Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

wajib kah bayar zakat...???

mohon pencerahan dari teman2 semua...smile.gif

kita di wajibkan bayar zakat harta tau pendapatan....

yang mo saya tanyakan :
1. apakan orang yang punya hutang wajib bayar zakat...?
(contoh : gaji per bulan 2 juta, sedangkan hutang yang harus dibayar tiap bulan 1.800.000 sisa 200.000) sedangkan dia punya istri dan anak, pasti tidak mencukupi kebutuhan keluarga tipa bulannya gimana mo bayar zakat. tau setelah hutangnya lunas baru dia wajib bayar zakat...?

2. apakah orang yang punya tanggungjawab wajib bayar zakat...?
(dia membiayai orang tua dan sekolah adek2nya)


makasih

smile.gif

Komentar

  • tambahan: kalo udah bayar pajak penghasilan, masih harus bayar zakat juga?
  • Menarik juga pertanyaan nya :D

    Nunggu yg lain kasi pendapat :wait:
  • Zakat wajib bagi yang mampu. dalam pengertian ini, apakah dalam kasus yang diatas benar2 tidak mampu untuk membayar? jika memang masih memiliki kemampuan diwajibkan tapi apabila ternyata untuk melunasi hutang saja sulit apalagi untuk makan maka tidak wajib.

    yang harus dilihat, hutang itu untuk apa? apakah untuk kebutuhan hidup? atau hutang karena berfoya-foya atau kebutuhan sekunder dimana kebutuhan primer terpenuhi, maka dia dianggap mampu dan wajib membayar zakat..

    CMIIW
  • insy_child menulis:
    mohon pencerahan dari teman2 semua...smile.gif

    kita di wajibkan bayar zakat harta tau pendapatan....

    yang mo saya tanyakan :
    1. apakan orang yang punya hutang wajib bayar zakat...?
    (contoh : gaji per bulan 2 juta, sedangkan hutang yang harus dibayar tiap bulan 1.800.000 sisa 200.000) sedangkan dia punya istri dan anak, pasti tidak mencukupi kebutuhan keluarga tipa bulannya gimana mo bayar zakat. tau setelah hutangnya lunas baru dia wajib bayar zakat...?

    Zakat gaji tidak ada, yang ada zakat harta yang sudah mencapai 1 tahun dan mencapai nishab-nya baru dizakatkan.

    kecuali kalau gajinya ditabungkan terus sudah mencapai haul dan mencapai nishob-nya baru dikenakan zakat.

    insy_child menulis:
    2. apakah orang yang punya tanggungjawab wajib bayar zakat...?
    (dia membiayai orang tua dan sekolah adek2nya)


    makasih

    smile.gif

    Setiap muslim wajib bayar zakat jika hartanya sudah mencapai haul dan mencapai nishob. Misalnya setelah kamu keluarkan biaya-biaya dari pendapatan, lalu sisanya ditabung selama satu tahun dan jumlah tabungan sudah mencapai nishob, baru dikenakan zakat.


    :)
  • agus69 menulis:
    tambahan: kalo udah bayar pajak penghasilan, masih harus bayar zakat juga?

    Tetap wajib bayar zakat jika hartanya sudah mencapai satu tahun dan mecapai nishob. Wacana pemerintah bayar zakat sebagai pengurang pajak.

    :)
  • Seingetku, zakat itu dihitung setelah dikurangi biaya-biaya pengeluaran buat hidup..
    Jadi, umpama gaji 2 juta terus biaya hidup 800ribu, maka yg 1,2 juta sisanya yg wajib dibayarkan zakat nya, tentunya setelah mencapai nisab nya ;)
  • big2besar menulis:

    Zakat gaji tidak ada, yang ada zakat harta yang sudah mencapai 1 tahun dan mencapai nishab-nya baru dizakatkan.



    misalnya rumah, sedangkan rumah itu dibangun tau dibeli dengan uang pinjaman (ngutang) dan sampe sekarang masih blom lunas dan masanya udah mencapai 1 tahun, gimana tu...?

    makasi

    smile.gif
  • Zakat penghasilan/gaji tidak ada, yang ada zakat emas, perak, pertanian, tsimar (buah-buahan seperti kurma), barang perniagaan, binatang ternak yang digembalakan pada rerumputan bebas, barang tambang dan rikaz (harta terpendam/harta karun).
    insy_child menulis:


    misalnya rumah, sedangkan rumah itu dibangun tau dibeli dengan uang pinjaman (ngutang) dan sampe sekarang masih blom lunas dan masanya udah mencapai 1 tahun, gimana tu...?

    makasi

    smile.gif

    hutang merupakan kewajiban yang harus ditunaikan terlebih dahulu, setelah ada sisa dari pembayaran hutang dan sisanya tersebut telah mencapai nishob, baru bisa di-zakat-kan, tapi jika tidak mencapai nishob, maka gugur kewajiban membayar zakat, dalam kondisi itu ia dianggap fakir.

    Sabda Rasulullah saw "Tidak ada kewajiban shadaqah kecuali dari seseorang yang telah memenuhi kebutuhan dirinya dan tangungannya". (HR. Bukhari)

    Jadi misalnya, saya punya rumah hasil dari hutang yang harus dibayar tiap bulan, dari setiap pembayaran hutang dan pemenuhan kebutuhan hidup tiap bulan masih ada sisa uang untuk ditabung dan hasil dari tabungan tersebut sudah mencapai haul dan nishob, maka tabungan tersebut wajib di-zakat-kan sebesar 2.5%

    Masalah zakat penghasilan silahkan klik Zakat Profesi

    :)
  • Tambahan :

    Syarat seseorang wajib mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:
    1. Islam
    2. Merdeka
    3. Berakal dan baligh
    4. Memiliki nishab

    Makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah,

    “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219)


    Makna al afwu (dalam ayat tersebut-red), adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itu, Islam menetapkan nishab sebagai ukuran kekayaan seseorang

    Syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:
    1. Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.

    2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab dengan dalil hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    “Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al AlBani)


    Besarnya Nishab :

    Diriwayatkan dari Ali ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, "Engkau tidak wajib mengeluarkan sesuatu (maksudnya zakat dari emas) sehingga engkau memiliki sebanyak dua puluh dinar. Jika engkau telah memiliki dua puluh dinar dan sudah genap satu tahun, maka (zakatnya) sebanyak setengah dinar. Adapun selebihnya, maka juga dihitung dengan perhitungan tersebut (2,5%). Tidak ada kewajiban zakat pada suatu harta sampai genap satu tahun". (HR. Abu Dawud, Kitab az Zakaah bab Zakaatis Saa-imah, II/102-103. No. 1573) dan (Al Baihaqi secara ringkas Kitab az Zaakah bab Laa Zaakaata fi Maalin Hatta Ya hula alaihil haul, IV/160 no. 7273-7274)


    Dinar disini dinar Islam, 1 dinar = 4,25 gram emas, 20 dinar = 85 gram emas, misalnya harga pasaran emas di Indonesia, 1 gram Rp 400.000, berarti nishab-nya : 85 gr X Rp 400.000,- = Rp 34.000.000,-, Jika harta (uang tunai + tabungan + perhiasan-perhiasan ) telah satu tahun dan mencapai 34 juta atau lebih dikenakan zakat 2,5%, tetapi jika kurang dari 34 juta tidak dikenakan zakat.

    :)
  • makasi banyak ya mbak tas bantuannya.... smile.gif
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori