Contact Us

Pemahaman Kitab Agama (Apa sama...?)

Awal pertanyaan saya kepada mereka yg beragama.
1. Apa dalam memahami isi kitab agama itu sama maknanya bagi setiap umatnya (dalam agama yg sama).
Alasannya.....?
2. Siapa yg benar jika ada suatu perbedaan paham?
Siapa yg menjadi hakimnya?
3. Jika perbedaan dalam pemahaman yg sama agamanya terjadi dan dimaklumi, apa masih bisa mengklaim kebenaran masing2..?
4. Seorang Nabi berkata "bla...bla.... bla", apa penerus lidah (cerita) sang nabi yg disampaikan bisa diterima dgn paham yg sama?
5. Apa salah seseorang memiliki paham yg beda dalam satu agama?

Contoh singkat,
Tentang awal penciptaan dan tanda2 hari kiamat.
Apakah isi ayat dr kitab yg menuliskan Awal penciptaan dan tanda2 hari kiamat itu mendapat pengertian yg sama oleg semua umatnya, bahkan Nabinya sendiri?
Karna byk binatang buas dan bangsa buas (yg matanya sipit) :ngakak: yg akan muncul pada hari akhir (kiamat) yg belum bisa dipahami wujud dan maknanya.
Apalagi ada binatang yg berkepala buaaanyak... :grin:
Pasukan penunggang kuda??? apa kedepan manusia masih berperang mengendarai kuda :ngakak:

Sungguh ini merupakan pelecehan terhadap binatang dan bangsa yg bermata sipit :grin:

Belum lagi ditambah Munculnya Nabi2 palsu dan Nabi baru (Kapan waktunya..... tahun depan, abad, era...)
Belum lagi ditambah ayat2 cinta... :D

Apa masih bisa mengatakan "Aku paling Benar" dan "Aku paling paham"??? :D
«134

Komentar

  • dari sudut pandang Islam :
    1. ya dan tidak, tergantung kadar pengetahuan orangnya
    2. Allah, lalu Rasulullah :)
    3. kalau berbeda, berarti belum paham :)
    4. ya, bisa diterima dgn paham yg sama
    5. jika berbeda dengan Al-Quran dan Hadits, salah :top:

    Apa masih bisa mengatakan "Aku paling Benar" dan "Aku paling paham"???
    ----> tentu, jika yang dimaksud "Aku = Allah"

    dari sudut pandang "lain" :
    1. tidak, setiap orang punya pemikiran yang tidak mungkin persis sama
    2. Alam
    3. ya, karena kebenaran tidak bergantung kepada pemahaman manusia
    4. jika ia benar nabi...
    5. salah, jika mengganggu keharmonisan alam

    Apa masih bisa mengatakan "Aku paling Benar" dan "Aku paling paham"???
    ----> bagaimana kita menilai seseorang benar jika tidak tahu mana yang salah?

  • Saya sangat setuju jawaban dari kalimat ini...,
    Apa masih bisa mengatakan "Aku paling Benar" dan "Aku paling paham"???
    ----> tentu, jika yang dimaksud "Aku = Allah"

    Pebedaan paham apa dinilai dr kecerdasan seseorang ato dari sudut pandang?

    Jangan lupa langit itu berlapis-lapis...

    Masih bisakah manusia saling menghakimi sesamanya jika dirinya bukan Tuhan?
  • Bagaimana dgn tingkat pemahaman anda sendiri terhadap agama yg anda anut sekarang Ndan Enigma?

    Jika ada beberapa ayat dr kitab yg anda pahami, apa anda yakin sama dengan teman lain yg juga memahami ayat tersebut?
  • wah... ada yang ngamuk nih.... :p
  • SIBAGARIANG menulis:
    wah... ada yang ngamuk nih.... :p

    Sapa yg ngamuk? Yg saya takut hanya Eyang yg ngamuk. Kalo manusia yg ngamuk mah.... sapa duli?!
  • :grin:
    jadi gak enak nih :shy:

    ahh..ikutan ''sapa duli'' ahh :blah:

    kagak perlu nyari sapa yang bener,sapa yang salah,toh yg benar,gak dapet hadiah. Yang salah jg gak dapet hukuman.. :grin:
    bukan itu yg agama ajarin.
    Bukan itu inti ajaran agama kita.
    :)
    agama gak di hadirkan supaya orang berlomba2 menjadi yg terbenar dalam memahami Tuhan. :nono:

    ambil contoh:
    pas ane lg bawa mobil,mendadak dr arah berlawanan, ada truk yg lg nyalip pick up, sampe ambil jalan ane lg tuh.
    Lalu,ane mesti gimana? Jelas2 ane lg nyetir di posisi jalan yg bener, apa lantas ane jalan trus?
    Apa lantas ane hajar aja tuh truk?
    Toh ane di posisi bener kan??
    :ngakak:
    Percuma mencari sapa yg bener dan salah, toh kalo ane gak ngelak tuh truk, sama2 mampos kalo tabrakan :ngakak:
    seharusnya,ane segera menghindari tabrakan dgn menepikan kendaraan,atau stop sebentar,supaya gak di tabrak truk.
    Toh,kalo ane bersikukuh pada posisi bener sekalipun,tp kalo ampe tabrakan,
    haiyahhh bisa masuk lumah cakit ooo :nono:
  • Bro Bekep memberikan ilustrasi yg cukup bagus.

    Tapi belum menyentuh kpd pembahasan inti Topic.

    Contoh pemahaman,
    "Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku".
    dan
    "Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah".

    Bagaimana menjelaskannya...?
    - Apa dgn mengatakan "Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku" menjelaskan bahwa mereka juga mengakui adanya agama lain.

    - Apa yg ditulis di atas tanah dan makna dari kejadian itu?
  • Contoh pemahaman,
    "Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku".
    dan
    "Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah".

    Maaf :rolleyes: saya gak ngerti yang Ndan maksud kan :)
  • BebasKebas menulis:

    Maaf :rolleyes: saya gak ngerti yang Ndan maksud kan :)

    Santai aza... gak pa2 Bro Bekep.
    Paling tidak anda telah memberikan ilustrasi Umum bagaimana seseorang mengimplementasikan suatu pemahaman beragama.

    Maksud saya adalah ayat per ayat dalam kitab agama apa diTafsir 100% sama oleh setiap insan yg menerimanya (Membaca dan mendengar).

    Jika anda Kristen bagaimana anda memakna kalimat ini "Carilah kerajaanNya dahulu, maka semua akan ditambahkan kepadamu".
  • SimpleMan menulis:
    Apa dgn mengatakan "Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku" menjelaskan bahwa mereka juga mengakui adanya agama lain?

    Terjemahan Surah Al Kafirun :
    1. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
    2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
    3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.
    4. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
    5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah.
    6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

    Al-Kafirun berati orang-orang kafir. Nama Al-Kafirun diambil dari perkataan “Al-Kafirun yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Turunnya surat Al-Kafirun dilatarbelakangki oleh ajakan kaum Quraisy kepada Nabi SAW. Isi ajakan kaum Quraisy itu yakni: “Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami menyembah berhala selama setahun, kami pun akan mengikuti agamamu selama setahun pula”. Maka turunlah surat Al-Kafirun ini.

    Maksud yang terkandung dalam surat Al-Kafirun ini yakni: Pernyataan bahwa Tuhan yang disembah Nabi Muhammad SAW. dan pengikut-pengikutnya bukanlah apa yang disembah oleh oranfg-orang kafir. Dan Nabi Muhammad SAW. tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir. Surat Al-Kafirun ini mengisyaratkan tentang habisnya semua harapan orang-orang kafir dalam usaha mereka agar Nabi Muhammad SAW. meninggalkan dakwahnya.
  • (matius 6:33) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tahun 2009 di Padangpanjang, Sumatera Barat, telah menetapkan fatwa tentang Prinsip Ajaran Islam mengenai Hubungan Antarumat Beragama dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Dalam fatwa itu, para ulama menegaskan bahwa:

    Pertama, kesepakatan bangsa Indonesia untuk membentuk NKRI dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan UndangUndang Dasar 1945 sebagai konstitusi merupakan ikhtiar untuk memelihara keluhuran agama dan mengatur kesejahteraan hidup bersama, kesepakatan itu mengikat seluruh elemen bangsa.

    Kedua, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, baik dalam hal suku, ras, budaya maupun agama. Karenanya, bangsa Indonesia sepakat untuk mengidealisasikan bangsa ini sebagai sebuah bangsa yang majemuk tetapi tetap bersatu, dengan semboyan bhineka tunggal ika.

    Ketiga, umat Islam sebagai bagian terbesar dari bangsa Indonesia harus terus menjaga konsensus nasional itu.

    Keempat, dalam hal kemajemukan agama, negara mengakui eksistensi beberapa agama, dan masing-masing agama tersebut mempunyai posisi yang sama di dalam konstitusi negara. Negara menjamin warganya untuk memeluk agama masing-masing.

    Kelima, Islam mengakui eksistensi agama lain tanpa mengakui kebenaran agama tersebut, sebagaimana pada masa Nabi juga mengakui eksistensi agama selain Islam, antara lain Yahudi, Nasrani dan Majusi.

    Keenam, dalam konteks berbangsa dan bernegara, setelah Proklamasi 1945, Islam memandang posisi umat beragama sebagai sesama bagian warga bangsa yang terikat oleh komitmen kebangsaan, sehingga harus hidup berdampingan secara damai.

    Ketujuh, guna terhindar dari konflik antarpemeluk agama di Indonesia, negara wajib menjamin warganya untuk menjalankan agamanya dan melindungi kemurnian agama sesuai dengan ajaran agama masing-masing dari setiap upaya penodaan agama.

    Kedelapan, setiap orang, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi yang melakukan penodaan agama, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi, maka negara harus menindaknya secara tegas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

    Fatwa MUI tersebut secara tegas dan gamblang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang toleran.
    Umat Islam secara tegas mendesak negara untuk menjamin warganya memeluk agama masing-masing.
    Terlebih, Alquran secara gamblang mengajarkan umatnya untuk menerapkan hidup toleran dengan sesama manusia.

    Dalam surah Al-Kafirun ayat 1-4, Allah SWT berfirman, "Katakanlah: Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan Aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

    Pada surah Al-Baqarah ayat 256, Allah SWT berfirman, "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat."

    Dalam surah Al-Mumtahanah ayat 8-9, Allah SWT berfirman, "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orangorang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
  • 5551272 menulis:

    Terjemahan Surah Al Kafirun :
    1. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
    2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
    3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.
    4. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
    5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah.
    6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

    Al-Kafirun berati orang-orang kafir. Nama Al-Kafirun diambil dari perkataan “Al-Kafirun yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Turunnya surat Al-Kafirun dilatarbelakangki oleh ajakan kaum Quraisy kepada Nabi SAW. Isi ajakan kaum Quraisy itu yakni: “Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami menyembah berhala selama setahun, kami pun akan mengikuti agamamu selama setahun pula”. Maka turunlah surat Al-Kafirun ini.

    Maksud yang terkandung dalam surat Al-Kafirun ini yakni: Pernyataan bahwa Tuhan yang disembah Nabi Muhammad SAW. dan pengikut-pengikutnya bukanlah apa yang disembah oleh oranfg-orang kafir. Dan Nabi Muhammad SAW. tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir. Surat Al-Kafirun ini mengisyaratkan tentang habisnya semua harapan orang-orang kafir dalam usaha mereka agar Nabi Muhammad SAW. meninggalkan dakwahnya.

    Padahal mereka itu "berhala". Apa berhala juga bisa di artikan sebuah Agama?
  • Kalo tidak salah dalam Kitab juga ada menyebutkan kata "Orang berakal".

    Siapa yg dimaksud dgn "Orang Berakal"?
  • SimpleMan menulis:
    Padahal mereka itu "berhala". Apa berhala juga bisa di artikan sebuah Agama?

    Bagi kaum Quraish pada masa itu iya.. :)

    Dan karena pada dasarnya menyembah kepada selain Allah itu adalah berhala kalau didalam pengertian islam.
  • SimpleMan menulis:
    Kalo tidak salah dalam Kitab juga ada menyebutkan kata "Orang berakal".

    Siapa yg dimaksud dgn "Orang Berakal"?

    Manusia yang mau mempergunakan akalnya untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yg sudah disampaikan.

    [39:9] (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (SURAT AZ ZUMAR (ROMBONGAN-ROMBONGAN) ayat 9)
  • Berarti MUI sebagai rujukan bagi Umat Muslim yah.

    Bagaimana dgn aliran Islam yg lainnya? Apa bisa dikatakan sesat. Karna ada yg hanya beda perhitungan hari pada bulan ramadhan.

    APa jika melebih 72 aliran, misalnya 80. Berarti 8_nya tidak sesat yah.

    al-Qiyadah juga melengkapi daftar 250 kepercayaan sesat yang dikeluarkan oleh Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) dari 1980 hingga 2006. Pakem beranggotakan Departemen dalam negeri, Departemen Agama, dan Kejaksaan Agung. MUI sendiri telah mengeluarkan 86 fatwa sejak berdirinya pada tahun 1975. sepuluh fatwa itu menyangkut ajaran sesat.
    Sumber : Tempo edisi 5 - 11 November 2007.

    Dan apakah pemahaman dari...
    “Pada akhir jaman, umatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) cabang, dan yang masuk surga hanyalah satu, yakni yang kembali kepada Al~Qur’an dan Hadist!”

    Seperti kata Bro Enigma...,
    SimpleMan : 5. Apa salah seseorang memiliki paham yg beda dalam satu agama?
    Enigma : 5. jika berbeda dengan Al-Quran dan Hadits, salah.

    Pemahaman....?

  • Dan apa yg menyebabkan dalam 1 agama tumbuh menjadi beberapa aliran jika sudah ada kitab sebagai pedoman?
  • 5551272 menulis:

    Bagi kaum Quraish pada masa itu iya.. :)

    Dan karena pada dasarnya menyembah kepada selain Allah itu adalah berhala kalau didalam pengertian islam.

    Kenapa masih ada perbedaan aliran dalam menyembah satu Allah? Apa mereka juga termasuk berhala?
  • :D
    Lagi ngga sibuk ya bang, pertanyaannya banyak amat..
    ntar ya jawabnya, aku jadi ngga kerja2x nih...
  • [size=medium]numpang duduk dan ikut menyimak :wait:

    [/size]
  • Ndan Simple menulis:
    Maksud saya adalah ayat per ayat dalam kitab agama apa diTafsir 100% sama oleh setiap insan yg menerimanya (Membaca dan mendengar).

    Pemahaman suatu Ajaran Agama Tergantung seberapa dalam Iman seseorang :)

    Bu 555 menulis:
    Lagi ngga sibuk ya bang, pertanyaannya banyak amat..
    ntar ya jawabnya, aku jadi ngga kerja2x nih...

    iya neh,belum abis 1 uda di tambahin lagi :)
  • Baru aza sy mau katakan "sambung entarrrr.... ada tamu di kantor". :ngakak:

    1 udah pergi, datang lagi 2 orang :grin:
    Padahal isi kepala ini masih seputar GFT :stress:

    :D Is Time Out.....
  • SimpleMan menulis:
    Baru aza sy mau katakan "sambung entarrrr.... ada tamu di kantor". :ngakak:

    1 udah pergi, datang lagi 2 orang :grin:
    Padahal isi kepala ini masih seputar GFT :stress:

    :D Is Time Out.....

    wah... lagi banyak rejekinya nih bang simple..... :top:


    lanjut dah diskusinya.........
  • DTS,
    Salam AKAL juga! Merdeka!
  • jawabannya ada di gambar itu pakde.....

    pemahaman/akal(perangkat rohani)tiap manusia itu tidak sama 'besarnya'.
    tidak juga bisa di ukur(mungkin di mangga dua ada jualan alat ukur nya,karena setahu saya disana semua nya ada)....:D

    setiap manusia itu pasti ngaku nya paling berakal lah....orang gila aja ga mau dibilang gila.hehehe
  • Berarti MUI sebagai rujukan bagi Umat Muslim yah.

    iya, khususnya bagi umat muslim di Indonesia

    Bagaimana dgn aliran Islam yg lainnya? Apa bisa dikatakan sesat. Karna ada yg hanya beda perhitungan hari pada bulan ramadhan.

    umat muslim tidak pernah mengkafirkan seseorang hanya karena perbedaan perhitungan penentuan awal ramadhan & awal syawal.

    APa jika melebih 72 aliran, misalnya 80. Berarti 8_nya tidak sesat yah.

    bukan itu maksudnya. Yg selamat hanya yg mengikuti Al Qur'an & Hadits shahih tanpa ditambah dan dikurangi

    al-Qiyadah juga melengkapi daftar 250 kepercayaan sesat yang dikeluarkan oleh Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) dari 1980 hingga 2006. Pakem beranggotakan Departemen dalam negeri, Departemen Agama, dan Kejaksaan Agung. MUI sendiri telah mengeluarkan 86 fatwa sejak berdirinya pada tahun 1975. sepuluh fatwa itu menyangkut ajaran sesat.
    Sumber : Tempo edisi 5 - 11 November 2007.

    Dan apakah pemahaman dari...
    “Pada akhir jaman, umatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) cabang, dan yang masuk surga hanyalah satu, yakni yang kembali kepada Al~Qur’an dan Hadist!”

    Seperti kata ndan Enigma...,
    SimpleMan : 5. Apa salah seseorang memiliki paham yg beda dalam satu agama?
    Enigma : 5. jika berbeda dengan Al-Quran dan Hadits, salah.

    Pemahaman....?

    ya harus mengikuti apa yg ada didalam Al Qur'an & hadits yg shahih..tidak ditambah dan tidak dikurangi.

    Dan apa yg menyebabkan dalam 1 agama tumbuh menjadi beberapa aliran jika sudah ada kitab sebagai pedoman?

    banyak hal... intinya adl perbedaan penafsiran dan pemahaman dalam menterjemahkan apa yg tersurat dan tersirat didalam firman Allah
  • dih umat ini binatang saja yah....terserah para majelis ulama indonesia,mau ngatur binatang peliharaannya diapain.
    jangan makan ini yah mbek....dilarang Tuhan mu.
    mbek,besok sholat besar....untuk menyembah Tuhan mu.
    mbek,jangan kesana yah ...ada harimaunya...
    mbek,jangan makan rumput itu,itu rumput beracun....

    aduh kasihannya....
    yah saran saya untuk generasi muda aja.....belajarlah berfikir yang cerdas,jangan seperti pendahulu2 kalian yang cuma bisa mengembik saja.yang cuma dapet omongan katanya langsung mbik....
    semua manusia itu sama derajatnya,dan manusia mempunyai perangkat rohani (akal) yang mampu langsung berkomunikasi dengan Tuhannya(tanpa melalui perantara/calo).

    asli deh kalo memang begini faktanya......sampai jutaan tahun,indonesia ini ga bakal maju2,dan tidak akan menjadi pemimpin dunia.
    karena dididik/dicekoki agar punya mental budak dan mental memperbudak.
  • @ Brain,
    mudah-mudahan nanti kalau kamu meninggal tidak ditelantarkan oleh keluarga kamu dipinggir jalan, karena mereka merasa kamu jg tidak mau diatur2x dengan tata cara ibadah yang ada semasa kamu hidup
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori