Contact Us
MERDEKA
DIRGAHAYU Republik INDONESIA - Ayo Kita Tingkatkan Persatuan & Kesatuan Bangsa. Erat Dalam Keragaman Bhinneka Tunggal Ika. Maju Bersama & Tingkatkan Etos Kerja Yang Baik Untuk Indonesia Modern Yang Tetap Berbudaya. MERDEKA!!!

Forum Bebas Indonesia

Jendral Besar A H. Nasution

Salah satu pahlawan besar yang terpinggirkan, sudah sepantasnya beliau diberi penghormatan yang layak

Komentar

  • ahnasutiondb6.jpg


    Abdul Harris Nasution (Kotanopan, 3 Desember 1918 – Jakarta, 6 September 2000) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution.

    Karir Militer

    Sebagai seorang tokoh militer, Nasution sangat dikenal sebagai ahli perang gerilya. Pak Nas demikian sebutannya dikenal juga sebagai penggagas dwifungsi ABRI. Orde Baru yang ikut didirikannya (walaupun ia hanya sesaat saja berperan di dalamnya) telah menafsirkan konsep dwifungsi itu ke dalam peran ganda militer yang sangat represif dan eksesif. Selain konsep dwifungsi ABRI, ia juga dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya. Gagasan perang gerilya dituangkan dalam bukunya yang fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare. Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya itu menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point, Amerika Serikat.

    Tahun 1940, ketika Belanda membuka sekolah perwira cadangan bagi pemuda Indonesia, ia ikut mendaftar. Ia kemudian menjadi pembantu letnan di Surabaya. Pada 1942, ia mengalami pertempuran pertamanya saat melawan Jepang di Surabaya. Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Nasution bersama para pemuda eks-PETA mendirikan Badan Keamanan Rakyat. Pada Maret 1946, ia diangkat menjadi Panglima Divisi III/Priangan. Mei 1946, ia dilantik Presiden Soekarno sebagai Panglima Divisi Siliwangi. Pada Februari 1948, ia menjadi Wakil Panglima Besar TNI (orang kedua setelah Jendral Soedirman). Sebulan kemudian jabatan "Wapangsar" dihapus dan ia ditunjuk menjadi Kepala Staf Operasi Markas Besar Angkatan Perang RI. Di penghujung tahun 1949, ia diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

    Gelar

    Pada 5 Oktober 1997, bertepatan dengan hari ABRI, Nasution dianugerahi pangkat Jendral Besar bintang lima. Nasution tutup usia di RS Gatot Soebroto pada 6 September 2000 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
  • Mantab bro...
    gue punya bukunya...
    Salah satu jenderal yang'sempet mbalelo' tapi one of the best soldier we ever had...
  • hebat hebat :top: :top: :top: :top: :top: :top: :top: :top:
  • jendral top lah... salut dengan Pokok-Pokok Perang Gerilya nya yang telah menyebar seluruh dunia....
  • apabisa menulis:
    jendral top lah... salut dengan Pokok-Pokok Perang Gerilya nya yang telah menyebar seluruh dunia....
    Iya, karya besar beliau yang dijadiakan salah satu bacaan wajib untuk sistem perang gerilya
  • Harusnya kayak beginilah yang namanya seorang tentara dan patriot sejatiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
  • Jenderal yang mempunyai keluarga yang bersahaja... waktu beliau sakit sang istri hanya membawa mobil volvo tua, tetapi sangat baik, tidak segan-segan berbagi dengan orang-orang disekitarnya.. Tinggal di rumah yang sederhana.. salut buat beliau dan keluarganya..
  • Gambar nya hilang .............. :wow:
  • wow ampe bukunya di pake di west point amerika, top neh :jempol:
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori