Contact Us

Badan Narkotika Nasional

header_bnn.gif

Visi

Komitmen negara-negara anggota ASEAN yang telah dideklarasikan bahwa ASEAN BEBAS NARKOBA TAHUN 2015 yang merupakan issue global, regional harus disikapi secara serius untuk mewujudkannya. Seiring dengan itu sesuai dengan visi bangsa Indonesia dalam pembangunan bangsa telah ditetapkan dalam Ketetapan MPR nomor : TAP/MPR/VII/2001 yaitu : ”Terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan Negara”, maka Visi yang ditetapkan Badan Narkotika Nasional sebagai focal point dalam penanganan permasalahan narkoba adalah : ”Terwujudnya masyarakat Indonesia bebas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya (narkoba) tahun 2015”..


Tujuan

Dalam rangka memberikan kerangka untuk tingkat perencanaan yang lebih rinci, seperti : penetapan sasaran, program, kegiatan dan rencana anggaran serta rencana operasional yang bersifat teknis maka perlu ditetapkan tujuan dari BNN yang dapat memberikan hasil akhir yang ingin dicapai. Disamping itu dengan penetapan tujuan organisasi (BNN) diharapkan dapat memberikan kejelasan tentang visi, misi dan isu-isu strategis. Dengan demikian tujuan yang ditetapkan adalah :
1. Tercapainya komitmen yang tinggi dari segenap komponen pemerintahan dan masyarakat untuk memerangi narkoba.
2. Terwujudnya sikap dan perilaku masyarakat untuk berperan serta dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
3. Terwujudnya kondisi penegakan hukum di bidang narkoba sesuai dengan supremasi hukum.
4. Tercapainya peningkatan sistem dan metode dalam pelayanan terapi dan rehabilitasi penyalahguna narkoba.
5. Tersusunnya database yang akurat tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
6. Beroperasinya Satuan-satuan Tugas yang telah dibentuk berdasarkan analisis situasi.
7. Berperannya Badan Narkotika Propinsi/Kabupaten/Kota dalam melaksanakan program P4GN.
8. Terjalinnya kerjasama internasional yang efektif yang dapat memberikan bantuan solusi penanganan permasalahan narkoba di Indonesia.


Sasaran

Sasaran adalah merupakan refleksi dari hasil atau capaian yang diinginkan bersifat spesifik, konkrit dan terukur atas apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan dalam kurun waktu satu tahun. Sasaran mencakup apa yang akan dicapai, kapan, dan oleh siapa. Apabila dipisahkan secara tegas, sasaran tahunan bukan merupakan bagian dari rencana strategis organisasi, namun merupakan bagian utama dari Rencana Operasional tahunan yang mendasarkan pada rencana strategis itu sendiri. Oleh karena itu dalam dokumen Strategi Nasional ini secara spesifik tidak diuraikan/ditetapkan, akan tetapi penetapan sasaran akan dijabarkan oleh masing-masing institusi dalam penyusunan Rencana Kinerja Tahunan.


Misi

1. Menentukan kebijakan nasional dalam membangun komitmen bersama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
2. Melakukan upaya-upaya pencegahan yang lebih efektif dan efisien.
3. Meningkatkan penegakan hukum dibidang narkoba secara tegas dan tuntas.
4. Meningkatkan metode terapi dan rehabilitasi dalam merehabilitasi penyalahguna narkoba.
5. Melakukan penelitian dan pengembangan dalam penyusunan database yang akurat.
6. Membangun sistem informatika sesuai perkembangan teknologi.
7. Meningkatkan peran dan fungsi Satuan Tugas Operasional.
8. Meningkatkan peran dan fungsi Badan Narkotika Propinsi/Kabupaten/Kota.
9. Meningkatkan peran serta BNN dalam pergaulan global melalui kerjasama Internasional yang efektif dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba.

www.bnn.go.id

Badan Narkotika Nasional [BNN]
Republik Indonesia

Gedung BNN
Jl. M.T. Haryono No. 11 Cawang, Jakarta Timur
Tlp. [021] 80871566, 80871567, Fax. [021] 80885225, 80871591, 80871592, JAKARTA
Call Center BNN bekerjasama dengan PT. TELKOM : 0804-1-266266
http://www.bnn.go.id
e-mail : info@bnn.go.id

Badan Narkotika Provinsi :
1. DKI Jakarta : bnpdki@bnn.go.id
2. Sulawesi selatan : bnpsulsel@bnn.go.id
3. Sulawesi utara : bnpsulut@bnn.go.id
4. Sumatera utara : bnpsumut@bnn.go.id
5. Sumatera selatan : bnpsumsel@bnn.go.id
6. Lampung : bnplampung@bnn.go.id
7. Jawa Barat : bnpjabar@bnn.go.id
8. Yogyakarta : bnpyogyakarta@bnn.go.id
9. Jawa tengah : bnpjateng@bnn.go.id
10. Jawa timur : bnpjatim@bnn.go.id'
11. Bali : bnpbali@bnn.go.id
12. Papua : bnppapua@bnn.go.id
«13

Komentar

  • KEBIASAAN BURUK BISA DIMULAI DI USIA DINI


    smok1.jpg Sejak anak bisa berkomunikasi, mereka mulai menyerap segala informasi dan menerima berbagai macam contoh yang ada di sekitarnya, baik itu dari orang tua, keluarga, lingkungan dan teman-teman. Bahkan dari sumber-sumber yang sifatnya satu arah, seperti media elektronik, film, Video juga majalah-majalah dan media advertising lain seperti iklan.Generasi muda sekarang juga sudah mengalami era kemajuan teknologi informasi, seperti internet yang mungkin tidak dialami oleh generasi pendahulunya.


    Informasi-informasi serta contoh-contoh yang mereka lihat memungkinkan untuk diserap begitu saja bahkan dimaknai sendiri sesuai dengan pemikiran mereka masing-masing. Contoh-contoh yang mungkin sudah dianggap sebagai suatu hal yang biasa dilakukan bahkan dilihat sebagai suatu gaya hidup seperti minum minuman keras beralkohol, merokok dll berpotensi untuk berlanjut kepada hal-hal lain yang mungkin akan mereka coba, sesuai dengan perkembangan psikologis anak-anak dan remaja, yang selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal yang baru.


    Seminar-seminar dan kampanye anti narkoba terus berlomba untuk lebih cepat memasyarakat dibandingkan dengan informasi sehari-hari atau bisa juga disebut sebagai "informasi jalanan" , untuk memberikan penjelasan yang sebaik-baiknya sehingga generasi muda sekarang yang mempunyai kemampuan menyerap informasi dengan cepat, mempunyai sisi pandang lain dari suatu informasi mengenai narkoba, dimana informasi-informasi yang disebarluaskan dari seminar-seminar dan kampanye anti narkoba bisa memberikan pandangan yang benar dan positif sehingga meningkatkan kewaspadaan dan menambah pengetahuan mengenai bahaya narkoba.

    smoke.jpg Data statistik yang dikumpulkan oleh Departement of Education, United States of America menyebutkan remaja di Amerika mulai merokok pada usia 12 tahun, usia 13 tahun mulai minum alkohol, dan usia 14 tahun mulai menghisap ganja. Walaupun data ini tidak menggambarkan mayoritas kebiasaan anak pada umumnya, tetapi harus diwaspadai hal ini juga terjadi di Indonesia. Beberapa contoh mudah kita temui anak-anak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang merokok, kemudian di sisi lain, sering juga kita temui anak-anak jalanan yang "ngelem" (menghisap aroma lem) dan mengkonsumsi alkohol pada usia-usia yang masih sangat muda.

    Bagian informasi produk ini bermaksud memberikan penjelasan mengenai produk-produk yang dikategorikan sebagai narkoba di Indonesia, juga undang-undang yang mengatur mengenai penyalah gunaan dan segala aktifitas yang berkaitan dengan narkoba. Juga untuk membantu gerakan-gerakan anti narkoba yang sudah dimulai, sehingga kita bisa mewaspadai, memahami, dan yang paling diharapkan adalah menolak produk-produk narkoba terutama untuk dikonsumsi diri kita sendiri dan generasi sesudah kita secara tidak benar. Cegahlah semuanya sejak dini dan pada usia dini, semuanya bisa terwujud dengan kerjasama seluruh pihak.

    "Say NO ....To Drugs"


    left2.gif

    DATABASE kliknarkoba.com
    DIREKTORAT RESERSE PIDANA NARKOBA
    Jl. Trunojoyo no.3 Jakarta 12110 INDONESIA
    Tel/Fax : 62 021 7255812 , 7392461
    Email : info@kliknarkoba.com
    All Right reserved www.kliknarkoba.com - copyright@2001
  • en.gif

    The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) is a global leader in the fight against illicit drugs and international crime. Established in 1997, UNODC has approximately 500 staff members worldwide. Its headquarters are in Vienna and it has 21 field offices as well as a liaison offices in New York. UNODC relies on voluntary contributions, mainly from governments, for 90 per cent of its budget.

    UNODC is mandated to assist Member States in their struggle against illicit drugs, crime and terrorism. In the Millennium Declaration, Member States also resolved to intensify efforts to fight transnational crime in all its dimensions, to redouble the efforts to implement the commitment to counter the world drug problem and to take concerted action against international terrorism.

    The three pillars of the UNODC work programme are:
    Research and analytical work to increase knowledge and understanding of drugs and crime issues and expand the evidence-base for policy and operational decisions;
    Normative work to assist States in the ratification and implementation of the international treaties, the development of domestic legislation on drugs, crime and terrorism, and the provision of secretariat and substantive services to the treaty-based and governing bodies; and
    Field-based technical cooperation projects to enhance the capacity of Member States to counteract illicit drugs, crime and terrorism.

    Globalization has created an environment where illicit drugs, crime and terrorism can flow easily across borders. The welfare gains to be had from open trade and flow of public goods are, however, offset by the globalization of threats to human security. UNODC s interventions are therefore designed to contribute to the following outcomes:
    Governments will be better equipped to fulfil and implement their obligations under the international treaties, particularly through effective judicial cooperation, prevention and counter measures against illicit drug production, trafficking and abuse, human trafficking and other forms of organized crime, money laundering, corruption and terrorism;
    Decisions by policy-makers will be more evidence-based, relying on more extensive and intensive knowledge of illicit drugs, crime and terrorism issues;
    Civil society and public opinion will be more firmly committed to action against the illicit drug and crime problems, relying on greater awareness and understanding of the issues.

    In pursuing its objectives, UNODC will make every effort to integrate and mainstream the gender perspective, particularly in its projects for prevention and the provision of alternative livelihoods, as well as those against human trafficking.

    UNODC is continuing its efforts to implement its operational priorities ( English, Spanish, French, Arabic, Russian and Chinese) through an integrated approach to counter drugs, crime and terrorism. The following documents provide details about the reorientation of work for stronger integration and greater synergy between UNODC's main areas of responsibility:
  • terlalu banyak masalah memang negeri ini...masalah narkoba..sama tingginya dgn korupsi..sama dengan kemiskinan..sama dengan ketimpangan....komitmen sih komitmen...tapi gak pernah terwujud..persoalannya adalah serius gak para manajer ini utk selesaikan bbagai persoalan itu
  • Narkoba VS Resserse !!!

    Petualangan kenerja aparat kepolisian Indenesia, jadinya Sabara= Sama-sama bagi rata..hiks..hiks...


    NB: Narkoba pemakainya juga aparat/pejabat...betul nggak pren!????
  • semoga seimbang plus-minus nya, oke wae......dab!
  • pokoknya yang berbau narkoba harus di bantai kalo bisa sama akar-akarnya yaitu bandar narkoba
  • FBI yes , Drugs So Phasti NO. OK
  • Indonesia tidak harus takut untuk mencegah para pemakai penyalahgunaan narkotik, maksudnya negara kita juga harus memberi penjelasan pada rakyat, obat2 jenis narkotika apa yang sah di produksi indonesia dan pengobatan untuk penyembuhan secara medis dari penyakit2 jenis apa. Supaya kita para generasi muda mengerti mengambil sikap dalam hal memilih atau mengambil sikap dalam pertimbangan keputusan2 masalah Narkotika.
  • Halo Pak Admin,

    kemarin saya ada bocoran rapatnya BNN selama 2 hari di Hotel Manhattan, 23-24 Juli
    BNN bekerjasama dgn Australia (Monash University), untuk benar2 serius dalam menanggulangi dan rehabilitasi Narkoba :)

    Oh ya sekalian info baru, ternyata pengobatan dan rehabilitasi yg udah terlanjur kena Narkoba, gratis kok di BNN. Jadi kalo gak mampu bayar, pengobatan, penyembuhan yg ketagihan GRATIS. Langsung aja datangin BNN di daerah dekat Cawang sana..

  • Karena dulunya bekas pemakai.. jadi saya cuma bisa bilang satu hal...

    Narkoba dapat menyebabkan AIDS, Serangan Tongpes, IMPOTENSI, dan Gangguan Kehamilan dan Janin. Baca Aturan Pakai.. Jika sakit atau anda ketagihan, hubungi Dokter..
  • emang buat ngeberantas gak bisa langsung , harus bertahap, BNN perlu dukungan dan kesadaran masyarakat buat ngebasmi hal-hal yang berhubungan dengan drugs
  • mudah2an bandar2 bisa diberantas habis, asal jangan polisi yg malah jadi bandar
  • mending nge-sex kali, daripada ngedrug ;D
    tapi ngesex.nya ama pasangan tetap, biar gak AIDS.

    pasangan tetap? artinya, ya KAWIN ;)
  • setuju ... NO DRUGS ... NO NARKOBA ... PORNO -> YESSSSS
  • salam kenal teman-teman ... yang narkoba memang harus di bantai sampe akar akarnya
  • Gue setuju untuk brantas narkoba n gembongnya. Tapi mana buktinya???
    Udah buanyak gembong yang ketangkep eh eh malas dilepas lagi.??
  • bakalan ada Badan Bispak Indonesia gak ya??
    hehe.. kalo badannya bagus muke bagus sih oce..
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori