Contact Us

PROSTITUSI : dimata saya

Tulisan ini diilhami oleh berita-berita yang sering saya lihat di tv maupun media cetak dan juga berdasarkan pengalaman pribadi, saya akui saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Dan saya juga berusaha untuk tidak munafik dengan masa lalu saya, yang penting bagaimana untuk lebih baik ke depannya (lihat artikel saya : tips buat para berandalan yang akan menikah).

Saya sekarang sudah menikah dan bersyukur bisa memulai hidup baru dengan sedikit mulus, punya istri yang cantik (di mata saya) dan seorang anak yang membuat hidup saya begitu bergairah untuk menyiapkan jalan bagi masa depannya.

Kembali ke masa lalu, sampai sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan yang mengharuskan untuk berkelana dari satu wilayah ke wilayah lain di seluruh wilayah Indonesia. Dari setiap daerah yang saya jelajahi ternyata tidak ada satupun daerah yang bebas prostitusi bahkan di daerah yang menerapkan norma agama secara ketat sekalipun.

Saya pernah tinggal di daerah Sulawesi dimana tidak ada lokalisasi resmi, tapi kalo untuk “jajan” rasanya tidak terlalu sulit (bahkan mungkin sangat gampang dicari). Ada yang namanya “hotel bent***” (kalo tidak salah soalnya sudah terlalu lama) untuk kelas rendahan atau di perumahan sekalipun. Saya pernah “jajan” di sebuah rumah. Sebuah rumah tingkat dua di perumahan padat penduduk dimana kita kalo masuk harus naik tangga langsung ke tingkat dua. Ketika saya masuk ada anak-anak yang sedang rajin belajar tanpa memperdulikan kami dan kemudian sang tuan rumah membawa 4 perempuan untuk dipilih yang setelah deal kami diajak kebawah yang ternyata “ruang praktek”. Saya yang pada waktu itu masih gila sekalipun masih bisa berpikir waras “sehatkah ini untuk perkembangan kejiwaan anak?”

Setelah itu saya dipindah ke Kaltim (balikpapan khususnya). Balikpapan mungkin surga untuk para lelaki hidung belang disamping tentu saja medan dan Jakarta. Tapi saya tidak membahas yang kelas atas yang kalo perlu hanya telepon GMnya, di Balikpapan ada yang namanya lokalisasi km 17 dimana setiap jum’at pagi para PSKnya di cek kesehatannya oleh dinas kesehatan.

Untuk daerah sumatera ada praktek yang lumayan aneh, dimana PSKnya berpraktek sambil menumpang taksi, jadi jangan heran kalo ada taksi berpenumpang perempuan yang kalo di stop taksinya bisa berhenti. Kalo medan seperti yang saya bilang diatas sudah tidak perlu dibicarakan lagi karena hotel berbintang yang punya tokoh masyarakat disana aja buka kamar short time, kita tinggal bawa kendaraan terus masuk garasi langsung masuk kamar dan petugas akan datang ke kamar untuk biaya administrasi , semua privasi terjaga.

Kalo dikampung saya kayaknya gampang, gak perlu nelpon dan gak perlu susah-susah nyari. Tinggal klakson biasanya kalo yang bisa di pake akan segera mendekat meskipun ditengah keramaian (feeling yang berbicara). Dulu waktu SD saya sering dengar nama “apih Anda” seorang GM kelas rendah yang beroperasi di daerah statsiun kota, kalo urusan kesehatan jangan di tanya sama saja seperti lokalisasi manggar di Balikpapan. Dulu waktu SD saya punya pengalaman buruk ketika main di sekitar bioskop garuda (radius bermain saya lumayan jauh, bisa main ke bogor hanya berbekal seratus perak naik kereta api gratis karena kenal sama masinisnya), seorang PSK STW yang bermake up tebal menyapa saya. Saking ketakutannya karena ditanya sama perempuan yang mirip orang-orangan sawah, saya lari terbirit-birit sampai terjatuh beberapa kali.

Sekarang saya mulai agak waras, berusaha untuk menjadi bapak yang baik, mulai ketakutan terhadap perkembangan anak saya. Meskipun anak saya masih kecil (10 tahun) dan cenderung jadi anak rumahan, tapi dia mewarisi sifat-sifat saya yang agak keras kepala dan punya rasa ingin tahu terhadap segala hal, makanya sayapun berusaha untuk tidak menekan dia sebab saya takut makin ditekan makin keras kepala seperti saya dulu. Saya takut ketika dia sudah bisa main sendiri, takut dia dewasa sebelum waktunya. Sengaja saya masukan di ke sekolah yang berangkat pagi dan pulang jam 4 sore supaya waktu bermainnya sedikit dan mendapat pendidikan agama yang cukup.

Segala proteksi yang saya lakukan saya pikir akan kurang maksimal kalo lingkungannya tidak mendukung, dan seperti kita tahu setiap di grebeg, setiap di oprak-oprak. Prostitusi akan tetap ada, hanya pindah tempat dan rubah strategi. Penutupan lokalisasi tidak pernah menghapus prostitusi tapi malah memuat mereka lari ke jalan, ke dekat lingkungan kita.

Saya berpikir juga tentang penyebaran penyakit berbahaya seperti AIDS, herpes, hepatitis, GO, syphilis, dll. Saya tidak merasa ikut bersedih ketika menemukan penyakit ini pada orang yang suka jajan atau PSKnya karena ketika melakukannya harusnya mereka sudah tahu resikonya dan saya pikir mereka sudah bisa perpikir dewasa untuk melakukan itu. Yang saya sedihkan adalah banyaknya korban yang tidak bersalah karena jarum suntik, pisau cukur barber shop, transfusi darah dll. Mending kalo penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang masih bisa bisa disembuhkan, kalo virus? Sampai sekarang belum ada obatnya buat virus.

Dipandang dari segi hukum juga sebenarnya lemah (menurut hukum positif yang juga dipakai di negara kita), Salah satu filosofi hukum positif adalah : ada subyek, ada obyek. Ada pelaku, ada korban. Ada sebab, ada akibat (katanya). Dalam dunia prostitusi tidak ditemukan korban, apalagi pelaku. Dunia prostitusi menurut saya sama seperti dunia bisnis lainya. Ada pembeli, ada penjual. Ada uang, ada barang. Yang satu mendapat “nikmat”, yang satu mendapat uang. Urusan moral saya pikir tidak bisa masuk ke ranah hukum, karena ukuran moralitas tiap orang dan tiap daerah pasti akan berbeda-beda, karena relatifitasnya itulah yang akan mengakibatkan ketidakpastian hukum karena tidak terukur. Hukum menurut saya hanya mengurus korban penipuan dan penjualan perempuan yang jelas-jelas menjadi korban.
«1

Komentar

  • Konon ... Kang ...
    Prostitusi itu... termasuk yang sudah ada sejak jaman baheula.,
    Bisnis yang menguntungkan untuk semua orang, dari level aparat pemerintah, sampai level preman kecipratan jatah...
    Bisnis dari kelas Rel Kereta.. sampai Hotel Berbintang Lima..

    Ane jadi inget Masa Kecil... Tinggal dii TIPAR, dekat bener sama Stasiun KA, yang di bilang TS.
    Walaupun tinggal di lingkungan yang boleh di bilang keras oleh sebagian orang, Alhamdulillah tidak berpengaruh terhadap perkembangan Ane ketika itu..
    Karena Ane di didik Orang Tua yang Pensiunan KKO (Marinir sekarang). Walaupun ada juga kenakalan anak kecil ketika itu... :blah:

    Kembali lagi ke Prostitusi...
    Masih inget dengan Germo Kelas Kakap di Indonesia... HARTONO...
    yang bisa menyediakan Pelacur High Class, atupun juga Artis yang bisa dibooking untuk pemuas nafsu.

    Bahkan untuk Level Dunia pun yang lagi Hangat Tentang Prostitusi di WALL STREET

    Tinggal sekarang buat yang pernah memakai jasanya... :d , Mau tidak meninggalkan nya.. Biarlah masa lalu menjadi cerita buat diri sendiri dan yang terpenting.. Mohon Ampun sama yang Maha Kuasa atas segala dosa yang diperbuat di masa lalu..

    Semoga Anak-anak Kita semua dijauhkan dari hal-hal yang buruk.. Amin..
  • Tiap daerah pasti ada, dan berbeda cara transaksinya.
    Yang jelas ada Demand dan ada Supply.
    Kadang WTS bisa jadi Supply, atau justru malah Demand.

    Simbiosis mutualisme, perjalanan ndan Solobug bisa menimpa siapa saja para Traveller yg lama di luar kota (jauh dari Bini) atau apalagi masih bujang. Perasaan "keingintahuan" khan bisa muncul sewaktu-waktu. Ada kesempatan, dan ada uang.. :blah:

    Kecuali kalau inget anak bini? Mungkin ini benteng terakhir :(
    Ane pun kagak percaya, kalau orang inget Tuhan ttg masalah ini.
    Yg jelas lebih inget anak bini :blah:

  • maaf tadi malam gak bisa ditambahkan bagian akhirnya, ini tambahannya :)


    Urusan agama menurut saya sudah jelas, zinah adalah dosa, apalagi pelacuran, tapi apakah dengan mengacungkan pentungan dan pedang mereka langsung insyaf? Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru akan menimbulkan antipati dan resistensi.

    Secara personal saya sering ngobrol dengan para PSK, ada yang karena balas dendam terhadap ibunya yang membiarkan dirinya diperkosa oleh bapak tiri di samping ibunya sejak kelas 6 SD sampai SMA ketika bapak tirinya meningggal, ada yang karena alasan harus menghidupi anak-anaknya karena single parent, ada yang jadi korban penipuan, ada yang jadi korban trafficking (kalo ini saya baca di Koran). Tapi kebanyakan adalah alasan ekonomi dan unskill, dan merekapun kebanyakan tidak ada yang bercita-cita ingin jadi PSK. Memang ada juga yang karena untuk pemenuhan dahaga hedonisme seperti kebanyakan PSK kelas atas.
    Solusi saya adalah buatlah lokalisasi yang jauh dari pemukiman, cek dan kontrol kesehatan mereka sehingga penyebaran penyakit berbahaya bisa terdeteksi secara dini, dirikan lembaga pendidikan dan keterampilan di tengah lokalisasi supaya para PSK punya bekal ilmu ketika ia ingin berhenti jadi PSK, datangkan pemuka agama secara rutin dan mudah-mudahan mereka pelan-pelan bisa kembali ke jalan yang benar. Dan ini semua tugas pemerintah sebagai wujud pelayanan sosial yang juga didukung oleh rakyatnya. Dan sayapun tidak suka melegalkan pelacuran, tapi saya ingin supaya ada jalan keluar yang bisa meminimalisir dampak negatif yang lebih besar kalau tidak ada lokalisasi.

    Tugas kita sebagai manusia adalah dekati mereka, berikan simpati kita karena sebenarnya mereka tidak jauh berbeda dengan kita. Seperti saya juga yang pernah menjadi seorang pelacur, saya pernah melacurkan idealisme saya, saya pernah melacurkan harga diri saya.

    Dan kita hanyalah mahluk yang tidak akan luput dari kesalahan.

    Wassalam.
  • dhiHAM menulis:
    Konon ... Kang ...
    Prostitusi itu... termasuk yang sudah ada sejak jaman baheula.,
    Bisnis yang menguntungkan untuk semua orang, dari level aparat pemerintah, sampai level preman kecipratan jatah...
    Bisnis dari kelas Rel Kereta.. sampai Hotel Berbintang Lima..

    Ane jadi inget Masa Kecil... Tinggal dii TIPAR, dekat bener sama Stasiun KA, yang di bilang TS.
    Walaupun tinggal di lingkungan yang boleh di bilang keras oleh sebagian orang, Alhamdulillah tidak berpengaruh terhadap perkembangan Ane ketika itu..
    Karena Ane di didik Orang Tua yang Pensiunan KKO (Marinir sekarang). Walaupun ada juga kenakalan anak kecil ketika itu... :blah:

    Kembali lagi ke Prostitusi...
    Masih inget dengan Germo Kelas Kakap di Indonesia... HARTONO...
    yang bisa menyediakan Pelacur High Class, atupun juga Artis yang bisa dibooking untuk pemuas nafsu.

    Bahkan untuk Level Dunia pun yang lagi Hangat Tentang Prostitusi di WALL STREET

    Tinggal sekarang buat yang pernah memakai jasanya... :d , Mau tidak meninggalkan nya.. Biarlah masa lalu menjadi cerita buat diri sendiri dan yang terpenting.. Mohon Ampun sama yang Maha Kuasa atas segala dosa yang diperbuat di masa lalu..

    Semoga Anak-anak Kita semua dijauhkan dari hal-hal yang buruk.. Amin..

    Apih Anda itu sosoknya seperti apa? :think:

    SANYO menulis:
    Tiap daerah pasti ada, dan berbeda cara transaksinya.
    Yang jelas ada Demand dan ada Supply.
    Kadang WTS bisa jadi Supply, atau justru malah Demand.

    Simbiosis mutualisme, perjalanan ndan Solobug bisa menimpa siapa saja para Traveller yg lama di luar kota (jauh dari Bini) atau apalagi masih bujang. Perasaan "keingintahuan" khan bisa muncul sewaktu-waktu. Ada kesempatan, dan ada uang.. :blah:

    Kecuali kalau inget anak bini? Mungkin ini benteng terakhir :(
    Ane pun kagak percaya, kalau orang inget Tuhan ttg masalah ini.
    Yg jelas lebih inget anak bini :blah:


    betul sekali :top:
    sejujurnya dulu saya berhenti karena takut menularkan penyakit ke istri, bukan pertimbangan yang lain :)
  • solobug menulis:

    Apih Anda itu sosoknya seperti apa? :think:

    Ane sendiri gak pernah tahu Sosoknya...
    Hanya dengar kabar kesohorannya.

    :d
  • dhiHAM menulis:

    Ane sendiri gak pernah tahu Sosoknya...
    Hanya dengar kabar kesohorannya.

    :d

    ternyata gak bisa dijebak :cry:
  • di perlukan tapi di hina.....resiko menjadi Pekerja lendir :blah:
  • Prostitusi ... konon sama sama berkembangnya dengan Peradaban Manusia
    Santai aja Ndan .... Jangan terlalu sedih dan takut dengan masa Lalu ...
    Setiap orang pasti melalui saat saat seperti Ndan .... mungkin porsinya beda dan kadar Dosanya pun beda .. :blah:
    Allah kadang membuatkan jalan untuk kita tidak mulus dan kadang terlalu mulus ..... tetapi dibalik itu semua ada hikmah yang dalam .... ane dulu pernah kerja di Tempur FI (Th 88 - 94) lama juga, ampir 6 than ... ane resign ... di Bego" in ama temen" saudara" ... kalo keluarga engga karna tau karakter ane .... hidup memang serba berkecukupan, bahkan berlebih .... tapi pergaulan ane ga nahan ndan ... tiap hari ke Lupa Lelah ... Tiap Minggu Turun Kerinduan ma Lonte ..... Annual Leave, Ikut bule ke Ausie, Midyear, Ke Surganya Perempuan Bali Or Sby :blah: .... Gila .... ga tau kenapa ane mutusin Resign .... padahal ane ga Unfit .... setelah dipikir" sekarang .... banyak temen" ane Ex sana yang dah pada Lewat ... kena Lever ... Virus HIV .... :( .... Allah masih sayang ma ane .... sekarang ane tenang dengan 3 Junior .... ane ga takut dengan masa lalu ane turun ke anak" karna dalam agama ane tidak ada istilah dosa Turunan .... Kalo pergaulan iya ... Pasti ... :) yang penting kita memilihkan dan menerapkan Ilmu yang baik kepada mereka selebihnya biarkan Allah yang punya Kuasa karna semua rahasia Illahi .... sama dengan pertemuan kita di Forum ini .... siapa yang nyangka ..... ? :wait:

  • entah sial atau beruntung,
    walaupun ane tahu tempat seperti itu,
    dan bahkan ane kenal cewek yang "bisyar",
    tetapi sampai hari ini tidak pernah ikut-ikutan :think:

    :(
  • ini profesi yg sudah setua peradaban manusia. ..sama juga dgn judi. ..
    lebih baik berdamai aj dgn peradaban. ..
  • andre_a menulis:
    Prostitusi ... konon sama sama berkembangnya dengan Peradaban Manusia
    Santai aja Ndan .... Jangan terlalu sedih dan takut dengan masa Lalu ...
    Setiap orang pasti melalui saat saat seperti Ndan .... mungkin porsinya beda dan kadar Dosanya pun beda .. :blah:
    Allah kadang membuatkan jalan untuk kita tidak mulus dan kadang terlalu mulus ..... tetapi dibalik itu semua ada hikmah yang dalam .... ane dulu pernah kerja di Tempur FI (Th 88 - 94) lama juga, ampir 6 than ... ane resign ... di Bego" in ama temen" saudara" ... kalo keluarga engga karna tau karakter ane .... hidup memang serba berkecukupan, bahkan berlebih .... tapi pergaulan ane ga nahan ndan ... tiap hari ke Lupa Lelah ... Tiap Minggu Turun Kerinduan ma Lonte ..... Annual Leave, Ikut bule ke Ausie, Midyear, Ke Surganya Perempuan Bali Or Sby :blah: .... Gila .... ga tau kenapa ane mutusin Resign .... padahal ane ga Unfit .... setelah dipikir" sekarang .... banyak temen" ane Ex sana yang dah pada Lewat ... kena Lever ... Virus HIV .... :( .... Allah masih sayang ma ane .... sekarang ane tenang dengan 3 Junior .... ane ga takut dengan masa lalu ane turun ke anak" karna dalam agama ane tidak ada istilah dosa Turunan .... Kalo pergaulan iya ... Pasti ... :) yang penting kita memilihkan dan menerapkan Ilmu yang baik kepada mereka selebihnya biarkan Allah yang punya Kuasa karna semua rahasia Illahi .... sama dengan pertemuan kita di Forum ini .... siapa yang nyangka ..... ? :wait:


    ada pepatah yang mengatakan "lebih baik jadi bekas orang jahat daripada jadi bekas orang baik". Makanya saya sering guyon sama yunior-yunior saya di tempat kerjaan : kalo mau gila lah sekarang, reguk nikmat dunia sepuasnya, kenyangkan semua dahaga keduniawian. Tapi setelah menikah, masuk ke kandang dan lupakan masa lalu.

    Soalnya saya punya pengalaman sama satu teman : sangat alim ketika bujangan, tapi gila setelah menikah :ngakak:


    eniqma menulis:
    entah sial atau beruntung,
    walaupun ane tahu tempat seperti itu,
    dan bahkan ane kenal cewek yang "bisyar",
    tetapi sampai hari ini tidak pernah ikut-ikutan :think:

    :(

    Mungkin malah sebuah tantangan :)

    Bisa bertukar pikiran sama mereka, meskipun saya agak kurang yakin bisa bertukar pikirian dengan orang yang sedang terbuai dahaga hedonisme

    Ada juga pepatah "alah bisa karena biasa" kita akan menjadi terbiasa dengan gaya hidup seperti itu. kalo menurut pepatah seperti ini kayaknya menyuruh untuk menjauh dan melupakan.

    tapi kalo liat tulisannya, anda adalah perempuan cerdas dan sudah pasti tahu apa yang harus di lakukan :)
  • candiwalang menulis:
    ini profesi yg sudah setua peradaban manusia. ..sama juga dgn judi. ..
    lebih baik berdamai aj dgn peradaban. ..

    Peradaban adalah produk dari kebudayaan.

    yang jadi pertanyaan adalah apakah prostitusi itu produk dari kebudayaan? :)
  • solobug menulis:
    sejujurnya dulu saya berhenti karena takut menularkan penyakit ke istri, bukan pertimbangan yang lain :)

    hmm.. sebenernya ada yang lebih serius dari itu kalau menurut saya oom..

    jika - (amit 2x lho ya ) - suatu hari nanti ada seorang anak gadis yang mengaku bahwa oom adalah ayahnya, dan setelah perdebatan panjang dengan dalih ngga kenal dan lain sebagainya, tapi ternyata hasil test DNA nya positif bahwa itu adalah darah daging sendiri gimana ?
  • 5551272 menulis:

    hmm.. sebenernya ada yang lebih serius dari itu kalau menurut saya oom..

    jika - (amit 2x lho ya ) - suatu hari nanti ada seorang anak gadis yang mengaku bahwa oom adalah ayahnya, dan setelah perdebatan panjang dengan dalih ngga kenal dan lain sebagainya, tapi ternyata hasil test DNA nya positif bahwa itu adalah darah daging sendiri gimana ?

    Waktu gila saya gak kepikiran kearah sana bunda :blah:

    tapi tetap waktu itu saya juga punya etika sendiri : tidak berhubungan dengan istri orang, tidak menjebol perawan orang, berhubungan suka sama suka (tentu saja kalo sudah tidak perawan), atau beli sesuai harga :blah:

    Waktu di sulawesi saya kumpul kebo sama orang sana, dia sudah tidak perawan dan sayapun sudah tidak perjaka. Dia ngajak kawin sayapun mengiyakan, tapi sayang bapaknya yang kolonel masih berpegang teguh pada primordialisme dan ibu saya memberi nasihat "sekarang kamu di sulawesi, terus kalo kamu dipindahin lagi ke sumatera dan ketika libur kamu pengen ke sukabumi sedangkan istri kamu pengen ke sulawesi, kamu punya duit gak?" Akhirnya kami berpisah baik-baik dan sampai 6 bulan kemudian pun sebelum saya di pindah ke balikpapan kami tetap berhubungan (bukan sex) dan tidak ada tanda-tanda hamil.

    Kalo yang sama PSK ceritanya lain, saya kan beli. Dan para penjualnya saya yakin gak mau kehilangan dagangannya untuk istirahat 9 bulan :blah:

    Yang pasti kalopun itu terjadi kayaknya tidak perlu perdebatan lagi karena saya akan tetap bertanggung jawab dengan tetap memohon ampun pada Tuhan :(
  • ternyata sudah melanglang buana sampai balikpapan toh... :D

    ya. intinya, selama manusia masih ada protitusi tidak akan punah.... :)
  • capullet menulis:
    ternyata sudah melanglang buana sampai balikpapan toh... :D

    ya. intinya, selama manusia masih ada protitusi tidak akan punah.... :)

    iya, saya dulu tinggal ti pondok karya agung, tapi banyak juga masuk pelosok dan biasanya suka penasaran sama yang gituan. Di kaltim yang biasa mungkin hanya balikpapan (km17) dan samarinda (km10) kalo di sangatta kita harus nyebrang sungai pake rakit (kalo gak salah nama pulau kunjang), di bengalon lebih parah lagi nama lokalisasinya sigadur (singgah sambil tidur :ngakak: ), untuk melewatinya kita harus pake mobil double gardan dan harus ngikuti petunjuk arah logging. Jadi meskipun jalan lurus kadang kita harus pindak ke kiri atau ke kanan sesuai petunjuk kalo gak mau di tabrak truk logging :ngakak:
  • siep ndan
    jujur bnyk kok yg kayak gitu
    klo dilingkungan gw sekarang
    alesannya suka sama suka
    apalagi ababil sekarang lg pengen beli ini itu
    tambah gampang ndan nyari ce bis pakai..
    so faktor utama lingkungan dan tv
    karena menurut saya ortu sibunk, n yg paling bnyk masuk ke otak anak adalah TV n Lingkungan.
  • masa lalu yg sangat 'gado-gado rasanya' (bila dikenang :blah: ) ,
    itulah alur hidup manusia,,si hidung belang doyan, si kupu-kupu butuh, dan si mucikaripun tersenyum simpul :D.

    sering saya bertanya dalam hati, kenapa kompleks lokalisasi nggak merata jumlahnya?
    Kenapa harus ada Mami? Kenapa mereka harus cari uang dg cara seperti itu?


    Ada yg bisa menjelaskan...........? :)
  • 1343 menulis:
    siep ndan
    jujur bnyk kok yg kayak gitu
    klo dilingkungan gw sekarang
    alesannya suka sama suka
    apalagi ababil sekarang lg pengen beli ini itu
    tambah gampang ndan nyari ce bis pakai..
    so faktor utama lingkungan dan tv
    karena menurut saya ortu sibunk, n yg paling bnyk masuk ke otak anak adalah TV n Lingkungan.

    kalo abg kayaknya lebih pada faktor orang tua atau keluarga, ibu saya pernah ngomong ketika saya gamang "kita itu tidak punya apa-apa lagi yang bisa dibanggakan kecuali harga diri kita". Harga diri, idealisme, kehormatan, dignity, mungkin kata yang harus banyak diucapkan para orang tua sebagai pengingat anak dan juga suri tauladan. Jangan sampai si anak nyindir orang orang tua dengan menyanyikan lagu metallica :"DO AS I SAY, NOT AS I DO" :)

    koy menulis:
    masa lalu yg sangat 'gado-gado rasanya' (bila dikenang :blah: ) ,
    itulah alur hidup manusia,,si hidung belang doyan, si kupu-kupu butuh, dan si mucikaripun tersenyum simpul :D.

    sering saya bertanya dalam hati, kenapa kompleks lokalisasi nggak merata jumlahnya?
    Kenapa harus ada Mami? Kenapa mereka harus cari uang dg cara seperti itu?


    Ada yg bisa menjelaskan...........? :)

    kayaknya jawabannya harus panjang kang :think:

    Harus bikin esai baru :blah:

    z-moxs menulis:
    :no:

    PK sejati.... :cool:

    :P
  • solobug menulis:

    iya, saya dulu tinggal ti pondok karya agung, tapi banyak juga masuk pelosok dan biasanya suka penasaran sama yang gituan. Di kaltim yang biasa mungkin hanya balikpapan (km17) dan samarinda (km10) kalo di sangatta kita harus nyebrang sungai pake rakit (kalo gak salah nama pulau kunjang), di bengalon lebih parah lagi nama lokalisasinya sigadur (singgah sambil tidur :ngakak: ), untuk melewatinya kita harus pake mobil double gardan dan harus ngikuti petunjuk arah logging. Jadi meskipun jalan lurus kadang kita harus pindak ke kiri atau ke kanan sesuai petunjuk kalo gak mau di tabrak truk logging :ngakak:

    ternyata hampir semua tempat di pelosok kaltim sudah di kunjungi.....
    tapi yang di tengah kota samarinda blm kan...? :blah:
  • capullet menulis:

    ternyata hampir semua tempat di pelosok kaltim sudah di kunjungi.....
    tapi yang di tengah kota samarinda blm kan...? :blah:

    tahun 2008 kemarin saya beberapa bulan tinggal di samarinda (di jalan azis samad). Tapi waktu itu saya udah mulai agak bener dikit mikirnya dan pekerjaan juga lagi numpuk jadi gak kepikiran buat survey :blah:
  • Weih... dah lama gak ngobrol ama Ndan Solo.
    Apakabar? moga tetap sehat utk semua personil keluarga ndan.

    Urusan demikian sangat komplek Ndan.
    Kalo pandangan sy yg penting hidup ini dijalani tanpa melanggar norma2 sosial dan memerkosa hak org lain. Kesusilaan juga memiliki normanya sendiri...

    Contoh norma susila ;
    - Tidak melakukan sex yg tdk wajar.
    - Tidak melakukan sex ditempat umum.
    - Tidak memaksakan hubungan sex sepihak.
    - Tidak menyebarkan luaskan pengalaman sex bebas kpd orang lain.
    dan masih byk lg norma2 susila lainnya yg tidak boleh bertentangan dgn norma sosial lainnya.

    Mengontrol birahi (biologis) memang tdk segampang berbicara teori.
    Seperti rasa lapar luar biasa... lbh baik minta makan dgn cara yg benar drpd mencuri makanan org lain (mengambil dgn paksa).

    Saya jg termasuk org yg bekerja jauh dr keluarga ndan. Dan sdh belasan thn sy jalani profesi ini. Sy sungguh mengerti apa yg ada dlm benak anda ndan.
  • Haduuuh ... ternyata petualang sejati, kenapa gak bilang dari dulu, kan sy bisa nemenin ... :grin:

    Sekarang FBI curhat terbuka ginian suduah jarang ada :rolleyes:
  • Betul Ndan Krisna. Curhat demikian sdh jarang di FBI.
    Ndan Solobug mengingat sy disaat sy tugas di Kaltim, setiap malam bergadang terus sampe subuh.
    Terakhir ndan solobug sempat jatuh sakit mungkin karna kecapean.

    Ndan Krisna sendiri mau curhat apa tentang PSK n KPK (Kepala Penjahat Kelamin).
  • MuakMan(MM) menulis:
    Betul Ndan Krisna. Curhat demikian sdh jarang di FBI.
    Ndan Solobug mengingat sy disaat sy tugas di Kaltim, setiap malam bergadang terus sampe subuh.
    Terakhir ndan solobug sempat jatuh sakit mungkin karna kecapean.

    Ndan Krisna sendiri mau curhat apa tentang PSK n KPK (Kepala Penjahat Kelamin).

    Saya masih sedikit pengalaman dan newbie soal ini ...
    Masih butuh saran dan petunjuk dari para senior terutama master kita, master muakman ... :grin:
  • kalo kata mandor saya : "idep-idep ngamal seket - satus ewu, daripada jadi odol.. *" :stress:



    Translate bebas : hitung2 beramal 50-100 ribu daripada entar jadi pasta gigi :confused:
  • Krisna99 menulis:

    Saya masih sedikit pengalaman dan newbie soal ini ...
    Masih butuh saran dan petunjuk dari para senior terutama master kita, master muakman ... :grin:

    Inilah yg namanya "Buaya di Kadalin", huuuaaahohohoooo....... :grin:
    Ndan krisna suka merendah... karna emang suka yg bagian bawah :ngakak:
  • MuakMan(MM) menulis:
    Weih... dah lama gak ngobrol ama Ndan Solo.
    Apakabar? moga tetap sehat utk semua personil keluarga ndan.

    Urusan demikian sangat komplek Ndan.
    Kalo pandangan sy yg penting hidup ini dijalani tanpa melanggar norma2 sosial dan memerkosa hak org lain. Kesusilaan juga memiliki normanya sendiri...

    Contoh norma susila ;
    - Tidak melakukan sex yg tdk wajar.
    - Tidak melakukan sex ditempat umum.
    - Tidak memaksakan hubungan sex sepihak.
    - Tidak menyebarkan luaskan pengalaman sex bebas kpd orang lain.
    dan masih byk lg norma2 susila lainnya yg tidak boleh bertentangan dgn norma sosial lainnya.

    Mengontrol birahi (biologis) memang tdk segampang berbicara teori.
    Seperti rasa lapar luar biasa... lbh baik minta makan dgn cara yg benar drpd mencuri makanan org lain (mengambil dgn paksa).

    Saya jg termasuk org yg bekerja jauh dr keluarga ndan. Dan sdh belasan thn sy jalani profesi ini. Sy sungguh mengerti apa yg ada dlm benak anda ndan.

    orang gila pun memang harus punya etika :ngakak:

    gimana kabar ndan Muak? saya sekarang ada di bandar lampung :blah:

    Krisna99 menulis:
    Haduuuh ... ternyata petualang sejati, kenapa gak bilang dari dulu, kan sy bisa nemenin ... :grin:

    Sekarang FBI curhat terbuka ginian suduah jarang ada :rolleyes:

    eranya mungkin sudah lain :blah:

    kariage kun menulis:
    kalo kata mandor saya : "idep-idep ngamal seket - satus ewu, daripada jadi odol.. *" :stress:



    Translate bebas : hitung2 beramal 50-100 ribu daripada entar jadi pasta gigi :confused:

    masih mending jadi odol, jadi kelereng lebih parah lagi :P

    dulu kalo sebulan gak di keluarin saya gak berani loncat-loncat, takut netes :blah:
  • solobug menulis:

    tahun 2008 kemarin saya beberapa bulan tinggal di samarinda (di jalan azis samad). Tapi waktu itu saya udah mulai agak bener dikit mikirnya dan pekerjaan juga lagi numpuk jadi gak kepikiran buat survey :blah:

    Ntar kalau ke sini lagi (samarinda) kabarin ya om.... siapa tahu bisa ngajarin ane... :)

    kariage kun menulis:
    kalo kata mandor saya : "idep-idep ngamal seket - satus ewu, daripada jadi odol.. *" :stress:



    Translate bebas : hitung2 beramal 50-100 ribu daripada entar jadi pasta gigi :confused:

    Masih syukur jadi pasta gigi, kalau mengkristal gmn? :blah:
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori