Contact Us

Demokrasi Bertentangan Dengan Akidah Islam

[size=medium]jubir-hti-ismail-yusanto.jpg

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berpendirian untuk menolak demokrasi. Lalu mengapa menolak demokrasi? Bukankah di negera seperti Mesir, Tunisia, Palestina, Jordania, Aljazair dan sebagainya menjadikan demokrasi sebagai kendaraan politik untuk mencapai tujuan, sehingga Islam berkembang di sana, dan menguasai suatu negara. Bagaimana penjelasan HTI mengenai hal tersebut?

Menurut Juru Bicara HTI Ismail Yusanto, demokrasi sebagai sebuah paham atau sistem, intinya adalah paham kedaulatan rakyat. Maknanya adalah siapa yang memiliki hak membuat hukum, hak menetapkan benar salah, hak menetapkan halal haram, maka hak itu ada pada rakyat dan wakil rakyat.

“Lalu apakah bisa dibenarkan jika hak membuat hukum, menetapkan benar salah, halal haram itu pada rakyat. Tentu tidak bisa, semua itu hanya hak Allah Swt saja. Adapun manusia sebagai pelaksana, bukan sebagai pembuat hukum. Karena itu, ketika wakil rakyat (manusia) menetapkan sebuah hukum, maka sesungguhnya manusia telah menempatkan posisinya sebagai Tuhan. Itu tidak benar,” jelas Ismail.

Ditegaskan Jubir HTI, demokrasi bertentangan dengan akidah Islam. Hukum dan halal – haram itu ditetapkan Allah saja. “Kita harus menolak demokrasi, dengan dasar bertentangan dengan akidah islam. Jika demokrasi mengajarkan kedaulatan ada di tangan rakyat, sedankan Islam mengajarkan, kedaulatan ada “ditangah” Allah (syariah).”

Lalu apa sesungguhnya cita-cita politik umat Islam? Hanya sekedar berkuasa? Jika cita-citanya sebatas Islamisasi, seperti adanya bank syarah, kebebasan mengenakan kerudung, boleh jadi targetnya berhasil. Tapi jika targetnya ingin menegakkkan negara yang berlandaskan Islam secara kaffah, bukan Islamisasi, tentu merupakan cita-cita yang lebih besar. Diakui, cita-cita itu memang belum tercapai.

“Tentu kita bukan sekedar ingin berhasil, tapi mengupayakan agar thoriqah (metode) perjuangan yang dijalankkannya pun harus dengan cara yang benar. HTI sendiri berjuang mengikuti thoriqah dakwah Rasulullah, yakni berdakwah melalui pembinaan pengkaderan, sehingga lahir kader pejuang Islam yang kaffah. Interaksi dengan masyarakat sangat diperlukan agar Islam berkembang menjadi opini public, setelah itu kekuasaan dapat diraih melalui dukungan ahli quwwah ditengah masyarakat.”

Ismail Yusanto mengakui, thoriqah perjuangan HTI memang belum terbukti. Artinya, belum ada cerita berhasil menegakkan syariah Islam secara kaffah, masih dalam proses. Sementara HTI lahir tahun 1953. “Semua berpulang pada kita, pilih mana, demokrasi atau khilafah. HTI memilih syariah dan khilafah."[voa-islam/www.al-khilafah.org]

Sumber
http://suara-umat.blogspot.com/2013/05/ismail-yusanto-demokrasi-bertentangan.html#[/size]

Komentar

  • HTI sudah sampai taraf apa untuk menjalankan konsep khilafah ?
  • Susah kalau kita mau terapkan hukum Islam di Indonesia, karena bermacam suku, agama......
    Dan kalau dipaksakan bisa- bisa orang diluar Islam bisa tersinggung, karena seakan- akan tidak diakui keberadaannya...
    Dan pastinya banyak orang Indonesia yang buntung, karena mencuri/ korupsi = potong tangan....
  • [size=medium]
    oifals menulis:
    HTI sudah sampai taraf apa untuk menjalankan konsep khilafah ?

    Hal yang harus dilakukan untuk menegakkan khilafah adalah : Melalui jalan dakwah yang ditempuh dengan mengikuti thariqah dakwah Rasulullah, yaitu:

    1. Dimulai dengan pembentukan kader yang bersyakhshiyyah Islamiyyah, melalui pembinaan intensif (halqah murakkazah) dengan materi dan metode tertentu

    2. Pembinaan umat (tatsqif jamaiy) untuk terbentuknya pendapat masyarakat (al-wa’yu al-amy) tentang Islam

    3. Pembentukan kekuatan politik melalui pembesaran tubuh jamaah (tanmiyatu jizmi al-hizb) agar kegiatan pengkaderan dan pembinaan umum dapat dilakukan dengan lebih intensif, hingga terbentuk kekuatan politik (al-quwwatu al-siyasiya)

    4. Penegakan syariah dan khilafah memerlukan kekuatan politik. Kekuatan politik adalah kekuatan umat yang memilliki kesadaran politik Islam (al-wa’yu al-siyasiy al-islamy)), yakni kesadaran bahwa kehidupan bermasyarakat dan bernegara harus diatur dengan syariah Islam. Maka harus ada upaya penyadaran politik islamy masyarakat terus menerus, yang dilakukan oleh kader. Makin banyak kader, makin cepat kesadaran terbentuk sehingga kekuatan politik juga makin cepat terwujud

    5. Massa umat yang memiliki kesadaran politik menuntut perubahan ke arah Islam

    6. Di dukung oleh ahl-quwwah (polisi, militer, politisi, orang kaya, tokoh masyarakat dan sebagainya) yang melalui pendekatan intensif, setuju mendukung perjuangan syariat dan khilafah. Kekuatan politik yang didukung oleh berbagai pihak semacam ini tidak akan terbendung.

    6. Rakyat menuntut tegaknya sistem (syariah) dan kekuasaan khilafah atau penyatuan ke dalam khilafah Islam.

    Saat ini Hizbut Tahrir sampai pada tahap 3 & 4, yatu upaya penyadaran politik islami masyarakat secara terus menerus tentang kewajiban penerapan Syariah & Khilafah dalam kehidupan[/size]
  • [size=medium]
    uday menulis:
    Susah kalau kita mau terapkan hukum Islam di Indonesia, karena bermacam suku, agama......
    Dan kalau dipaksakan bisa- bisa orang diluar Islam bisa tersinggung, karena seakan- akan tidak diakui keberadaannya...
    Dan pastinya banyak orang Indonesia yang buntung, karena mencuri/ korupsi = potong tangan....

    Bagi mereka yang lain agama tidak usah khawatir, islam menjunjung toleransi, asal tidak melawan hukum kalian akan aman aman saja, tapi jika melakukan kriminal maka hukum islam berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

    Memang benar qishas merupakan bagian dari syariah wajib diterapkan. Namun ingatlah, hukuman itu hanya dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan. Mereka yang bukan pembunuh tentu tak perlu takut. Kalau masih takut, berarti dia adalah pembunuh!

    Demikian juga dengan hukuman potong tangan, cambuk, atau rajam. Hukuman potong tangan hanya dijatuhkan kepada pencuri, hukuman rajam hanya dijatuhkan kepada pezina mukhshan. Oleh karena itu, hanya pelaku kejahatan yang takut dengan hukuman tersebut!

    Jadi orang-orang baik tak perlu takut?

    Apa yang ditakutkan? Justru mereka akan aman dan terlindungi dari orang-orang jahat. Harta, darah, kehormatan, dan agama mereka terlindungi karena para penjahat itu tidak berani seenaknya melakukan kejahatan. Beratnya hukuman bagi pelaku kejahatan akan membuat mereka ngeri berbuat jahat.

    Bandingkan dengan hukum sekuler sekarang. Begitu mudah orang membunuh orang lain karena alasan-alasan yang amat remeh dan sepele. Mengapa? Di antara penyebabnya adalah ringannya hukuman bagi pelaku kejahatan. Ringannya hukuman itulah yang memelihara penjahat dan menumbuh suburkan kejahatan!

    Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan pada syariah?

    Ya ndak ada. Syariah akan membawa kebaikan, kemakmuran, dan keadilan. Dalam syariah misalnya, tambang-tambang yang depositnya melimpah merupakan milik umum. Tidak boleh boleh diserahkan kepada swasta, apalagi swasta asing. Kekayaan alam itu harus dikelola oleh negara untuk kesejahteraan rakyatnya.

    Pasar saham, pasar uang, dan riba yang selama ini menjadi sumber krisis ekonomi dilarang. Pendidikan, kesehatan, dan keamanan menjadi tanggung jawab negara yang harus dipenuhi. Dan masih banyak lagi. Semua hukum syariah itu ketika diterapkan akan menghasilkan kesejahteraan. Siapa yang tidak senang hidupnya sejahtera?[/size]
  • bagaimana cara HTI membuat penyadaran kepada rakyat untuk mempercayai konsep khilafah ditengah heterogennya keyakinan agama?.....gak mungkin non muslim mau di ajak untuk menjadi kader HTI.....bagaimana bernegosiasi dengan mereka untuk mendirikan khilafah?
  • [size=medium]
    oifals menulis:
    bagaimana cara HTI membuat penyadaran kepada rakyat untuk mempercayai konsep khilafah ditengah heterogennya keyakinan agama?.....gak mungkin non muslim mau di ajak untuk menjadi kader HTI.....bagaimana bernegosiasi dengan mereka untuk mendirikan khilafah?

    Dengan terus berusaha berdialog dan memberkan penyadaran kepada mereka bahwa:

    Islam diturunkan oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi alam semesta. Kerahmatan itu diwujudkan dengan menciptakan kebaikan untuk semua melalui kemampuan syariah Islam dalam memecahkan seluruh persoalan hidup manusia di dunia tanpa membeda-bedakan agama, mazhab, bangsa, ras, maupun jenis kelamin. Karena itu, di dalam Daulah Khilafah seluruh warga negara akan mendapatkan perlindungan atas jiwa, harta dan kehormatan tanpa diskriminasi.

    Di bawah naungan sistem Islam, umat Islam dan non Muslim bisa hidup bersama secara harmonis selama berabad-abad. Masing-masing warga negara, baik Muslim maupun non-Muslim, dapat mengemukakan pendapatnya tentang penyimpangan pelaksanaan syariah Islam atau tindak kedzaliman yang dilakukan penguasa atas diri mereka. Ketika Khalifah Umar bin Khaththab ra menyampaikan kepada orang-orang Kristen bahwa pasukan Muslim tidak mampu melindungi mereka dari serangan pasukan Romawi, dan karenanya jizyah akan dikembalikan, maka orang-orang Kristen Syam meminta agar jizyah tidak perlu dikemballikan, dan mereka akan berdoa untuk kemenangan umat Islam atas pasukan Romawi yang juga beragama Kristen.

    Pada abad kelima belas, orang-orang Yahudi Spanyol yang saat itu terusir akibat politik inkuisisi pasukan Kristen di sana, dipersilakan untuk mendirikan tempat tinggal, beribadah di Sinagog dan mendapatkan ajaran Yahudi di wilayah Daulah Khilafah. Dalam bidang kedokteran, dokter-dokter Yahudi dari sekolah kedokteran Salanca dipekerjakan oleh Khalifah di rumah sakit negara. Dalam bidang industri, banyak perusahaan kaca dan kerajinan logam yang didominasi oleh orang-orang Yahudi. Sedangkan dalam bidang perdagangan, para pedagang Yahudi, karena pengetahuan mereka yang luas tentang bahasa-bahasa asing, telah membuat Khilafah sebagai kompetitor yang sangat diperhitungkan oleh para pedagang dari Venesia. Demikianlah, Khilafah telah menjadi contoh yang sangat baik tentang bagaimana menciptakan kehidupan dalam masyarakat heterogen yang aman, damai, adil, dan sejahtera.[/size]
  • bagaimana caranya membuka dialog tersebut? dalam kapasitasnya seperti bagaimana?
  • oifals menulis:
    bagaimana caranya membuka dialog tersebut? dalam kapasitasnya seperti bagaimana?

    Dengan dialog dan menghargai keberagaman, itu adalah salah satu bentuk DEMOKRASI......
    Terus......
  • uday menulis:

    Dengan dialog dan menghargai keberagaman, itu adalah salah satu bentuk DEMOKRASI......
    Terus......

    dialog ga mesti monopoli demokrasi lah ndan.. dialog itu komunikasi dasar manusia, bukan hak milik atau identik demokrasi semata.. bahkan Rasulullah SAW jauh2 hari telah menerapkan konsep dakwah bil hikmah, dengan kebaikan, salah satunya berdialog, itu jauh sebelum nama demokrasi ada. kalau masalah dialog ada dalam demokrasi itu bagus, tapi bukan itu yg lantas bisa jadi pembenaran bahwa demokrasi = syariat.
    dan yg mungkin menjadi titik berat di sini adalah penegakan syariatnya kelak.

    adapun masalah hukum qisas, cambuk, rajam dsb, mari kita berpikir dulu TUJUAN HUKUM SEBENARNYA itu apa? apakah untuk "benar2" menghukum? ane rasa tidak... hukum yg baik adalah HUKUM YG MEMBUAT ORANG TIDAK DI HUKUM, dengan kata lain hukum yg membuat orang enggan melanggar hukum, ini lebih kepada preventif, ketimbang "mengganjar" kesalahan yg sudah dilakukan.

    seandainya syariat ditegakkan maka niscaya orang berpikir ratusan kali jika ingin melanggar syariat, dan harapannya tentu saja agar dia tidak jadi melanggar syariat jika mengetahui hukum dalam syariat itu sendiri.
  • dialog memang komunikasi dasar, tapi kita melupakan tentang kehidupan lain yang jugaa ada pro dan kontra, kita gak bicara di luar non muslim dulu, di dalam umat muslim pun masih terpecah tentang pro dan kotra, saya Alhamdulillah tetap percaya dengan sistem khilafah, semoga kita bisa menegakkan kekhilafahan, insya Allah..... oke muslim dapat di dialogkan tentang konsep ini, baik pro maupun kontra, karena masih dalam satu akidah tentu mudah.....
    setelah itu kita menuju ke non muslim, saya yakin, akan banyak yang kontra karena mungkin belum paham dengan konsep ini, sepaham pahamnya tentu akan ada perlawanan dari mereka yang non muslim karena mereka sadar ini bukanlah ajaran yang mereka yakini, disinilah letaknya, bagaimana berdialog dengan mereka? tataran teori memang gampang, aplikasinya bagaimana? ini yang jadi pertanyaan saya, bagaimana membuka dialog bagi yang nonmuslim?
  • Makanya saya rasa system yang ada di Indonesia sekarang masih layak untuk kita laksanakan.....
    Seperti kata Ndan Olip...di interen Islam sendiri sering terjadi perbedaan yang kadang bisa menimbulkan konflik, apa lagi untuk diluar Islam.....
    Mari kita tengok negara-2 yang mungkin menggunakan system yang HI sebutkan.... apakah bisa berjalan sesuai harapan ???
  • belom ada mbah negara negara di dunia ini yang memakai konsep khilafah :D .....kalo pake syariat islam ada, cuma gak tau penerapannya mbah :D .....kebanyakan yang make masih sitem kerajaan mbah, kerajaan bukan konsep khilafah.....tapi saya yakin sih khilafah pasti akan tegak, cuma caranya untuk menegakkannya yang masing masing berbeda pandangan,,,,,,
  • Negara ini bukan negara islam... salah amat jika membahas negara dengan islam di Indonesia.... gitu aja ko repot
  • sahawaeah menulis:
    Negara ini bukan negara islam... salah amat jika membahas negara dengan islam di Indonesia.... gitu aja ko repot

    juga bukan negara yang tidak mengakui agama..... gak ada salahnya umat islam membicarakan konsepnya...membagi dengan yang lainnya, jika di terima, why not? ...... semua punya hak,,,, apa hak ente memisahkan agama penganutnya dengan negara yang di diaminya?.....
  • uday menulis:
    Susah kalau kita mau terapkan hukum Islam di Indonesia, karena bermacam suku, agama......
    Dan kalau dipaksakan bisa- bisa orang diluar Islam bisa tersinggung, karena seakan- akan tidak diakui keberadaannya...
    Dan pastinya banyak orang Indonesia yang buntung, karena mencuri/ korupsi = potong tangan....

    Bermacam suku dan agama tidak menjadi masalah, karena hukum Islam tidak membatasi hak non-muslim, malah melindungi. Mungkin Ndan kurang faham tentang hukum Islam.
    Mengenai potong tangan (qishos) itu ada aturannya tidak semua pencuri harus dipotong tangan. Jika ini diterapkan pasti jumlah koruptor akan berkurang atau tidak ada
  • Dmeokrasi produk manusia
    Agama produk Tuhan,
    mana bisa gabung?
  • masalahnya buka hukum islam atau bukan tapi gimaana penegakannya. Contohnya di aceh kenapa cuma orang mabuk ,judi dan berzinah saja yg di cambuk sementara pejabat korupsi tidak?

    Terus orang non muslim takut kalo ada hukum syariat islam di jalankan di Indonesia menggantikan hukum yg sudah ada. Kenapa? coba saja lihat di Aceh yg sudah menjalankan syariat islam. Yg non muslim pun di wajibkan pakai krudung, bahkan sampe ada wilayah wajib krudung. Coba kalo di balikkan anda yg di suruh pake pakaian agama katolik/kristen/budha/hindu, mau?
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori