Contact Us

Bagaimana proses awal anda bisa beragama?

Sekedar ingin tau aza...
Setiap orang telah diberi kebebasan utk memilih beragama (satu).

Pertanyaannya adalah seputar pengalaman individu bagaimana proses awal anda bisa memilih salah satu agama utk anda yakini sampe sekarang (detik ini).

Kalo ane awalnya ikut ORTU (Keluarga).
Kemudian coba mempelajari 2 agama yg di akui negara.
Sempat belajar...... dan kemudian sekarang ane memilih utk tidak beragama dan menciptakan tuhan ane sendiri.

Monggo yg lainnya...... :D

«1

Komentar

  • Setelah ada jawaban, silakan members lain mengujinya dgn pertanyaan apa saja, bebas, sopan dan terkendali nafsunya.
  • Maap, sebelum menjawab pertanyaan TS,
    Saya akan bertanya dulu pada TS.. :D

    "dan menciptakan tuhan ane sendiri." <<< Kamsudnya gimana nih ndan? :think:
  • Terima kasih Mr Koy.

    Ane akan jawab, tapi harap utk tdk diperpanjang...
    Entar mala members lain jd sibuk bahas tuhan ane (maklum org ganteng yg beken dan masih muda n perkasa).

    Tuhan ciptaan ane sendiri = Mencitrakan.
    Ilustrasinya begini ;
    Jika sy ketemu anda (nyata), awal perkenalan dan kemudian anda sy jadikan pemimpin/tuan saya.
    Sebelum sy kenal anda pasti sy tdk akan pernah mengetahui keberadaan anda (eksistensi).
    Maka,
    Karna tuhan itu tdk dalam bentuk nyata, maka sy menciptakannya sesuai kehendak saya (PENCITRAAN).

    Nah sekarang boleh gantian anda menjawab sedikit pertanyaan thread saya?
    Monggo.....
  • Mo jawab pertanyaan TS dulu aahh...

    Ane ikut Ortu. awalnya sekedar status aja biar waktu SD jelas ikut pelajaran apa :D. SMP sedikit belajar agama di masjid kampung dan beberapa ngaji kitab kuning dikit2 meskipun sampai sekarang lupa dulu apa yg ane dapat :D. SMA jadi ababil sampai lulus SMA.

    Setelah SMA dan masuk kuliah ane pelajari lebih dalam agama ane, dan mulai mempertanyakan agama ane. semakin banyak belajar ternyata semakin banyak yang ane rasa kagak tau dengan agama ane. semakin ngerasa bahwa sedikit banget sebenarnya yg ane paham ttg keyakinan agama yg ane anut. sedikit2 mulai melirik filsafat, bukan untuk menentang keyakinan tapi justru malah semakin ane yakin dan mantap dg yg ane yakini. Saya ingat benar dulu buku filsafat yang ane baca adalah Filsafat Ketuhanan, oleh Afred North Whitehead. trus Filsafat Ketuhanan oleh Damardjati Soepadjar, ada buku sejenis dari beliau yaitu Nawang Sari. Mulai muncul banyak pertanyaan setelah itu. Filsafat ternyata tidak menjawab semua pertanyaan ane. Mulai sedikit ada "damai" saat ikut2an jama'ah tariqah di sebuah pesantren kecil. kurang lebih 6 tahun ane aktif disitu disamping aktivitas ane sbgai mahasiswa dan kader sebuah organisasi extra kampus. Perlahan-lahan rasa sentimen dan su'udzan terhadap agama lain terkikis. apalagi organisasi ane dulu salah satu pendukung pluralisme.

    Ntar lanjut lagi... ingin tau share dari komandan yg lain :)
  • walau saya kurang paham dg penjelasan sodara,
    tapi ya sudahlah.. khan sodara yg nggak mau memperpanjang ;)


    Baiklah,
    Awal / orang yang pertama mengenalkan saya pada agama adalah ORTU,
    sama kayak sodara Ts. Secara detilnya saya kurang tau, karna saya masih berbentuk bayi mungil, lucu, juga menggemaskan. :P

    Selebihnya,saya dibimbing utk mempelajari agama pemberian ORTU tsb,
    sekali dua,,,dua kali,,,saya belum paham..
    Tapi saya terus digembleng dg didikan agama tsb..
    tentunya dg berdasarkan keilmuan anak kecil.

    Sampai akhirnya (sekarang ini) saya menemukan sebuah keyakinan,
    dan keyakinan tsb saya perkuat dg kitab suci dari agama yg saya anut sewaktu kecil (dulu).

    Bahwasannya, Tiada Tuhan Selain ALLOH, dan Nabi Muhammad Sebagai Rosulnya,
    merupakan Agama Rahmatan lil alamin.

    Monggo ndan TS..
    ada yg mau dikritik nggak? :D



  • Sekilas pendapat ane tentang Tuhan:

    Tuhan tetaplah kagak terjangkau oleh kita baik lewat akal maupun secara fisik. Tuhan hanya akan "terjangkau" oleh olah ruhani yang selalu diasah dan dilatih tanpa meninggalkan kewajiban seorang manusia yang beragama. seandainya ada orang yang bisa "mencapai" Tuhan itupun adalah suatu pengalaman ruhani, bukan lewat akal apalgi fisik. di ilmu thariqat kita mengenal ada istilah "istiq'ra", bahwa semuanya adalah tidak ada dan kosong, yang ada hanya Tuhan itu sendiri. begitu seseorang bermujahadah dan telah ber-istiq'ra, maka semua dirasakannya hampa se hampa2nya. :)

    So, bagaimanapun usaha kita dalam mencapai Tuhan, ane rasa Tuhan tetaplah tidak terjangkau. bagaimana mungkin tubuh dan akal manusia yg terbatas bisa mencapai Tuhan yang Maha Tidak Terbatas... :)

    ini Tuhan dalam persepsi ane.
    mohon juga jangan perdebatkan ini, karena mungkin persepsi dasar kita ttg Tuhan akan sangat berlainan dan kagak mungkin ada titik temunya. :)
  • Sementara pernyataan2 DTS bisa di maklumi dan tdk ada kritikan dr ane.

    Seperti kata awal ane "hanya sekedar ingin tau".
    Kecuali yg hal yg aneh bin luar biasa mungkin baru akan ada pertanyaan dan kritikan.

    Monggo...
  • @ komendan Aksan:
    Boleh saya garis bawahi paparan sodara? :)

    Orang yg mencapai titik nadir layaknya tuhan, dan disebut tuhan oleh orang lain.
    Maka orang yg menyebut tuhan tsb sama juga dg mempertuhankan orang itu.

    Tuhan itu bersifat invisible / tidak kasat mata, Tuhan itu adalah sebuah Dzat yg Maha Agung << menurut saya :)
  • Tidak masalah bro Aksan99 bagaimana anda mencitrakan tuhan anda selama anda tidak "memaksakan" kenyakinan anda kepada yg lain. Apalagi dgn menjelek2kan "kenyakinan" org lain.

    Silakan anda share pengalaman anda disini.
    Jgn takut jika ada pertanyaan dan kritik dr members lain.
    Anda bisa menjawab sesuai pengalaman dan pandangan anda sendiri.
    Kekhawatiran hanya muncul ketika org tersebut berusaha utk menyamakan perspsi mereka secara paksa kpd pihak lain.

    Bagi yg sudah menjawab proses awal beragama, apa yg membuat anda semakin yakin atas kenyakinan tersebut.
    Apa karna perasaan TAKUT, sebagai PENGUAT MENTAL, MENGABULKAN PERMINTAAN, dll....?
  • ndan Koy: siiipp... bahkan pengkultusan terhadap sesuatu atau seseorang pun akan mentuhankan sesuatu atau seseorang itu. karena Tuhan yang Tidak Terjangkau bahkan oleh akal, maka selama kita beranggapan bahwa sesuatu (yg terjangkau akal atau fisik) itu "tuhan", maka "tuhan" itu bukanlah Tuhan. karena akal dan fisik kita masih bisa menjangkaunya. itulah kenapa dalam keyakinan yg ane anut, perwujudan Tuhan dalam bentuk apapun adalah palsu. :)
  • Apa yg menjadi Motivasi anda utk semakin yakin dgn beragama yg anda pilih sekarang?
    Contoh manfaatnya bagi diri anda apa?
  • Jika Tuhan tidak berwujud, kenapa anda bisa "YAKIN".

    Mungkin sebelumnya harus kembali ke pertanyaan saya yg sebelum ini yah.....

  • Maaf bro.... kedua pertanyaan ane yg di atas bisa anda jawab dan tidak.
    Karna ane masih fokus terhadap pertanyaan Topic.

    Terima kasih telah share pengalaman anda.
  • SimpleMan menulis:

    Bagi yg sudah menjawab proses awal beragama, apa yg membuat anda semakin yakin atas kenyakinan tersebut.
    Apa karna perasaan TAKUT, sebagai PENGUAT MENTAL, MENGABULKAN PERMINTAAN, dll....?

    Proses dari kita "mencari" lah yang akan membuat kita semakin yakin. karena menurut ane agama yg diwariskan melalui ortu hanyalah pengenalan awal kita terhadap agama tersebut, setelah itu bukan ortu lg yg berpengaruh, namun diri kitalah yang berproses dalam agama itu. terlepas nnti hasilnya dia semakin kuat beragama, atau pindah ke agama lain, atau bahkan meninggalkan segala bentuk agama, ane rasa itu adalah hipotesis dari sekian lama kita berproses. "hipotesis", karena ini belumlah final. masih panjang proses yg akan kita lalui, dan itu akan selalu merubah kita.

    ane lebih setuju bukan karena TAKUT, PENGUAT MENTAL, APALAGI PENGABUL PERMINTAAN, namun karena sifat manusia sendiri yg selalu dinamis lah yg akan membentuk keyakinan kita. Agama adalah salah satu perangkat kita dalam mengenal Tuhan. ada banyak perangkat lain yg bisa digunakan, dan agama adalah salah satu pilihannya.
  • SimpleMan menulis:
    Apa yg menjadi Motivasi anda utk semakin yakin dgn beragama yg anda pilih sekarang?
    Contoh manfaatnya bagi diri anda apa?

    Mungkin saya akan mencontohkan sebagian saja, biar seperti nicnam ndan TS,,SimpleMan... :blah:
    Solat adalah sarana hub. vertikal antara hamba dg Tuhannya, setelah solat lalu bermunajat / berdo'a pada-Nya..
    manfaat yg saya terima (langsung), Selepas solat, hati merasa plong,,damai,keruwetan tentang dunia seakan sirna.
    Karna apa? karna saya pasrahkan segenap jiwa raga saya hanya utk-Nya,,yg notabene menciptakan alam semesta beserta isi2nya.
    SimpleMan menulis:
    Jika Tuhan tidak berwujud, kenapa anda bisa "YAKIN".
    Mungkin sebelumnya harus kembali ke pertanyaan saya yg sebelum ini yah.....

    Sekarang saya mau tanya ke ndan Ts (lagi) :D
    Oksigen yg ndan hirup pd sekarang ini asalnya darimana?
    dan kenapa ada alam semesta dibumi ini? siapa yg menciptakannya? :D

    Monggo...
  • SimpleMan menulis:
    Apa yg menjadi Motivasi anda utk semakin yakin dgn beragama yg anda pilih sekarang?
    Contoh manfaatnya bagi diri anda apa?

    Salah satu motivasi ane ada pada pribadi Sang Nabi SAW sendiri sebagai insan kamil, bagaimana beliau disegani bukan hanya oleh pengikutnya namun juga oleh yang memusuhinya saat itu.
    Nabi SAW membawa ajaran yang sangat rasional. ini salah satu contoh ane dalam bermasyarakat dan beragama. sikap adilnya bukan hanya didasarkan pada perintah Tuhan semata, namun benar2 menimbang "keadilan" bagi umatnya pada saat itu, bagaimana beliau juga sosok sangat2 toleran dan anti kekerasan. mungkin teman2 dari FPI harus lebih mengenal sosok Nabi sebelum mereka memutuskan melakukan razia :D

    SimpleMan menulis:
    Jika Tuhan tidak berwujud, kenapa anda bisa "YAKIN".

    Mungkin sebelumnya harus kembali ke pertanyaan saya yg sebelum ini yah.....


    ane luruskan dikit yaa.. Tuhan Berwujud, namun manusia kagak bisa melihat Wujud Dzat Tuhan dengan kasat mata. karena dari akal maupun fisik kita kagak bisa menjangkau-Nya. dulu waktu masih kuliah ada banyak pertanyaan. salah satunya gini ndan: "bisakah Tuhan menciptakan sesuatu yang sangat kuat, sehingga sedemikian kuatnya sesuatu ciptaan Tuhan tersebut, sampai2 Tuhan pun kagak mampu menghancurkannya?" :D

    hehehe... ini guyonan bodoh ane dulu waktu masih ababil.. :D :shy:


  • Iya bro.... setiap org punya motivasi yg berbeda utk beragama dan bertuhan.
    Sejauh yg bro Koy n Aksan99 ceritakan masih merupakan motivasi yg positif bagi saya.
    Dan tidak perlu saya pertanyakan ato pertentangkan, sebab semua motivasinya bersifat positif.

    Utk pertanyaan bro Koy kepada sy,
    Saya tidak akan mencoba mendeskripsikan sesuatu yg sy tdk tau persis.
    Jawaban sy bisa yakin kepada tuhan ane adalah dia telah bekerja atas diri saya dan telah pernah sy dapatkan menfaatnya buat kehidupan saya. Maka dr itu sy yakin.

    Kalo pertanyaa tentang bagaimana proses alam ini tercipta.......
    Dengan alasan inilah sy tdk pernah ingin beragama. Karna manusia tidak bisa mendeskripsikan sesuatu yg dia tdk ketahui, karna ini adalah sebuah "keyakinan".

    Jadi silakan bro Koy jika ingin menjawab "Kenapa anda bisa yakin dgn yg tdk berwujud".
    Jangan terlalu melebar dulu bro...
  • ya sudahlah ternyata ndan TS sangat mencitrakan nickname nya, SimpleMan :)
    Paparan ndan TS mirip dg bos saya, dia tiap hari & tiap waktu bergelut dg yg namanya komputer & turunannya.. Katanya, Saya lebih percaya komputer daripada istri saya..
    dengan sedikit guyon diapun berkata, mungkin Agama saya adalah agama komputer,,karena dia tdk pernah berbohong kepada saya, dia selalu memberikan inpormasi & rejeki kepada saya.. dan.. "Hahaha.." hanya itu yg bisa saya ungkapkan,bila bos saya berceloteh seperti itu. :)


    back to topic :D ,
    kenapa saya bisa yakin dg yg tdk berwujud?

    Karena saya telah mengalami suatu fase dari tingkat keimanan.
    Sudah saya paparkan sebelumnya, bahwa Tuhan itu bersifat "invisible".
    Hal tsb bukan berarti Tuhan tidak berwujud, Tuhan itu ada dg wujudnya yg berbentuk Dzat yg Maha Agung.

    Saya yakin & merasakan sebuah sentuhan dari wujud Tuhan karena saya beribadah pada-Nya.
    Dalam hal ini saya menunaikan kewajiban saya, Solat 5 waktu walaupun masih ada yg bolong2 :( ,
    hanya orang yg diberi hidayahlah yg bisa / yakin dg wujud / Dzat Tuhannya.


    Simpelnya gini aja ndan :blah: ,
    Dulu sewaktu nikah dg istri yg sekarang, pernah pacaran dulu khan..
    hnah bagaimana perasaannya sodara sewaktu dimabuk asmara?

    pas mau tidur kepikiran dia,
    pas mau makan kepikiran dia,
    begitu pula tatkala kita dirudung kesusahan,,kita kepikiran dia,,karena kita ingin diperhatikan oleh dia..

    hnah, begitu pula dg perasaan saya pada Tuhan saya & nabi saya,,Nabi Muhammad SAW.

    Saya sangat merindukannya :(
  • SimpleMan>>>

    Izin nyimak dulu, kalau ada waktu luang nanti saya komen,
    khusus mengenai thread ini :)

    Salam :D
  • Proses awal anda bisa beragama... hmm :think:

    dari awal kebetulan lahir didalam keluarga muslim.. mungkin ceritanya cukup klise dan standard aja..
    dan kenapa saat ini saya alhamdulillah sudah ada ditahapan yakin...

    yah, salah satunya karena ada yang menggugat rasa keimanan dan keislaman saya di GFT... :blah:

    Mungkin akan lebih menarik cerita dari para mualaf - orang yang hijrah setelah proses pencarian yang panjang ya..

    kalau ngga keberatan di copas, nanti saya cariin deh cerita 2x nya... :D
  • 5551272 menulis:
    Proses awal anda bisa beragama... hmm :think:

    dari awal kebetulan lahir didalam keluarga muslim.. mungkin ceritanya cukup klise dan standard aja..
    dan kenapa saat ini saya alhamdulillah sudah ada ditahapan yakin...

    yah, salah satunya karena ada yang menggugat rasa keimanan dan keislaman saya di GFT... :blah:

    Mungkin akan lebih menarik cerita dari para mualaf - orang yang hijrah setelah proses pencarian yang panjang ya..

    kalau ngga keberatan di copas, nanti saya cariin deh cerita 2x nya... :D

    akan timpang rasanya klo cuma dengar cerita para muallaf tanpa mau mendengar kisah para mantan Muslim. :D

    namun mungkin lebih baik klo thread ini untuk share dari internal member aja.
  • Setuju kalo utk sharing langsung dr YBS (Yang BerSangkutan).
    Biar bisa bertanya langsung kepada YBS jika ada sesuatu anomali yg perlu dipertanyakan.

    Setuju yah Sis 555...
  • SimpleMan menulis:
    Setuju kalo utk sharing langsung dr YBS (Yang BerSangkutan).
    Biar bisa bertanya langsung kepada YBS jika ada sesuatu anomali yg perlu dipertanyakan.

    Setuju yah ndin 555...

    ok deh bang... :)
  • Bagaimana proses awal saya bisa beragama?

    Waduh sekarang ini saya tidak tahu lagi agama saya apa?
    tapi kalo Islam masih sama pasrah, berarti saya masih Islam.

    awalnya sih ikut-ikutan, sahadat ikut guru ngaji, solat ikut kakak, puasa ikut teman, zakat numpang orangtua, haji aku numpang ya..
    dan aku mengenal tuhan sebagai penguasa (saat itu).
  • Kareem menulis:
    Bagaimana proses awal saya bisa beragama?

    Waduh sekarang ini saya tidak tahu lagi agama saya apa?
    tapi kalo Islam masih sama pasrah, berarti saya masih Islam.

    awalnya sih ikut-ikutan, sahadat ikut guru ngaji, solat ikut kakak, puasa ikut teman, zakat numpang orangtua, haji aku numpang ya..
    dan aku mengenal tuhan sebagai penguasa (saat itu).

    Sedikit lagi bro....... kayaknya sdh tdk jauh lagi perjalanan ente menuju tingkat "KESEIMBANGAN" (Bahasa AKAL).

  • Awalnya dikenalkan orang tua

    Lalu karena saya adalah orang bodoh tidak berpendidikan dan pengangguran saya jadi lebih banyak berbicara dengan diri saya sendiri lalu saya simpulkan bahwa saya adalah tuhan untuk diri saya sendiri...karena awal beragama adalah mengenal tuhan maka saya deklarasikan agama saya arlnov
  • arlnov menulis:
    Awalnya dikenalkan orang tua

    Lalu karena saya adalah orang bodoh tidak berpendidikan dan pengangguran saya jadi lebih banyak berbicara dengan diri saya sendiri lalu saya simpulkan bahwa saya adalah tuhan untuk diri saya sendiri...karena awal beragama adalah mengenal tuhan maka saya deklarasikan agama saya arlnov

    Setuju aza, tdk ada yg salah dgn keyakinan diri anda sebagai tuhan.
    Karna dalam diri saya juga sama ada tuhan buat diri saya sendiri.

    Kalo begitu anda sungguh org yg merdeka secara lahir n batin = Jiwa.
  • awal.. yah yg pasti dr ortu.... skrng yah gini gini aja.. di bilang muslim kok gak pernah ke masjid.. nasrani kok gak pernah ke gereja..jadi kayaknya belon beragama sampe skrg kecuali di ktp ada tulisannya agama islam... ;-)
  • Ane dilahirkan dr keluarga yg baru menjadi katolik. Ane dididik secara katolik, sempat melakukan pencarian shg sangat wajar melihat orang pindah agama. Sekarang sy termasuk jarang ke gereja, tetapi sangat senang dan yakin dengan agama saya yg katolik. Disamping itu ane juga senang dengan ajaran Islam(dan sedih ketika beberapa orang dengan kepicikannya mengkerdilkan Islam yang agung itu). Ane sempat mau masuk Islam tetapi ga bisa gara gara Yesus. Ane ternyata sungguh cinta Yesus. Ane mempunyai hub yang sangat personil dan dekat dengan Yesus, tatapan matanya yang sungguh mencintai saya tanpa syarat apapun (meskipun ane bersalah dan tdk pernah tulus) itu yang membuat ane tidak mampu meninggalkannya. Ane sungguh tidak sakit hati ketika agama dan Tuhan ane dilecehkan orang, krn aku pikir mereka emang kagak tahu. Itulah singkat cerita perjalanan spritual Ane
  • Sampe kepada point ini semua yg berkomentar atas keyakinannya karna merasakan ketuhanan dalam diri masing.
    Jadi bagaimana ente2 memandang hal ini dalam perbedaan agama?
    Apa Tuhan disini berbeda juga? ato ketuhanan yg mereka rasa dr agama yg beda adalah SETAN?


    Monggo...
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori