Contact Us

Cincin Kawin Nia Ramadhani Haram

Cincin Kawin Nia Ramadhani Haram

nia_ardi.jpg

Meski Cincin perkawainan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie yang dilapisi darah menganggap cincin itu sebagai lambang bersatunya cinta mereka, namun oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se Jawa dan Madura, dinyatakan haram. Darah yang terkandung dalam cincin putra pegusaha Aburizal Bakrie tersebut dianggap sebagai barang najis, yang tidak semestinya diabadikan. Keputusan haram tersebut diambil dalam Komisi B forum bahtsul masa’il FMPP di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Kamis (3/6/2010).

Perumus Komisi B Bahtsul Masa’il FMPP XXI, Kiai Ali Mustofa Said mengatakan bahwa mereka beranggapan, darah yang dinyatakan najis tidak semestinya disatukan, terlebih dalam sebuah cincin yang dimungkinkan setiap saat dibawa salat. “Darah dalam Islam dianggap sebagai sesuatu yang najis, yang sudah semestinya disucikan dan bukan untuk disatukan,” tegasnya.

Kiai Said menjelaskan, alasan Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani membuat cincit dengan kandungan darah di dalamnya, untuk menyatukan pernikahannya agar abadi tidak tepat. Pernikahan yang sakinah, mawaddah dan warahmah dapat dihadilkan tidak hanya melalui sebuah penyatuan yang bersifat duniawi. “Kalau mereka inginkan rumah tangganya bahagia, sakinah, mawaddah dan warahmah, ya berlakulah sebagai suami istri yang hidup berdasar syariat. Jangan terus dengan perumpamaan berharap bahagia, karena itu buatan manusia juga yang tidak bisa menjadi patokan,” jelas Kiai Ali.

Atas keputusan tersebut, FMPP meminta masyarakat tidak meniru apa yang dilakukan pasangan Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani tersebut. Mengenai status pernikahan Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani, FMPP tetap menganggapnya sah. Keputusan haram hanya dikenakan pada cincin perkawinan yang digunakan, yang dikabarkan dipesan secara khusus ke Thailand. “Masyarakat biasanya latah dan untuk masalah ini kami harapkan tidak. Apa yang mereka lakukan salah dan jangan ditiru,” tegasnya.[fjsr]
«1

Komentar

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori