Contact Us

( Help )Sertifikat Tanah

Dear All,
Beberapa tahun saya yang lalau saya ikut kredit beli tanah kaplingan, setelah dua tahun berlalu angsuran saya lunas, dan saya meinta dibuatkan sertifikat dari pemilik tanah tersebut, si pemilik tanah terus mengusahakan agar tanah yang dikaplingan itu bisa dapat sertifikat masing masing, berjalan beberapa bulan si pengurus / pemilik tanah meninggal dunia dan dilimpahkan kepada anaknya.

Selang beberapa bulan yang menemui anaknya tersebut untuk mencari kelanjutan pembuatan sertifikat tanah tersebut, dari si anak ini lah saya mendapatkan informasi bahwan tanah yang dikaplingkan itu sudah memiliki sertifikat dan sudah di ajukan ke badan pertanahan Nasional di tingkat Kabupaten untuk memecah sertifikat ini dan membuat sertifikat baru sesuai dengan tanah kaplingan yang telah dibeli, sialnya lagi sepengurus / pemilik tanah sewaktu urus pemecahan surat lewat belakang ( tidak resmi ) dan sertifikat asli dipegang petugas tanah dan sipetugas tanah ini saat ini sudah pindah tugas ke daerah lain.

Sehingga sampai sekarang proses pembuatan / pecahan sertifikat tidak berlanjut,

untuk itu saya mohon saran dari rekan rekan sekalian , langkah apa yang harus saya perbuat karena sertifikat aslinya sudah tidak ada lagi dan surat pemisahan/ pemecahan belum jadi.
saya sudah pernah menemui petugas pertanahan ( yang petugas baru ), mereka tidak tau menahu tantang sertifikat yang asli tersebut.

Sekali lagi mohon dari rekan rekan sarannya

Terima kasih sebelumnya

Komentar

  • ayo ndan semua ksh komentarnya untuk membantu saudara kita ini :top:

    yg komen paling bagus akan ane ksh Rep +
  • seharusnya ada informasi kemana petugas tanah yg mengurus sertifikat itu di pindahkan. coba tanyakan ke bagian informasi umum. yg penting nama si petugas udh di ketahui kan ? jgn lupa minta jg nomor telp petugas tersebut untuk mempermudah komunikasi nya...
  • Wah agak ribet juga....coba tanya ke pemilik sudah dapat nomer pendaftaran tanah nggak ? kalau ada bisa ditelusuri, biasanya walau lewat belakang tetap dapet nomer pendaftaran atau paling tidak masih pegang kopian sertifikat induk (tanah yang sertifikatnya belum dipecah), kalau masih ada bisa dicek atau ditelusuri lewat nomer sertifikatnya (siapin uang dalam amplop), terus akta jual beli yang disahkan PPAT ada nggak ?

    Segitu aja dulu....

    :)
  • ushakan terlebih dahulu memperoleh nomor sertifikat tnh tsb. di kantor pertanahan setempat.
    check atas nama siapa sertipikat itu. pemegang hak yang tercantum namanya dlm srtipikat tsb. melaporkan ke pihak kepolisian bahwa srtipkat tsbt hilang...nnti ada Berita Acara Kehilangan sertipikat yang diterbitkan pihak kepolisian. Berita Acara ini di bawa ke kantor pertanahan setempat sbgai persyaratan untuk permohonan penggantian sertipikart hilang.
    Setelah sertipikat pengganti ini diterbitkan...maka sertipikat yang dibawa petugas tadi dinyatakan tdk berlaku lagi dan selanjutnya dpt dilakukan pemisahan atau balik nama kpd yng lbh berhak..
  • Wah, terima kasih atas sarannya, saya tertarik dengan usulan bahwa kita lapor ajach kepolisi dengan alasan sertifikat sudah hilang, masalahnya saya sudah berulang kali mencari informasi keberadaan petugas tanah yang memegang surat sertifikat tersebut namun tidak ada yang mau memberikan informasi yang jelas,
    Untuk nomor HP juga dapat, namun sudah tidak aktif lagi, apakah sudah ganti nomor baru atau ????
    Aduch pusingnnya.
    Mungkin cara terbaik adalah lapor dengan polisi

    Terima kasih atas sarannya
  • sayang2007 menulis:
    Wah, terima kasih atas sarannya, saya tertarik dengan usulan bahwa kita lapor ajach kepolisi dengan alasan sertifikat sudah hilang, masalahnya saya sudah berulang kali mencari informasi keberadaan petugas tanah yang memegang surat sertifikat tersebut namun tidak ada yang mau memberikan informasi yang jelas,
    Untuk nomor HP juga dapat, namun sudah tidak aktif lagi, apakah sudah ganti nomor baru atau ????
    Aduch pusingnnya.
    Mungkin cara terbaik adalah lapor dengan polisi

    Terima kasih atas sarannya

    ane sarankan jika ente jgn melaporkan dahulu kepolisian krn akan panjang urusannya benar kata vinsryo, big2besar, mkel69, sayang2007*, tolong dicheck aja no pendaftaran atas tanah tersebut ke BPN setempat biarpun lewat belakang ada no pendaftarannya dan itu sdh dicatat, disimpan didalam kantor pertanahan jika petugasnya msh membandel alias nakal baru kita laporkan ke kepolisian dgn dugaan kehilangan maupun apa aja yg bs disangkakan ke kantr BPN tersebut.

    hati boleh panas ndan tp kepala hrs dingin untuk melakukan sesuatu hal yach ndan :top:

    selamat berjuang mendapatkan sertifikatnya
  • sayang2007 menulis:
    Wah, terima kasih atas sarannya, saya tertarik dengan usulan bahwa kita lapor ajach kepolisi dengan alasan sertifikat sudah hilang, masalahnya saya sudah berulang kali mencari informasi keberadaan petugas tanah yang memegang surat sertifikat tersebut namun tidak ada yang mau memberikan informasi yang jelas,
    Untuk nomor HP juga dapat, namun sudah tidak aktif lagi, apakah sudah ganti nomor baru atau ????
    Aduch pusingnnya.
    Mungkin cara terbaik adalah lapor dengan polisi

    Terima kasih atas sarannya

    Tenang bro....

    Waktu ente adakan perjanjian jual beli dengan pemilik tanah, ada aktanya nggak ?

    Kalau ada,...

    Satu... tanya ke pemilik tanah megang foto copi sertifikatnya nggak (sertifikat tanah yang belum dipecah) atau masih ada girik-nya atau letter C-nya.

    Dua...kalau punya foto copy sertifikat-nya, cek melalui BPN apakah sudah dalam proses pemecahan sertifikat,

    Tiga....Proses pemecahan sertifikat harus disertai akta jual beli yang disahkan PPAT, surat PM-1 dari Kelurahan dan Kecamatan, Advis Planning dari DInas/Sudin Tata Ruang/Tata Kota, lalu nanti ada Tim BPN akan turun ke lapangan untuk pengukuran tanah yang dipecah/dijual, setelah itu keluar Surat Ketetapan dari BPN dan nanti ente harus bayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5% (kalau belum berubah %-nya) dari NJOP PBB Tahun Berjalan dan membayar biaya sertifikat. (Kalau ente udah bayar BPHTB atau pemilik tanah asal yang membayarkannya pasti ada bukti setoran BPHTB-nya), setelah ente membayar biaya pen-sertifikat-an dan semua sudah dilaksanakan baru-lah proses pembuatan sertifikat atas nama ente berjalan.

    Keempat....Kalau semua tahapan itu belum ente jalankan (belum ada akta Jual Beli dan belum bayar BPHTB serta belum bayar biaya pen-sertifikat-an atas nama ente ke Kas Negara) berarti ente dibohongi sama pemilik tanah atau maksud dari pemilik tanah (penjual) adalah tanah yang dijual ke ente belum ada sertifikat dan sekarang sedang proses pembuatan sertifikat tanah induk (yang belum dipecah) berdasarkan girik tanah atau letter C setelah jadi sertifikat induk baru dipecah serifikatnya jadi beberapa bidang tanah yang dijual secara kapling-an artinya proses pen-sertifkat-an tanah kapling yang ente beli masih jauh dan berliku.

    Kelima....saran big2besar...:cool:
    A. Siapkan akta Jual Beli Tanah yang disahkan PPAT dari tanah kapling yang ente beli secara angsuran.

    B. Kita asumsikani pemilik tanah (penjual) sedang memproses pen-sertifikat-an tanahnya yang belum dikapling-kapling berarti ente harus bersabar menunggu sebab proses pen-sertifikat-an memakan waktu paling cepat 6 bulan, tapi bisa ente pantau melalui no pendaftaran.

    C. Kita asumsikan pemilik tanah (penjual) sudah mempunyai sertikat atas bidang tanah yang dijual dan sekarang tinggal pemecahan sertifikat yang sesuai dengan bidang-bidang tanah yang dijual.

    Langkah pertama yang ente lakukan, cek apakah BPHTB-nya sudah dibayarkan, biasanya PPAT menyuruh membayarkan BPHTB terlebih dahulu baru proses pembuatan akta jual beli.

    Langkah kedua, cek apakah ente pernah atau sudah mempunyai Surat Ketetapan dari BPN untuk membayar biaya pen-sertifikat-an.

    D. Kalau ente belum pernah tanda tangan di akta jual beli dan belum pernah membayar BPHTB serta Surat Ketetapan dari BPN belum ada (belum bayar biaya pen-sertifikat-an), siapkan bukti-bukti setoran angsuran dan surat akad kredit/angsuran, lalu lapor ke polisi telah terjadi penipuan. Dan dari surat laporan polisi, minta BPN untuk blokir no sertifikat XXXX (kalau ente punya foto copi-annya) tapi ancam saja dulu penjualnya.

    Salam big....

    :)
  • Setelah mendapatkan syaran dari rekan rekan sekalian saya langsung BPN, untuk memastikan lagi keberadaan sertifikat tersebut dan saya bilang kalau memang hilang akan kita buat surat kehilangan surat kekepolisian guna pembuatan sertifikat yang baru, setelah memakan waktu yang lama surat sertifikat tersebut ketemu juga dan sudah dikembalikan.
    Bingungnya lagi, setelah sertifikat ini ada, bagaimana caranya mau mecahin / membagi surat tersebut karena ada beberapa orang yang juga membeli tanah kaplingan ini belum mau buat sertifikat, sehingga rencana saya untuk membuat surat sertifikat terhambat, untuk itu saya mohon saran lagi dari rekan-rekan bagaimana caranya supaya bisa membuat surat dari pemecahan sertifikat ini , saya takut nanti tanah ini akan dijual kembali oleh pemiliknya.
    Terima kasih kembali atas saran dan bantuannya
  • Sebaiknya pemegang hak yg namanya tercantum disertifikat trsbt bermohon pemisahan dgn memberikan sket rencana lokasi yang akan dipisahkan...stlh selesai diukur akan diterbitkan sertifikat baru hasil pemisahan an.pemegang hak....
    Pemegang hak yang lama dan calon pemilik sertifikat hasil pemisahan bersama-sama ke Notaris/PPAT untuk proses akta jual beli dan selanjutnya proses balik nama di BPN...
  • untuk masalah yang TS hadapi....sertifikat itu bisa dibagi/dipecah meskipun hanya saudara yang mau/akan memecah sertifikat...lebih jelasnya coba berkonsultasi dengan Notaris/PPAT yang berada didekat tempat saudara..nanti Notaris/PPAT akan membantu saudara...
  • Biasanya tanah yang sudah bersetifikat bila terjadi jual beli atau di pecah jadi beberapa bagian maka harus melalui PPAT atau Notaris ,karena mereka yang bisa membuat surat jual beli setelah itu baru ke BPN baru Pihak BPN yang menerbitkan sertifikat pecahan dari tanah yang Pertama , kalau meskipun langsung Ke BPN maka tetap harus ada surat jual beli yang dibuat oleh PPAT atau Notaris tersebut, Kecuali surat tersebut belum bersertifikat hanya surat keterangan penguasaan fisik dari Kecamatan atau PPAT ,maka hal tersebut langsung bisa dibuat sertifikat ke BPN dengan melampirkan Surat Jual beli dari Pihak yang menjual dan PBB serta KTP yang akan membuat sertifikat dan langsung bisa didaftarkan di BPN ........!!!!!
  • dan unutk masalah TS mungkin memang harus ditanyakan sebenarnya kalau surat itu memang sudah didaftarka di BPN maka akan ketahuan , kecuali memang surat tersebut memang belum sempat didaftarkan mungkin jalan satu-satunya kepada pihak penjual atau ahli warisnya sebaiknya ke Notaris untuk diumumkan Dikoran bahwa surat tersebut benar hilang agar bisa diterbitkan surat baru ( dengan catatan bahwa memang benar bahwa surat tersebut sudah bersertifikat ) seandainya belum bersertifikat , biasanya dikantor camat akan ada nomor pendaftaran surat penguasaan fisik datang aja kekantor camat untuk diterbitkan duplikatnya .......!
  • sayang2007 menulis:
    Setelah mendapatkan syaran dari rekan rekan sekalian saya langsung BPN, untuk memastikan lagi keberadaan sertifikat tersebut dan saya bilang kalau memang hilang akan kita buat surat kehilangan surat kekepolisian guna pembuatan sertifikat yang baru, setelah memakan waktu yang lama surat sertifikat tersebut ketemu juga dan sudah dikembalikan.
    Bingungnya lagi, setelah sertifikat ini ada, bagaimana caranya mau mecahin / membagi surat tersebut karena ada beberapa orang yang juga membeli tanah kaplingan ini belum mau buat sertifikat, sehingga rencana saya untuk membuat surat sertifikat terhambat, untuk itu saya mohon saran lagi dari rekan-rekan bagaimana caranya supaya bisa membuat surat dari pemecahan sertifikat ini , saya takut nanti tanah ini akan dijual kembali oleh pemiliknya.
    Terima kasih kembali atas saran dan bantuannya

    Yang penting ente buat Akta Jual Beli (AJB) aja dulu di notaris atau PPAT, setelah itu baru diproses pemecahan sertifikat, kalau kapling-kapling yang lain belum mau bikin sertifikat biarin aja, proses pensertifikatan kapling tanah ente nggak bakal terhambat, yang penting langkah awalnya buat AJB di notaris/PPAT.

    :)
  • aduh mak, ana kira ente lebih bisa dari ana!
  • saya setujua kalau buat AJB, mungkin ini langkah paling tepat
    terima kasih atas masukkannya
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori