Contact Us

Agama Dan Pengikut Dari Bangsanya...?

datang kembali ke FBI.... langsung ke GFT

pertanyaan yang sedikit menggelitik dalam hati..... pernah nanya di berbagai forum.... hanya saja... belum dapet jawaban yang memuaskan....
bukan mau menghujat... hanya ada hal yang disebut kok bisa ya.....

untuk agama2 yang dikenal orang indonesia... (agama2 terkenal dunia dan besar/cukup besar)
agama yahudi.... dari orang israel (nabi Musa/Moses, dan nabi Daud/David)... pengikut awalnya orang israel.... sampai sekarang mayoritas bangsa israel menjadi pemeluk yahudi....

agama Islam... dari orang arab (nabi Muhammad)... pengikut awalnya orang arab... sampai sekarang mayoritas bangsa arab menjadi pemeluk islam...

agama hindu... dari bangsa india (suku arya)... pengikut awalnya orang india (suku arya)... sampai sekarang mayoritas bangsa india (suku arya) menjadi pemeluk hindu...

agama budha... dari sidartha gautama... pengikut awalnya bangsa yang tinggal didaerah perbatasan asia tengah/selatan/tenggara (bhutan, myanmar, tibet, dan sekitarnya)... sampai sekarang wilayah bhutan, myanmar dan tiber ... mayoritasnya memeluk agama budha....

bahkan agama baru sikh (india wilayah punjab)..... sangat banyak dipeluk oleh india wilayah punjab....

namun nasrani.... dari keturunan Israel (yesus)... pengikut awalnya orang2 israel (murid2 yesus)... tapi kok... bangsa israel zaman sekarang sedikit sekali yang memeluk nasrani....????
malah dipeluk oleh mayoritas... yang dulunya bagian dari romawi... ataupun keturunan dari romawi...


bukan berarti bangsa lain tidak ada yang memeluk agama2 tersebut....
tetapi.... yang jadi pertanyaan adalah....bangsa awal pemeluk agama tersebut... sekarang masih menjadi mayoritas pemeluk....
tapi tidak dengan nasrani.... kok bisa...??? kenapa...???

sekali lagi bukan mau menghujat.... dan tolong jangan menghujat.....

Komentar

  • kok... ngak ada yang jawab...???
    FBI sekarang sepi ya...????
  • Agama kristen menjadi agama resmi kerajaan Romawi makanya menyebar ke di eropa daerah jajahan romawi,

    Sama seperti budha dan hindu di Indonesia yang dibawa oleh kerajaan china dan india
  • Mungin diskusinya agak sepi krena lagi mikirin Banjir :BLAH:
  • kalo ndak salah ndan, israel itu masih lebih suka ke agamanya leluhurnya dulu, kitab pedomannya talmud.
  • Kejawen/ Kepercayaan Kepada Tuhan YME dari Jawa Ya ??, masih banyak pengikutnya....
  • Pada mulanya, para nabi-nabi di perjanjian lama menubuatkan akan datangnya mesias sebagai puncak perjanjian antara manusia dan Tuhan. Mesias adalah istilah yang digunakan dalam Perjanjian Lama untuk menjelaskan Juru Selamat yang akan diutus oleh Allah dari keturunan Daud (lih. Mzm 132:11; Yes 11:1; Yer 23:5).

    Setelah datang Yesus yang disebut Kristus / mesias, maka umat Yahudi sendiri pun juga menolak Yesus. Hal ini sudah dinubuatkan berabad-abad sebelumnya oleh nabi Yesaya dalam kitab Yesaya 1:3. Walaupun Yohanes Pembaptis juga sudah menjelaskan kepada orang Israel siapa sejatinya Yesus (lih. Yoh 1:29-30), namun tetap saja mereka tidak percaya. Puncak penolakan umat Yahudi terhadap Yesus Kristus berujung pada peristiwa penyaliban.

    Sesudah peristiwa penyaliban, Kristus mengutus murid-muridNya untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Namun tetap saja umat Yahudi menolak Yesus sebagai mesias, dan mereka tetap menunggu mesias yang dijanjikan para nabi-nabi Perjanjian Lama sampai sekarang. Hal ini sudah dinubuatkan dalam 1 Korintus 1:23 "tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,"

    Sesuai asas keadilan, adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah yang menjadi tujuan pertama datangnya mesias, sesuai perjanjian manusia dan Tuhan. Setelah itu, baru kemudian bangsa-bangsa lain diseluruh bumi sebagai tujuan berikutnya (lih. Mark 16:15, Mat 28:19).

    Kenapa harus Romawi? Karena pada waktu itu tanah Yehuda di Yerusalem berada dibawah kekuasaan Romawi (coba baca komik Asterix :ngakak: ). Sejarah perkembangan kristen di kekaisaran romawi kemudian bisa dilihat disini. :blah:

    Semoga membantu. :)
  • bimomartens menulis:
    Pada mulanya, para nabi-nabi di perjanjian lama menubuatkan akan datangnya mesias sebagai puncak perjanjian antara manusia dan Tuhan. Mesias adalah istilah yang digunakan dalam Perjanjian Lama untuk menjelaskan Juru Selamat yang akan diutus oleh Allah dari keturunan Daud (lih. Mzm 132:11; Yes 11:1; Yer 23:5).

    Setelah datang Yesus yang disebut Kristus / mesias, maka umat Yahudi sendiri pun juga menolak Yesus. Hal ini sudah dinubuatkan berabad-abad sebelumnya oleh nabi Yesaya dalam kitab Yesaya 1:3. Walaupun Yohanes Pembaptis juga sudah menjelaskan kepada orang Israel siapa sejatinya Yesus (lih. Yoh 1:29-30), namun tetap saja mereka tidak percaya. Puncak penolakan umat Yahudi terhadap Yesus Kristus berujung pada peristiwa penyaliban.

    Sesudah peristiwa penyaliban, Kristus mengutus murid-muridNya untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Namun tetap saja umat Yahudi menolak Yesus sebagai mesias, dan mereka tetap menunggu mesias yang dijanjikan para nabi-nabi Perjanjian Lama sampai sekarang. Hal ini sudah dinubuatkan dalam 1 Korintus 1:23 "tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,"

    Sesuai asas keadilan, adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah yang menjadi tujuan pertama datangnya mesias, sesuai perjanjian manusia dan Tuhan. Setelah itu, baru kemudian bangsa-bangsa lain diseluruh bumi sebagai tujuan berikutnya (lih. Mark 16:15, Mat 28:19).

    Kenapa harus Romawi? Karena pada waktu itu tanah Yehuda di Yerusalem berada dibawah kekuasaan Romawi (coba baca komik Asterix :ngakak: ). Sejarah perkembangan kristen di kekaisaran romawi kemudian bisa dilihat disini. :blah:

    Semoga membantu. :)

    tetap saja tidak menjelaskan sesuai pertanyaan saya....
    mayoritas pengikut dari bangsanya yaitu israel... sekarang tetap memeluk yahudi... tidak memeluk nasrani....


    bagaimanapun dalam doktrin agama lain pun... daerah/bangsa tertentu adalah tujuan pertamanya... dan orang2 didunia adalah tujuan utamanya....
    contoh islam.... arab... dunia.... (tetap aja mayoritas arab memeluk Islam)
    hindu...india... dunia... (tetap aja mayoritas india memeluk hindu)
    dst
    hampir semua agama yang sayah ketahui berkarakeristik demikian....
    kecuali nasrani
  • sutisna menulis:

    tetap saja tidak menjelaskan sesuai pertanyaan saya....
    mayoritas pengikut dari bangsanya yaitu israel... sekarang tetap memeluk yahudi... tidak memeluk nasrani....


    bagaimanapun dalam doktrin agama lain pun... daerah/bangsa tertentu adalah tujuan pertamanya... dan orang2 didunia adalah tujuan utamanya....
    contoh islam.... arab... dunia.... (tetap aja mayoritas arab memeluk Islam)
    hindu...india... dunia... (tetap aja mayoritas india memeluk hindu)
    dst
    hampir semua agama yang sayah ketahui berkarakeristik demikian....
    kecuali nasrani

    Bukannya sudah jelas, bahwa bangsa Israel mayoritas beragama Yahudi. Dan orang-orang yahudi itu menolak Yesus sebagai mesias yang telah dijanjikan para nabi-nabi perjanjian lama / Taurat. Penolakan ini sudah ada sejak jaman Yesus itu sendiri sampai sekarang. Sudah saya tulis diatas, bahwa Israel akan menolak mesias seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya, dalam surat Yesaya 1:3 yang berbunyi : Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya."

    Disebut bahwa bangsa Israel sebagai anak sulung Allah (Keluaran 4:22), maka adalah bangsa Israel sebagai bangsa yang pertama kali menerima penggenapan Allah tentang datangnya mesias. Namun datangnya mesias itu sendiri juga untuk semua bangsa. Disebut Yesus juga mentahirkan orang Samaria (Lukas 17:16-19), dan kemudian mengutus murid-muridNya untuk memberitakan Injil keseluruh penjuru dunia seperti yang tertulis diatas.
  • hmm... menarik.....
    jadi intinya bangsanya Yesus sendiri menolak Yesus...??? sampai sangat lama... dan akhirnya diterima hanya orang diluar bangsa diawal turunnya nasrani tersebut (bangsa selain bangsanya Yesus).

    agak aneh.... mengingat....
    setahu sayah, beberapa agama mendapatkan penolakan di awal... tapi bangsa awal diturunkan akhirnya memang menjadi pemeluk agama tersebut.
    kebetulan sayah tidak faham awal hindu... hanya tahu daerah awal munculnya agama hindu.....
    tapi Islam awalnya ditolak oleh orang arab...tetapi orang arab itu menerimanya.... dan sekarang masih beragama Islam
    begitu pula budha... dimana sidartha gautama mendapatkan penolakan oleh bangsanya diawal2.... tapi kemudian diterima....dan menjadi agama mereka...
    sikh pun begitu... bahkan sempat terjadi huru hara... namun kemudian diterima ... dan menjadi agama mereka.
    bangsa Israelpun ... menolak musa/moses diawal..... namun akhirnya taurat menjadi kitab mereka....???

    btw.. its good answer but not enough to satisfy my "why"..??
    karena pembahasan hanya berupa kajian kitab... tidak berupa informasi ilmiah ataupun teologis sejarah yang jelas.
  • sutisna menulis:

    btw.. its good answer but not enough to satisfy my "why"..??
    karena pembahasan hanya berupa kajian kitab... tidak berupa informasi ilmiah ataupun teologis sejarah yang jelas.
    Karena ini room GTF, maka saya kira wajar jika saya memberikan pembahasan dari sudut pandang kitab suci. Mohon maaf jika jawaban saya kurang memuaskan. :)

    Namun jika anda masih kurang puas dengan kitab suci, maka ada referensi lain dari seorang ahli sejarawan yahudi di abad-abad pertama yang bernama Flavius Josephus (37-100 M). Apa yang dihadapi oleh Pontius Pilatus pada masa-masa penolakan orang yahudi kepada Yesus yang berujung penyaliban.

    Kesaksian Josephus menjadi penting, justru karena ia sendiri adalah seorang Yahudi. Sebab jika bukan imam-imam kepala dan orang Yahudi yang pertama- tama menyebabkan kematian Kristus (tetapi Pilatus), dan bahwa orang Yahudi hanya ‘kambing hitam’, maka pastilah Josephus juga menuliskan demikian. (Josephus pasti akan membela bangsanya sendiri dalam hal ini]). Selanjutnya, selain Josephus, Philo dari Alexandria (duta kaisar Caligula 299-305) juga memberi kesaksian tentang bagaimana Pilatus yang karena situasinya yang terjepit pada saat itu, menyetujui dijatuhinya hukuman mati kepada Yesus. Pilatus ingin menyenangkan hati Kaisar (dengan memasang gambarnya dalam bentuk patung/ perisai di Yerusalem) dan ingin mengikuti kemauan orang Yahudi yang dipimpinnya, agar tidak mengadukan hal- hal negatif tentang kepemimpinannya kepada kaisar. Inilah sebab yang utama, mengapa sampai ia membiarkan Kristus dijatuhi hukuman mati, yaitu agar ia dapat ‘menenangkan’ orang Yahudi yang menuntut demikian, walaupun ia sendiri sesungguhnya tidak menginginkannya, seperti tercatat di Injil. Selanjutnya untuk membaca tentang dilemma Pilatus, menurut Philo dan Josephus, bisa anda baca disini.

    Demikian fakta sejarah yang tercatat dengan jelas (bukan bersumber dari kitab suci) apa yang terjadi pada saat itu di tanah Yudea. Semoga membantu. :)
  • Lanjutkan.........................biar hidup kembali FBI ini....
  • bimomartens menulis:
    Karena ini room GTF, maka saya kira wajar jika saya memberikan pembahasan dari sudut pandang kitab suci. Mohon maaf jika jawaban saya kurang memuaskan. :)

    Namun jika anda masih kurang puas dengan kitab suci, maka ada referensi lain dari seorang ahli sejarawan yahudi di abad-abad pertama yang bernama Flavius Josephus (37-100 M). Apa yang dihadapi oleh Pontius Pilatus pada masa-masa penolakan orang yahudi kepada Yesus yang berujung penyaliban.

    Kesaksian Josephus menjadi penting, justru karena ia sendiri adalah seorang Yahudi. Sebab jika bukan imam-imam kepala dan orang Yahudi yang pertama- tama menyebabkan kematian Kristus (tetapi Pilatus), dan bahwa orang Yahudi hanya ‘kambing hitam’, maka pastilah Josephus juga menuliskan demikian. (Josephus pasti akan membela bangsanya sendiri dalam hal ini]). Selanjutnya, selain Josephus, Philo dari Alexandria (duta kaisar Caligula 299-305) juga memberi kesaksian tentang bagaimana Pilatus yang karena situasinya yang terjepit pada saat itu, menyetujui dijatuhinya hukuman mati kepada Yesus. Pilatus ingin menyenangkan hati Kaisar (dengan memasang gambarnya dalam bentuk patung/ perisai di Yerusalem) dan ingin mengikuti kemauan orang Yahudi yang dipimpinnya, agar tidak mengadukan hal- hal negatif tentang kepemimpinannya kepada kaisar. Inilah sebab yang utama, mengapa sampai ia membiarkan Kristus dijatuhi hukuman mati, yaitu agar ia dapat ‘menenangkan’ orang Yahudi yang menuntut demikian, walaupun ia sendiri sesungguhnya tidak menginginkannya, seperti tercatat di Injil. Selanjutnya untuk membaca tentang dilemma Pilatus, menurut Philo dan Josephus, bisa anda baca disini.

    Demikian fakta sejarah yang tercatat dengan jelas (bukan bersumber dari kitab suci) apa yang terjadi pada saat itu di tanah Yudea. Semoga membantu. :)

    hmmm.... tambah menarik.....
    alur kejadiannya semakin jelas merujuk pada..... kenapa....? tapi menimbulkan pertanyaan lanjutan.....

    dari fakta sejarah tersebut jelas... bahwa yesus tidak berhasil meyakinkan bangsa israel untuk menjadi nasrani (percaya terhadap yesus)bahkan berakibat penyaliban yesus.......
    lalu murid2 yesus lain bagaimana...??? mengapa mereka tidak melanjutkan perjuangan yesus meng-"nasrani"-kan bangsa israel...???
    (yang notabene adalah yang seharusnya pertama di-"nasrani"-kan... mengingat sedikitnya 90% waktu dari kotbah yesus adalah untuk bangsa israel, mengingat pula bahwa murid2 utama yesus adalah bangsa israel)
    malah berusaha meng- "nasrani" kan bangsa lain terutama romawi....???


    disisi lain sayah memahami bahwa menurut nasrani berdasarkan pemahaman kitabnya bahwa nasrani bukan hanya untuk israel.... tapi untuk diberitakan pada dunia...
    disisi lain juga bingung kenapa israelnya tidak terus diperjuangkan untuk menjadi "nasrani".....
    (padahal ... kembali.... bahwa agama2 lain berpola yang sama ... sementara nasrani berbeda)
  • sutisna menulis:

    hmmm.... tambah menarik.....
    alur kejadiannya semakin jelas merujuk pada..... kenapa....? tapi menimbulkan pertanyaan lanjutan.....

    dari fakta sejarah tersebut jelas... bahwa yesus tidak berhasil meyakinkan bangsa israel untuk menjadi nasrani (percaya terhadap yesus)bahkan berakibat penyaliban yesus.......
    lalu murid2 yesus lain bagaimana...??? mengapa mereka tidak melanjutkan perjuangan yesus meng-"nasrani"-kan bangsa israel...???
    (yang notabene adalah yang seharusnya pertama di-"nasrani"-kan... mengingat sedikitnya 90% waktu dari kotbah yesus adalah untuk bangsa israel, mengingat pula bahwa murid2 utama yesus adalah bangsa israel)
    malah berusaha meng- "nasrani" kan bangsa lain terutama romawi....???


    disisi lain sayah memahami bahwa menurut nasrani berdasarkan pemahaman kitabnya bahwa nasrani bukan hanya untuk israel.... tapi untuk diberitakan pada dunia...
    disisi lain juga bingung kenapa israelnya tidak terus diperjuangkan untuk menjadi "nasrani".....
    (padahal ... kembali.... bahwa agama2 lain berpola yang sama ... sementara nasrani berbeda)
    Israel sudah mendapatkan apa yang menjadi haknya. Doktrin kristen mengajarkan bahwa manusia sejatinya memiliki kehendak bebas (free will), apapun itu termasuk menolak atau menerima Allah. Tujuan dari murid-murid Kristus adalah memberitakan injil, dan bukan mencari pengikut. Dengan demikian jika bangsa Israel dengan suka rela menolak Kristus sebagai mesias yang dinubatkan dalam perjanjian lama, maka tidak akan ada pemaksaan lebih lanjut.

    Selain itu, pemakaian kata nasrani tidak dipakai oleh para pengikut Kristus sendiri, tetapi Kristen. Kata kristen itu sendiri berasal dari kata Kristus, artinya para pengikut Kristus. Nah, selanjutnya untuk gereja pertama (perdana) adalah gereja Katolik yang berasal dari kata “Ekklesia Katha Holos“ dalam bahasa aslinya di Kisah Para Rasul 9:31. Terjemahan selanjutnya disebut sebagai jemaat.

    Katha Holos atau Katholikos ini sendiri mempunyai arti "Universal / keseluruhan / lengkap". Gereja yang didirikan Yesus ini bukan hanya milik suku tertentu atau kelompok eksklusif yang terbatas; melainkan mencakup ‘keseluruhan‘ keluarga Tuhan yang ada di ‘seluruh dunia’, yang merangkul semua, dari setiap suku, bangsa, kaum dan bahasa (Why 7:9).

    Kesimpulannya, bangsa Israel adalah bangsa pertama yang berhak pertama kali menerima penggenapan janji Tuhan akan datangnya mesias. Keputusan untuk menerima atau menolak, biarlah menjadi panggilan setiap manusia yang mendengarnya. Tidak ada istilah meng-nasranikan atau meng-kristenkan, yang ada hanya menyebarkan kabar gembira (Injil), karena tujuan mengikuti Kristus bukan untuk memperbesar basis umat di dunia, namun untuk bersatu denganNya di kerajaan Allah. Amin.

    Semoga membantu. :)
  • hmmm....
    mungkin penggunaan kata-kata sayah salah dalam meringkaskan sesuatu makna......
    maklum... (pelajaran bahasa indonesia sayah payah, hanya 5, 6 dan maksimum 7)
    karena sayah memahaminya bahwa.....
    adalah hal yang sangat lazim digunakan orang....
    bahwa kata "peng-agama-an" bukan berarti pemaksaan.... tapi pengajaran... pemberitaan... pemberitahuan....

    dan sayah yakin itu lah yang dilakukan agama2 besar dunia... termasuk yang sayah pernah baca dilakukan oleh yesus kepada bangsa israel.
    peng-islam-an... bukan berarti memaksa masuk Islam atau sejenisnya.... tetapi memberitahukan... mengajarkan... memberitakan... memberi gambaran... tentang Islam... dan urusan menerima Islam... urusan masing2.... dan bangsa arab... (bangsa awal penyebaran)... menerimanya... dan sampai sekarang menerimanya.....

    kemudian Peng-budha-an.... bukan berarti memaksakan kehendak untuk beragama budha... tetapi mengajarkan ... memberitahukan.... memberikan gambaran... kotbah.... oleh baik sidartha gautama.. maupun murid-muridnya... dan bangsa wilayah tibet nepal burma (bangsa awal penyebaran).... menerimanya... dan seterusnya sampai saat ini... daerah tersebut menerimanya....

    kemudian peng-sikh-an... bukan berarti memaksakan kehendak untuk beragama sikh... (bahkan mereka adalah minoritas saat itu diantara hindu dan Islam)... tapi pengajaran... pemberitahuan.. kotbah...pemberitaan.... dan wilayah india bagian punjab (daerah awal penyebaran)... menerimanya... bahkan sekarang ... sebagian penduduk punjab masih memeluk agama sikh.....

    dan begitu pula agama2 dunia lainnya......

    sebagian besar agama dunia... bukan melakukan pemaksaan untuk memeluk agama itu... tetapi kehendak masing2 orang sesuai keyakinan masing2 untuk memilih agama tersebut ....
    memang ada beberapa orang yang memaksakan agama itu... tapi ini adalah kasus... bukan merupakan perintah agama itu sendiri....

    untuk masalah kata "nasrani"... ada 2 sebab sayah mengatakan ini....
    1. dalam islam... seluruh umat kristen dari berbagai denominasi.... disebutkan sebagai nasara... yang di indonesiakan sebagai nasrani....
    2. dalam hal pribadi...pernah mengalami....ada teman2 saya dari denominasi kristen tertentu...mereka marah dan ...menolak disebut kristen... mereka menyebutnya sebagai denominasi-nya...
    mereka bilang ... kami bukan kristen... kami "xxx" ....
    jadi saya selalu mengatakan untuk umat kristen seluruh denominasi.... sebagai nasrani....

    lebih lanjut....
    intinya
    israel menolak (sesuai hak mereka pribadi).... menjadi "pengikut yesus"...
    tapi ketika diberitakan pada bangsa romawi... mereka menjadi 'pengikut yesus"...

    dan akhirnya menjadi misteri yang tidak terpecahkan... "kenapanya"
    dari pertanyaan ini....
    yang jadi pertanyaan adalah....bangsa awal pemeluk agama tersebut... sekarang masih menjadi mayoritas pemeluk....
    tapi tidak dengan nasrani.... kok bisa...??? kenapa...???

    karena jika inti jawabannya... hanya
    "karena... israel menolak (dan urusan/hak mereka menolak) ....
    sementara bangsa romawi menerima... (dan urusan/hak mereka menerima)...."

    sejujurnya ... dari dulu itulah inti jawaban yang sayah terima dari berbagai forum..... makanya sayah coba tanya disini

    mudah2an ada penelitian yang komplit dan jelas... yang bisa menjelaskan secara alur pola... dan dari berbagai sudut pandang keilmuan ... sehingga mengungkapkan "kenapa" secara jelas....
  • Terima kasih untuk pertanyaannya.
    Sudah kita ketahui bahwa sejak awal bangsa Yahudi menolak Yesus. Alasan ini bisa kita ketahui karena :

    1. Herodes sebagai raja Yudea ingin membunuh Yesus sejak mulanya (Mat 2:13,16-18)

    2. Yesus berkuasa menetapkan hukum. Jika nabi lain mengatakan; "Beginilah sabda Tuhan / demikianlah sabda Tuhan", maka dengan jelas Yesus mengatakan; "Aku berkata kepadamu" (Mat 5-6). Hal ini dilakukan oleh Allah sendiri kepada Musa seperti di Keluaran 3:14 yang berbunyi; Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

    3. Banyak orang takut melihat kuasa Yesus karena mengusir setan (Mat 8:34, Mark 5:15-17, Luk 8:35-37).

    4. Yesus berkuasa mengampuni dosa. Padahal hanya Allah yang mempunyai kuasa ini, dan orang Yahudi menganggap bahwa Yesus menghujat Allah (Mat 9:2-3)

    5. Yesus berkumpul dengan orang berdosa. Hal ini tidak dilakukan oleh orang-orang yang menganggap diri mereka suci (Mat 9:11-12).

    6. Banyak orang yahudi yang tidak mempercayai mukjizat Yesus (Mat 9:33-34, Mat 12:22-24, Mat 13:58, Luk 11:14-15), dan merencanakan untuk membunuhNya (Mat 12:14)

    7. Yesus melakukan pekerjaan di hari Sabat (Mat 12 :1-8). Hari sabat adalah hari yang diagungkan orang Yahudi.

    8. Yesus mengubah ketentuan Haram dan Halal menjadi batu sandungan untuk orang Yahudi (Mat 15:11-12)

    9. Hendak melempari Yesus karena mengatakan bahwa Yesus ada sebelum Abraham (Yoh 8:58-59)

    10. Puncaknya dengan menyalibkan Yesus karena mengatakan bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup (Mat 26:63-66).

    11. Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" (Yoh 18:35)

    Sebenarnya masih ada lagi alasan lain kenapa bangsa Yahudi menolak Yesus jika kita membaca secara lengkap dan runtut kitab Injil. Jika Injil sebagai sumber dirasa kurang 'ilmiah/historis', maka sebenarnya kesaksian Injil ini juga didukung oleh catatan sejarawan abad-abad pertama. Jika TS menanyakan apakah ada bukti/sumber lain yang lebih ilmiah atau masuk akal, hehe, lebih baik saya angkat tangan.

    Untuk denominasi. Sebagai umat katolik, maka saya akan menjelaskan dari sudut pandang katolik.

    Katolik mempunyai 3 pilar (kitab suci, tradisi suci, & magisterium gereja) dan 4 tanda (satu, kudus, katolik, & apostolik). Kristus sendiri yang memilih Petrus untuk memegang kunci kerjaan surga (Mat 16:17-19), dan Petrus adalah Paus pertama. Jadi apa yang diwariskan Yesus pada Petrus, dan Petrus pada pengikutnya itu adalah yang dijaga gereja Katolik selama 2000 tahun terakhir ini (lihat 3 pilar gereja katolik).

    Sejalan waktu, banyak yang memisahkan diri dari takhta suci kepausan, dan itulah kenapa ada denominasi-denominasi dalam kristen. Ada lebih dari 28.000 denominasi, dan diantaranya mempunyai doktrin yang berbeda-beda. Walau sama-sama kristen, jangan sangka katolik itu sama dengan protestan. Serupa, namun tidak sama. Seperti halnya katolik dan islam, berbeda doktrin dan beda agama.

    Hal ini terjadi umumnya karena cara menginterpretasikan Kitab Suci yang berbeda karena tidak memegang tradisi suci (ajaran lisan) para rasul, ditambah lagi tidak mengakui magisterium (hak mengajar) gereja.

    Untuk Tradisi suci, Jemaat mula-mula “bertekun dalam pengajaran rasul-rasul… ” (Kis 2:42, lih. 2 Tim 1:14), dan ini sudah terjadi sebelum kitab Perjanjian Baru ditulis, berabad – abad sebelum kanon Perjanjian Baru ditetapkan di akhir abad ke 4. Kitab Suci juga mengatakan bahwa pengajaran para rasul disampaikan secara lisan, “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” (2 Tim 2:2); dan bahwa pengajaran para rasul tersebut disampaikan “baik secara lisan, maupun secara tertulis.” (2 Tes 2:15; lihat juga bahwa ‘ajaran yang diteruskan/ diberitakan melalui pembicaraan’ oleh para rasul inilah Tradisi suci -1 Kor 11:2, 23; 2 Yoh 12, 3 Yoh 13). “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” (Yoh 21:25). Kitab Perjanjian Baru sendiri mengacu kepada Tradisi suci, yaitu pada saat mengutip perkataan Yesus yang tidak terekam pada Injil, yaitu pada Kis 20:35, di mana rasul Paulus meneruskan perkataan Yesus “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima”; yaitu perkataan Yesus yang tidak tertulis dalam Injil.

    Lalu siapakah yang berhak/mempunyai otoritas untuk menginterpretasikan kitab suci, Rasul Petrus mengatakan bahwa ada hal-hal di dalam Kitab Suci yang memang sulit untuk dicerna (lih. Kis 8:30-31; 2 Pet 1:20-21; 2 Pet 3:15-16), dan ketidakhati-hatian dalam penafsiran akan mendatangkan kesalahan yang fatal. Berapa banyak kita mendengar dari agama lain, yang menggunakan Kitab Suci untuk menyanggah kebenaran iman Kristen, seperti tentang ajaran Tritunggal Maha Kudus, ataupun bahwa Yesus adalah sungguh- sungguh Tuhan. Disini Magisterium gereja berperan.

    Demikianlah penyebab kenapa muncul banyak denominasi dalam kristen. Capek juga ternyata mengetik sedemikian banyak .. ahaha.

    Semoga membantu. :)
  • jawaban anda dari pihak... katolik... berdasarkan kitab injil anda... menyatakan hal tersebut... sayah terima sebagai tambahan ilmu... mengingat sudut pandang keilmuan... katolik....
    dan sayah masih menunggu dari sudut pandang keilmuan lainnya.... sehingga pecahan2 fragment "kenapa"nya ...menjadi lengkap....

    ada beberapa pula yang mengungkapkan dari sudut pandang lain... yang didapat dari berbagai forum lain..... namun tapi tidak lengkap sehingga kesimpulannya menjadi sangat sederhana... maupun kabur.... namun itupun menambah melengkapi pecahan 'fragment' kenapanya....

    contoh fragment yang sayah kira cukup significant ... dari sudut pandang dalam buku 100 tokoh pengubah dunia... yang punya peranan penting penyebaran ke-"nasrani"-an di romawi adalah yang dikenal sebagai paulus...
    dimana menurut sejarah pula... bahwa paulus sendiri campuran antara romawi dan yahudi ...
    dan dari situ ada benang merah yang cukup kuat mengenai penyebaran di romawi-nya.....

    namun tetap tidak menjelaskan 'kenapanya' dari pertanyaan ini
    yang jadi pertanyaan adalah....bangsa awal pemeluk agama tersebut... sekarang masih menjadi mayoritas pemeluk....
    tapi tidak dengan nasrani.... kok bisa...??? kenapa...??

    padahal paulus sendiri tetap berdarah yahudi...

    dan karena itu masih perlu pecahan-pecahan fagment lain yang mungkin melengkapi sehingga jawaban "kenapa"-nya bisa jelas
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori