorry lupa..blusukannya soeharto dengan jokowi beda jauh, soeharto melakukan murni untuk kepentingan bangsa dan negara karena tidak ada media yang meliput, secara sembunyi-sembunyi..jokowi harus ada media yang meliputnya..

    hmm :think:
  • Ini Rahasia Keluarga Jokowi

    Hariankota.com - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo atau Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961. Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo (nama kecilnya Wiji) dan Sujiatmi. Sebelum berganti nama, Joko Widodo memiliki nama kecil Mulyono. Ayahnya berasal dari desa Dukuh Kauman, Kragan, Gondangrejo, Karanganyar, dan ibunya berasal dari sebuh desa di Boyolali.

    jokowi+dan+ibunya+hariankota.jpg

    Penelusuran Hariankota.com, di tempat asal Keluarga Jokowi dari pihak ayahnya, yakni kakeknya di wilayah Gondangrejo, kakeknya bernama, Wiryo Miharjo adalah seorang kepala desa Kragan.

    Menurut haji Marbi (80), yang juga merupakan bekas bayan (kepala dusun) yang juga rekan sekerja kakek Jokowi menceritakan jika kakek Jokowi memiliki 5 orang anak.

    "Semuanya laki-laki. Anak pertama adalah Wiji (Noto Miharjo), yaitu orang tua Jokowi, alamat Sumber solo. Kedua, Wahyono di daerah Sumberlawang. Yang ke tiga Mulyono. Anak keempat Joko Sudarsono, alamat Sukoharjo. Dan yang ke lima Heru Purnomo Kauman, desa Kragan, Gondangrejo Karanganyar,'papar Marbi saat ditemui Hariankota.com, di kediamannya di Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (27/5/2014).

    Sebelum menjabat lurah kakeknya seorang penjual arang (kayu yang dibakar, dan menyisakan bekasnya berwarna hitam).

    "Kalau Jokowi itu keluarganya adalah berasal dari pemerintahan. Kakeknya yang bernama Wiryo Miharjo adalah kepala desa seumur hidup di desa Kragan," jelasnya.

    Terlebih lagi keluarga Jokowi merupakan keturanan orang berada. Kalau orang jawa menyebutnya "balung gajah" (keluarga kaya dan terhormat).

    Ayah Jokowi, masyarakat sekitar mengenalnya dengan nama Wiji (Noto Mihardjo) memiliki sebuah selepan padi (penggilingan padi) dan ibunya memiliki toko yang menjual kayu. Bahkan saudara ibu Jokowi adalah pemilik mebel besar dan terkenal di kota Solo.

    Ini berarti dalam darah Jokowi mengalir darah pemimpin dan juga pengusaha. Maka tak heran jika darah seorang pemimpin dan juga pengusaha mengalir dalam tubuhnya.

    "Sepengetahuan saya Wiji (orang tua Jokowi) pindah ke Sumber, Solo. Keluar dari Kragan ya tetap di Sumber. Ndak pernah pindah kemana-mana. Ya tetap di rumah situ sampai sekarang," jelasnya.

    Jokowi tercatat mengawali sekolahnya di SD Tirtoyoso. Bahkan guru SDnya yang bernama Ibu Sutarti Wardojo masih hidup sampai sekarang. Dan tinggal di samping RS PKU Muhammadiyah Solo.

    Setelah lulus SD, melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta. Dan ketika tercatat sabagai alumni SMA Negeri 6 Surakarta. Selama kuliah menuntut ilmu di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.

    "Ya cocoklah ngambil jurusan yang terkait dengan kayu, karena mayoritas keluarganya baik dari keluarga pihak ayah dan ibu Jokowi semua usahanya di bidang kayu," ungkapnya.

    Menurut orang yang mengenal Jokowi sedari kecil menyebutkan tidak heran jika Jokowi ternyata mampu menduduki jabatan di pemerintahan bahkan seandanya terpilih menjadi presiden. Karena keturunannya merupakan seorang pemimpin walaupun hanya setingkat lurah (Kepala Desa).

    "Bahkan saudara kakek Jokowi, tiga orang juga menduduki jabatan lurah,yaitu di Rejosari, Siwal. Jadi kalau Jokowi jadi Presiden memang sudah sewajarnya. Karena darah leluhurnya dulu adalah seorang pemimpin," pungkasnya. (Tanti)

    (Nur Rahayu)
    http://www.hariankota.com/2014/05/ssttini-rahasia-keluarga-jokowi.html
  • Buku Jokowi Spirit Bantaran Kali Anyar
    Jokowi Kecil, Rumah Digusur, Tiga Kali Pindah Kontrakan


    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
    Tak perlu ragu apakah Joko Widodo (Jokowi) akan serius bekerja hingga demi kebaikan Jakarta. Postur 'kutilang' (kurus tinggi langsing) Gubernur Jakarta terpilih ini sudah jadi bukti kalau Jokowi sampai lupa makan karena larut memikirkan tugas negara.
    Mau tahu berat badan Jokowi saat ini?

    Peluncuran-buku-Jokowi-Spirit-Bantaran-Kali-Anyar-.jpg

    "Badan saya tinggal ini. Sekarang berat badan saya tinggal 53 kilo, udah kurus, habis karena bekerja terus. Saya memang bekerja, dan bekerjanya di lapangan terus, karena sudah terbiasa begitu. Kalau nanti jadi (Gubernur DKI, - penulis) yang bisa disuruh lebih kerja keras lagi itu si Ahok, berat badannya masih bisa diturunkan," Jokowi bertutur, sebagaimana dikutip buku "Jokowi, Spirit Bantaran Kali Anyaran" terbitan PT Elex Media Komputindo.

    Sepenggal kutipan itu diucapkan Jokowi saat menemui relawan dari unsur komunitas perantau di Jakarta, dalam acara yang dilaksanakan di markas Jokowi Center di Jl. Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2012) silam.

    Ya, Joko Widodo memang super sibuk. Apalagi sejak awal tahun 2012, tepatnya setelah dia diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan sejumlah partai non-parlemen lainnya, untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta periode 2012-2018.

    Pada pemungutan suara putaran pertama 11 Juli 2012, di luar dugaan publik atas dasar ekspose hasil penelitian lembaga survei, Jokowi yang berpasangan dengan mantan Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, keluar sebagai peraih suara terbanyak. Selain menyingkirkan empat pasangan calon lainnya yang diusung partai-partai besar, Jokowi-Ahok juga mengungguli calon petahana (incumbent), Fauzi Bowo (Foke) - Nachrowi Ramli (Nara).

    Lebih fantastis lagi, di putaran kedua Pilkada Jakarta, 20 September 2012, Jokowi mencetak angka berbalikan dibanding Foke. Jokowi 54 persen lebih, sementara Foke 45 persen lebih versi sebuah Quick Count, alias berselisih lebih tinggi sembilan persen!
    Banyak orang bertanya, bagaimana ia membagi energinya sebagai Walikota Solo dan memikirkan pemenangan Pilkada Jakarta?

    "Sabtu - Minggu saya ada di Jakarta, sedangkan Senin-Jumat saya di Solo," kata Jokowi. Dia wara-wiri Solo-Jakarta menggunakan pesawat terbang, yang ongkosnya menggunakan dana pribadi, yang ia peroleh selaku pengusaha ekspor-impor mebel, bukan memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Surakarta.
    Dalam administrasi pemerintahan, kota yang dipimpinnya disebut Surakarta, tetapi masyarakat lebih mengenal kota perjuangan ini dengan sebutan Solo. Jumat sore, biasanya dia sudah tiba di Jakarta untuk melaksanakan kegiatan yang sangat padat, terutama berkunjung ke kampung-kampung dan gang-gang hunian warga, mengenalkan diri dan menyosialisasikan ide-ide serta program kerja.
    Menurut Jokowi, usaha dan kerja keras yang dia lakukan adalah untuk sungguh-sungguh merealisasikan janjinya kepada warga Solo, yakni sebagai pemimpin yang melayani, bukan dilayani. "Memimpin harus dengan hati. Pertama-tama memangku warga, memanusiakan, meperlakukan mereka sebagai manusia, bukan sebagai sampah," kata Jokowi.

    Buku "Jokowi, Spirit Bantaran Kali Anyar" memang berusaha lebih banyak mengulas kiprah Jokowi di luar panggung politik.

    Dari sekitar 25 orang yang ditemui dan diwawancara penulis, antara lain warga, pedagang kaki lima, teman sepermainan sejak SD sampai SMP, teman satu sekolah, mantan guru, mantan pengasuh, hingga pejabat Pemkot Solo, Jokowi dilihat sebagai seorang pemimpin yang rendah hati dan pendiam. Walau begitu, Jokowi dianggap sebagai pemimpin besar yang berhasil, pejabat yang merakyat, peduli, bersih, dan antikorupsi.

    Mengenai penilaian terhadap keberhasilannya, Jokowi berkata, "Saya pekerja, bukan politisi. Saya hanya berkerja dan bekerja. Saya tidak peduli penilaian orang, mau jelek, mau gagal, mau berhasil, yang penting saya bekerja."

    Kepemimpinan yang dimiliki itu bukan turun dari langit, namun terinternalisasi seiring sejalan dengan pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam hidupnya. "Saya ini orang miskin, anak tukang kayu. Masa kecil saya, kami tinggal di bantaran kali. Tiga kali orangtua saya berpindah-pindah, mengontrak, karena tidak punya rumah. Waktu di bantaran kali itu juga, rumah kami digusur pemerintah Solo, dan tidak diganti rugi. Itu semua memengaruhi saya," kata Jokowi.

    Dia menambahkan, "Pemimpin yang lahir dalam keluarga kaya raya, dengan orang miskin tentu beda. Omongan boleh dibuat-buat, tetapi gestur tubuh dan mimiknya tidak bisa berbohong," kata Jokowi kepada penulis saat berada di mobil dinas wali kota Solo dalam perjalanan dari Terminal Tironadi di Jalan Ahmad Yani, menuju rumah dinas di Loji Gandrung, Jalan Slamet Riyadi.

    Kalau ada orang lain yang menilai karyanya sebagai orang sukses, Jokowi tidak melarang. "Saya tidak mau memuji diri sendiri, tidak baik," kata laki-laki yang sudah 7 tahun memimpin kota Solo. Wali kota yang berpasangan dengan FX. Hadi Rudyatmo ini terpilih sejak 2005, dan terpilih lagi tahun 2010. Mereka berdua memimpin dengan tanpa mengambil gaji untuk dibawa ke rumah.

    Struk gaji ditandatangani, tetapi pengelolaan uang itu berada sepenuhnya di tangan sekretaris, yang kegunaannya pun seutuhnya diberikan untuk bantuan warga. Bekerja tanpa pamrih, Jokowi tidak mau disebut pekerjaannya sebagai wali kota dikatakan sebagai bentuk pengabdian.

    "Jangan pengabdian, terlalu tinggi. Kalau yang tinggi-tinggi, pengabdian, untuk politisi saja, sedangkan saya orang kerja. Terlalu tinggi pengabdian buat saya," kata Jokowi yang tidak berkenan disebut sebagai politisi.

    http://www.tribunnews.com/lifestyle/2012/09/21/jokowi-kecil-rumah-digusur-tiga-kali-pindah-kontrakan
  • Saat SMA, Jokowi Dua Kali Ganti Motor

    TEMPO.CO , Solo- Terlahir sebagai anak dari seorang pengusaha kayu, calon presiden Joko Widodo termasuk siswa yang tergolong berkecukupan saat masih remaja. Dia menjadi salah satu dari segelintir siswa SMA 6 Surakarta yang memiliki sepeda motor. "Waktu itu murid yang bawa motor bisa dihitung jari," tutur bekas teman sekelasnya, Mahmud Nur Windu saat ditemui di sela-sela doa bersama alumni untuk Jokowi di Taman Balekambang, Sabtu 24 Mei 2014.

    257886_620.jpg

    Pada saat menjadi siswa baru, Jokowi memiliki sepeda motor bebek jenis Yamaha V75. Motor bermesin 75 cc itu menjadi tunggangan Jokowi tiap pergi ke sekolah. "Seingat saya motor bebeknya berwarna merah," kata Mahmud.

    Naik ke kelas dua, Jokowi akhirnya berganti motor dengan tipe sport. "Motornya berjenis Yamaha RS berwarna hijau," katanya. Motor tersebut digunakan oleh Jokowi hingga lulus sekolah.

    Sedangkan pada saat itu Mahmud biasa ke sekolah dengan naik sepeda. "Saya sering ditarik dari sekolah sampai kawasan Kottabarat," katanya. Sampai tempat tersebut mereka berpisah lantaran arah rumahnya berlainan.

    Meski memiliki motor, Jokowi jarang main ke luar rumah maupun nongkrong bersama teman-temannya. "Kalau main paling pinjam buku catatan," katanya. Justru Mahmud yang lebih sering main ke rumah Jokowi

    http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/25/269580144/Saat-SMA-Jokowi-Dua-Kali-Ganti-Motor
  • Asal Usul Capres Jokowi Dilahirkan

    Liputan6.com, Solo - Dukuh Klelesan, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, terletak sekitar 8 kilometer di utara Kota Solo, inilah asal usul keluarga calon presiden Joko Widodo, berasal.

    profil-ortu-jokowi-140604.jpg

    Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Rabu (4/6/2014), Jokowi lahir dari seorang ayah bernama Noto Wiji alias Noto Miharjo bin Wiryo Miharjo bin Mangun Dinomo. Ayah Jokowi merupakan orang Jawa asli dan beragama Islam.

    Bakat dan kecintaan Jokowi pada industri mebel dan furnitur juga berawal dari desa tersebut, desa di mana penduduknya memang memiliki keahlian di bidang perkayuan. Sebagian besar keluarga Jokowi juga berkecimpung di bidang perkayuan.

    Saat Jokowi maju menjadi capres, isu miring seputar anak desa itu terus bermunculan. Mbah Merto Tenoyo (87) yang merupakan sesepuh Desa Klelesan, punya ingatan segar terkait latar belakang orangtua Jokowi.

    Isu etnis hingga masalah agama memang kerap menerpa capres nomer 2 ini. Untuk menepis semua itu, kubu Jokowi, bahkan sempat mengeluarkan bukti surat nikah Jokowi dan istrinya Iriana, yang berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA) Islam setempat. Simak videonya di bawah ini. (Sss) -

    http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2058636/asal-usul-capres-jokowi-dilahirkan
  • Ssst, Ini Rahasia Keluarga Jokowi

    ZruvR37Wqr.jpg
    Bekas penggilingan padi milik ayah Jokowi di Dusun Kauman Desa Kragen, Gondangrejo, Karanganyar (Bramantyo/Sindonews)

    KARANGANYAR - Selama ini publik hanya mengetahui kehidupan capres yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) saat dewasa hingga karirnya di dunia politik. Namun, ternyata publik belum banyak yang mengetahui kehidupan keluarga mantan Wali Kota Solo ini sebenarnya.

    Mulai dari kehidupan keluarga Jokowi yang ternyata bukan berasal dari keluarga tak mampu yang selama ini selalu menjadi ikon kesederhanaan Jokowi. Termasuk, keluarga Jokowi yang ternyata belum pernah sekalipun merasakan sakitnya digusur, yang selama ini banyak beredar.

    Dusun Kauman Desa Kragen, Gondangrejo, Karanganyar, sebuah desa kecil yang berjarak 25 KM dari pusat Kota Karanganyar atau 15 KM dari Kota Solo, di sinilah keluarga besar Jokowi tinggal.

    Tak sulit untuk menemukan dimana keluarga Jokowi ini tinggal. Saat tiba di desa ini, mayoritas warga sudah pasti tahu dimana keluarga Jokowi tinggal. Namun sayangnya, Heru Purnomo adik bungsu dari ayah Jokowi yang masih bertahan tinggal di desa tersebut dengan membuka toko serba ada, tengah tidak berada di rumah.

    Tiba di kediaman mantan bayan (Kepala Dusun) Kragan Marbi (80). Setelah mengutarakan maksud dan kedatangan, Marbi menceritakan kalau dahulu dirinya tersebut anak buah kakek dari Jokowi, Wiryo Miharjo.

    Menurut Marbi, kalau ada yang mengatakan bila Jokowi berasal dari keluarga tak mampu, salah besar. Sebab, saat masih hidup, kakek Jokowi yang asli Karanganyar ini dahulunya adalah seorang Kepala Desa.

    "Wiryo Miharjo orang terpandang di desa ini. Beliau Kepala Desa di tempat ini. Bahkan Wiryo itu bisa dikatakan Kepala Desa seumur hidup. Saya tahu pasti itu, karena saya dulunya bawahan Wiryo," papar Marbi saat ditemui di kediamannya, di Dusun Kauman Desa Kragen, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (27/5/2014).

    Marbi mengatakan selain Wiji ayah dari Jokowi, Wiryo Miharjo memiliki lima orang anak yaitu Wahyono, Mulyono, JokO Sudarsono, Heru Purnomo. Dan ayah Jokowi sendiri,Wiji merupakan anak tertua dari lima bersaudara tersebut.

    Menurut Marbi, meskipun memiliki lima orang anak, Wiryo Miharjo tak kesulitan dalam menafkahi. Pasalnya seluruh anak-anak Wiryo, termasuk ayah Jokowi diberi satu persatu warisan.

    "Ayah Jokowi sendiri, Wiji, diberi selepan (penggilingan padi) sebelum akhirnya selepan itu dijual ke saya pada tahun 1977 seharga Rp6 juta. Penggilingan padi itu dijual bukan karena kesulitan ekonomi, tapi karena Wiji pindah ke Sumber Solo, sekitar 30 tahun yang lalu," paparnya.

    Meskipun Wiji telah menjual penggilingan padi, namun Wiryo Miharjo tetap memberikan modal kepada Wiji. Hanya saja, Marbi tak mengetahui pasti usaha apa yang diberikan Wiryo kepada anak tertuanya tersebut.

    Yang Marbi tahu, Wiji selanjutnya pindah dari Karanganyar menuju tempat tinggalnya saat ini di sekitar Balaikambang hingga sekarang.

    "Terus terang saya kaget waktu dengar kalau katannya Jokowi tiga kali digusur. Setahu saya, sejak pindah hingga saat ini, rumahnya tidak pernah pindah-pindah. Ya di situ terus. Kalau tidak salah di depannya sekarang ada garasi bus Damri," ungkapnya.

    Hal senada diutarakan warga lainnya Kasurin (60) yang mengaku sangat akrab dengan Wiji, ayah Jokowi. Meskipun bukan teman seumuran dengan Wiji, karena Wiji anak kepala desa dimana dirinya tinggal, praktis sebagai warga biasa merasa bangga bisa berteman dengannya.

    "Yen wong jowo bilang, keluargane Jokowi, si Wiji kui balung gajah. Ora bener yen ono sing ngomong keluargane Jokowi kui wong ora mampu. Bondone tanah okeh ning endi-endi. (Kalau orang jawa bilang, keluarganya Jokowi, si Wiji (ayah Jokowi) itu dari keluarga mampu. Tidak benar kalau ada yang bilang keluarganya Jokowi orang tidak mampu. Harta tanah banyak dan ada dimana-mana)," paparnya.

    http://pemilu.sindonews.com/read/2014/05/28/113/867760/ssst-ini-rahasia-keluarga-jokowi
  • Saya ini orang miskin, anak tukang kayu. Masa kecil saya, kami tinggal di bantaran kali. Tiga kali orangtua saya berpindah-pindah, mengontrak, karena tidak punya rumah. Waktu di bantaran kali itu juga, rumah kami digusur pemerintah Solo, dan tidak diganti rugi. Itu semua memengaruhi saya," kata Jokowi.
    Kalau Jokowi itu keluarganya adalah berasal dari pemerintahan. Kakeknya yang bernama Wiryo Miharjo adalah kepala desa seumur hidup di desa Kragan," jelasnya.

    Terlebih lagi keluarga Jokowi merupakan keturanan orang berada. Kalau orang jawa menyebutnya "balung gajah" (keluarga kaya dan terhormat).

    Ayah Jokowi, masyarakat sekitar mengenalnya dengan nama Wiji (Noto Mihardjo) memiliki sebuah selepan padi (penggilingan padi) dan ibunya memiliki toko yang menjual kayu. Bahkan saudara ibu Jokowi adalah pemilik mebel besar dan terkenal di kota Solo.

    Ini berarti dalam darah Jokowi mengalir darah pemimpin dan juga pengusaha. Maka tak heran jika darah seorang pemimpin dan juga pengusaha mengalir dalam tubuhnya.

    "Sepengetahuan saya Wiji (orang tua Jokowi) pindah ke Sumber, Solo. Keluar dari Kragan ya tetap di Sumber. Ndak pernah pindah kemana-mana. Ya tetap di rumah situ sampai sekarang," jelasnya.

    Hmmm....mana yang benar beritanya?
  • beritanya jadi rancu gini... malah bingung :confused:
  • big2besar menulis:

    Hmmm....mana yang benar beritanya?
    Shenice menulis:
    beritanya jadi rancu gini... malah bingung :confused:

    Silahkan tanya wong solo yg dekat/sedesa dengan kluarga jokowi. pasti akan njawab "Iya.. Jokowi memang berasal dari kluarga wong sugih"
  • Karipan menulis:


    Silahkan tanya wong solo yg dekat/sedesa dengan kluarga jokowi. pasti akan njawab "Iya.. Jokowi memang berasal dari kluarga wong sugih"

    jadi ingat Wong Edhan, dimana ya sekarang ? kok ga pernah nongol lagi ? :D
  • Karipan menulis:
    Silahkan tanya wong solo yg dekat/sedesa dengan kluarga jokowi. pasti akan njawab "Iya.. Jokowi memang berasal dari kluarga wong sugih"

    berarti bohong dong jokowi ngaku orang miskin? kualat nanti
  • Biar adil, ini saya bagi aja jabatannya
  • Sebelum jadi president ada baiknya Pak Jokowi Ikut mengawal kasus busway / rktb Rekondisi..

    Takutnya kalau Pak Jokowi Jadi President, nanti negara ini di penuhi barang2 rekondisi..

    Tank rekondisi, Pesawat rekondisi, radar rekondisi, kapal selam rekondisi,,

    dan nanti terima dolar dari investor dolar rekondisi....
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori