Contact Us

Mahasiswa ITB Ciptakan Lampu Rumah Super Hemat

[size=medium]Mahasiswa ITB Ciptakan Lampu Rumah Super Hemat [/size]
Rabu, 26 Mei 2010 | 18:47 WIB

?id=15534&width=274
Lampu Hemat Energi/TEMPO/Ramdani

[size=medium][align=justify]TEMPO Interaktif, Bandung - Tim Lampu Ganesha menciptakan lampu rumah super hemat. Lampu dari rangkaian light-emitting diode (LED) itu 100 kali lebih irit dari penerang yang umum dipakai masyarakat sekarang ini. Dewan juri mengganjar penemuan itu sebagai juara pertama ITB Entrepreneurship Challenge 2010.

Tim yang beranggotakan Adhi Ichwan Kurniawan, Fela Rizki Wardana, dan Fadolly Ardin, itu juga menyabet juara kategori produk terbaik dalam lomba ide bisnis mahasiswa Indonesia tersebut. Ketiga mahasiswa tingkat akhir Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung itu berhak membawa hadiah uang Rp 20 juta.

Produk yang juga dinamai Lampu Ganesha itu terdiri dari rangkaian 49 lampu LED biasa berwarna putih. Agar hemat listrik, lampu itu menyala satu per satu tidak sekaligus. Namun proses itu mereka percepat sampai 400 nano second dengan memasang controller sebagai prosesor. “Jadinya terlihat menyala bersamaan, padahal sebenarnya tidak,” kata Adhi Ichwan Kurniawan, Rabu (26/5).

Lampu itu cuma menyedot listrik sebesar 3 watt. Tapi terang cahayanya setara dengan lampu bohlam 100 watt atau lampu neon 45 watt. Tak cuma itu, pelanggan listrik rumah tangga cuma perlu membayar Rp 3000 per tahun jika memakai lampu LED tersebut. “Kalau memakai sebuah lampu neon sekitar Rp 300 ribu per tahun,” kata Fadolly Ardin.

Lampu Ganesha juga sanggup menekan biaya listrik lampu penerang jalan. Di Kota Bandung, misalnya, yang punya 19 ribu titik tiang lampu di sisi jalan. Dengan memakai lampu LED 15 watt, biaya listriknya hanya butuh Rp 2,7 miliar per tahun. Bandingkan dengan penerang dari sorot lampu merkuri 300 watt yang menyedot anggaran APBD hingga 42 miliar.[/align][/size]
«1

Komentar

  • [size=medium]Prototipe Lampu Super Hemat ITB Berbekal Rp 100 Ribu [/size]
    Rabu, 26 Mei 2010 | 22:48 WIB


    [size=medium][align=justify]TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekelompok mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung ternyata hanya memerlukan uang Rp 100 ribu untuk membuat contoh lampu rumah super irit. Seluruh komponen pun cukup memakai bahan lokal.

    Menurut anggota tim Lampu Ganesha Adhi Ichwan Kurniawan, lampu inovasi mereka memakai 49 lampu light-emitting diode (LED), controller, trafo, dudukan lampu, kabel, dan penutup lampu. Semua komponen seharga Rp 100 ribu itu mudah dibeli di toko elektronik.

    Penerang yang sementara ini dinamai Lampu Ganesha itu, pada 3 Mei lalu meraih juara pertama ITB Entrepreneurship Challenge 2010. Tim yang beranggotakan tiga mahasiswa Teknik Elektro ITB itu mengatur nyala 49 lampu LED satu per satu agar hemat listrik. Supaya terkesan menyala bersamaan, Adhi Ichwan Kurniawan, Fela Rizki Wardana, dan Fadolly Ardin, mengatur jeda nyala tiap lampu dengan kecepatan 400 nano second.

    Produk terbaik dalam lomba ide bisnis mahasiswa Indonesia tersebut juga berharga murah. Mereka menghitung, lampu 3 watt yang setara bohlam 100 watt itu bisa dijual separuh harga dari ongkos produksi prototipe. "Kalau diproduksi masal bisa Rp 40-50 ribu per lampu," kata Fadolly Ardin.

    Mahasiswa tingkat akhir itu mengakui, harga pembelian awalnya terkesan mahal. Namun jika dibandingkan penghematan listrik yang dilakukan penerang LED tersebut, yang diperkirakan awet hingga lima tahun, biaya bayar listrik pemakai jadi lebih irit.[/align][/size]
  • kalo AC rumah, bisa nggak dibuat sehemat itu ya.... bener2 ilmu yang bermanfaat !
  • dan kalo bikin lampu mati hidup lagi, gimana ndan ? pasti bisa....
  • joki kuda menulis:
    dan kalo bikin lampu mati hidup lagi, gimana ndan ? pasti bisa....

    wah bisa dipikirkan untuk penemuan selanjutnya................
  • Kalau memang menguntungkan, mengapa tidak diproduksi massal?

    Jangan seperti penemuan-penemuan yg terdahulu..
    Walaupun dimaksud untuk hemat, ternyata malah jadi mahal..
    Contohnya: Rumah hemat energy..
    Lampu akan nyala/mati sendiri mendeteksi kehadiran manusia..
    Listrik , pemanas, pendingin dll dikontrol komputer canggih..
    Tapi, harga peralatan tsb.. seharga satu rumah !!
  • penemuan yang sangat bermanfaat....
    kapan dibuat secara masssall ....:)
  • ditunggu di komersialkan semoga ada pengusaha pribumi yg manggandeng penemuan tersebut
  • Hmm... kapn ya tuh produk di produksi masal biar kita bisa nyobain
  • asiiikk..nanti coba beli ah..
    semoga aja harganya beneran segitu
  • bener ga sih pic lampu nya seperti yang ada di atas? :confused:

    kalopun benar, sama aja dunk dengan lampu SL yang selama ini beredar di masyarakat :think:

    setahu ane, LED (Light Emitting Diode) mempunyai waktu hidup yang tidak lama, sehingga lambat laun, satu persatu LED tersebut akan mati.
  • Semoga kalangan industri bisa cepat mengadopsi ide mahasiswa kreatif tersebut
  • THE ROCK menulis:
    Kalau memang menguntungkan, mengapa tidak diproduksi massal?

    Jangan seperti penemuan-penemuan yg terdahulu..
    Walaupun dimaksud untuk hemat, ternyata malah jadi mahal..
    Contohnya: Rumah hemat energy..
    Lampu akan nyala/mati sendiri mendeteksi kehadiran manusia..
    Listrik , pemanas, pendingin dll dikontrol komputer canggih..
    Tapi, harga peralatan tsb.. seharga satu rumah !!

    :ngakak::ngakak::ngakak::ngakak:

    betul ndan
  • keren ndan, menunggu produk masalnya..
  • fikar_its menulis:
    bener ga sih pic lampu nya seperti yang ada di atas? :confused:

    kalopun benar, sama aja dunk dengan lampu SL yang selama ini beredar di masyarakat :think:

    setahu ane, LED (Light Emitting Diode) mempunyai waktu hidup yang tidak lama, sehingga lambat laun, satu persatu LED tersebut akan mati.

    Itu cuman gambar ilustrasi beritanya ndan..........
    sepertinya memang bukan lampu ganesha .........
  • orang Indonesia memang hebat/jenius . . . :top:
  • ini sih bukan barang baru, gw sudah mengenal ini setahun yang lalu.

    setahu gw, harga lampu LED ini sangat2 jauh lebih mahal dari lampu TL.
    contohnya, harga TL 50watt sekitar 60rb, sementara harga lampu LED dengan penerangan yang sama mencapai 600rb.
    sangat2 tidak effisiien, apalagi bila dipertimbangkan lagi mengenai life timenya.
    mungkin dalam tugas akhir bro di atas, perlu ditinjau lagi mengenai asumsi2 yang digunakan, sehingga bisa lebih mendekati kondisi realnya.

    sekarang ini, ada ide lain untuk melakukan penghematan. bukan lalu gw dapet proposal dari sub kontraktor, untuk meng install reflektor special. sebetulnya feflektor biasa, tetapi design nya sangat optimal, sehingga luminasinya bisa maksimal.
    mereka mengklaim bisa menghemat 50% energi. misalnya, dari 2 lampu TL terpasang, dengan menambah reflektor ini bisa hanya perlu 1 TL saja, tanpa mengurangi tingkat penerangannya....
    harganya pun cukup murah, hanya di kisaran 30rban saja per setnya.

    menurut gw, solusi ini lebih reasonable...
  • joki kuda menulis:
    dan kalo bikin lampu mati hidup lagi, gimana ndan ? pasti bisa....

    Di LEM BIRU ndan bisa kok...
  • Pastinya belum ada dipasaran atau memang tidak dipasarkan.....
  • :top: Penemuan yg bagus...gimana kalo ilmuwan muda juga buat mobil tenaga accu atau baterai yg bisa tahan lama, jadi begitu mobil jalan langsung mencharge/mengisi otomatis (walaupun ada tambahan alat) yang bisa menggerakan mesin mobil dalam waktu yang cukup lama. JIka bisa mobil ini jadi mobil dengan hemat energi dan ramah lingkungan.:thanks::top:
  • semoga cepat dipatentkan, dibeli oleh industri dan diproduksi secara masal, biar dirasakan manfaatnya
  • Prestasi yg bagus :top:

    kok blom masuk room berita hangat :think:
  • wah klu ada tutornya asyik juga tu komandan..:D:D:D
  • Penemuan yang sangat Briliant.....skrg yang jadi masalahnya kapan direalisasikan/diedarkan kpd masyarakat Indonesia, sehingga bisa segera diaplikasikan di rumah2, toko2, jalanan umum, dan tentunya dapat menghemat energi listrik yg sudah mulai defisit terus menerus.
  • bravo,.........semoga semakin banyak anak bangsa yg melahirkan penemuan2 baru yg bermanfaat.................dan jangan lupa dibuatkan hak paten, ntar diambil ama negara lain lho........
  • ZM3946X menulis:

    sekarang ini, ada ide lain untuk melakukan penghematan. bukan lalu gw dapet proposal dari sub kontraktor, untuk meng install reflektor special. sebetulnya feflektor biasa, tetapi design nya sangat optimal, sehingga luminasinya bisa maksimal.
    mereka mengklaim bisa menghemat 50% energi. misalnya, dari 2 lampu TL terpasang, dengan menambah reflektor ini bisa hanya perlu 1 TL saja, tanpa mengurangi tingkat penerangannya....
    harganya pun cukup murah, hanya di kisaran 30rban saja per setnya.

    menurut gw, solusi ini lebih reasonable...

    ane lebih setuju dengan ide ini :agreed:

    :top:

    lebih realistis, n bisa di buktikan.
    n memang benar, embel2 lampu hemat energi yang sering kita dengar jauh2 hari sebelum ini, tidak pernah berhasil. karena lampu hemat energi yang di tawarkan, memang mengurangi daya yang terpakai kurang lebih 30%, namun lampu tersebut menambah rugi2 elektrik sebesar 90% lebih.
    (rugi2 elektrik adalah daya semu yang tidak terpakai akibat penggunaan komponen induktif dan kapasitif, yang berakibat akan menambah beban daya reaktif)
    :)
  • :top: menunggu produksi masal nya aja......:top:
  • kalo udah diproduksi, semoga harganya nggak mahal... :rolleyes:

Tinggalkan sebuah Komentar

Komentar yg tidak sesuai judul atau numpang iklan (tersembunyi), akan dihapus atau banned. Gunakan signature untuk menaruh link promosi anda

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori