Contact Us
News
Follow TELEGRAM Channel ForumBebas.com di alamat T.ME/FORUMBEBAS atau Facebook Fan Page dan Twitter Forumbebas .

Forum Bebas Indonesia

Freeport Mengangkangi Emas Papua

logomt4.jpg

[size=medium]
Di ketinggian 4200 m di tanah Papua, Freeport McMoran (FM), perusahaan induk PT. Freeport Indonesia mengangkangi tambang emas terbesar di dunia dengan cadangan terukur kurang lebih 3046 ton emas, 31 juta ton tembaga, dan 10 ribu ton lebih perak tersisa di pegunungan Papua. Berdasarkan perhitungan kasar, cadangan ini diperkirakan masih akan bisa dikeruk hingga 34 tahun mendatang.

Menurut catatan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejak 1991 hingga tahun 2002, PT Freeport memproduksi total 6.6 juta ton tembaga, 706 ton emas, dan 1.3 juta ton perak. Dari sumber data yang sama, produksi emas, tembaga, dan perak Freeport selama 11 tahun setara dengan 8 milyar US$. Sementara perhitungan kasar produksi tembaga dan emas pada tahun 2004 dari lubang Grasberg setara dengan 1.5 milyar US$.

Berdasarkan laporan pemegang saham tahun 2005, nilai investasi FM di Indonesia mencapai 2 milyar dollar. Freeport merupakan perusahaan emas penting di Amerika karena merupakan penyumbang emas nomor 2 kepada industri emas di Amerika Serikat setelah Newmont. Pemasukan yang diperoleh Freeport McMoran dari PT Freeport Indonesia, dan PT. Indocopper Investama (keduanya merupakan perusahaan yang beroperasi di Pegunungan Tengah Papua) mencapai 380 juta dollar (hampir 3.8 trilyun) lebih untuk tahun 2004 saja. Keuntungan tahunan ini, tentu jauh lebih kecil pendapatan selama 37 tahun Freeport beroperasi di Indonesia.

Dalam nota keuangan tahunannya kepada pemegang saham, selama 3 tahun hingga tahun 2004, total pengasihan PT. Freeport kepada Republik Indonesia hanya kurang lebih dari 10-13 % pendapatan bersih di luar pajak atau paling banyak sebesar 46 juta dollar (460 milyar rupiah). Demikian Freeport juga mengklaim dirinya sebagai penyumbang pajak terbesar di Indonesia yang tidak jelas berapa jumlahnya. Menurut dugaan, pajak yang disumbang PT. Freeport Indonesia mencapai 2 trilyun rupiah (kurang dari 1% anggaran negara). Pertanyaan yang patut dimunculkan, apakah Freeport menjadi amat berharga dibanding ratusan juta pembayar pajak lainnya yang sebenarnya adalah warga yang patut dilayani negara? Atau dengan menjadi pembayar pajak terbesar, PT Freeport sebetulnya sudah “membeli” negara dengan hanya menyumbang kurang dari 1% anggaran negara? Bagaimana dengan agregat pembayar pajak yang lain?

Perusakan lingkungan

Sumbangan Freeport terhadap bangkrutnya kondisi alam dan lingkungan juga tidak kalah besar. Menurut perhitungan WALHI pada tahun 2001, total limbah batuan yang dihasilkan PT. Freeport Indonesia mencapai 1.4 milyar ton. Masih ditambah lagi, buangan limbah tambang (tailing) ke sungai Ajkwa sebesar 536 juta ton. Total limbah batuan dan tailing PT Freeport mencapai hampir 2 milyar ton lebih.

Prediksi buangan tailing dan limbah batuan hasil pengerukan cadangan terbukti hingga 10 tahun ke depan adalah 2.7 milyar ton. Sehingga untuk keseluruhan produksi di wilayah cadangan terbukti, PT FI akan membuang lebih dari 5 milyar ton limbah batuan dan tailing. Untuk menghasilkan 1 gram emas di Grasberg, yang merupakan wilayah paling produktif, dihasilkan kurang lebih 1.73 ton limbah batuan dan 650 kg tailing. Bisa dibayangkan, jika Grasberg mampu menghasilkan 234 kg emas setiap hari, maka akan dihasilkan kurang lebih 15 ribu ton tailing per hari. Jika dihitung dalam waktu satu tahun mencapai lebih dari 55 juta ton tailing dari satu lokasi saja.

Kemanakah Freeport membuang limbah batuan?

Limbah batuan akan disimpan pada ketinggian 4200 m di sekitar Grassberg. Total ketinggian limbah batuan akan mencapai lebih dari 200 meter pada tahun 2025. Sementara limbah tambang secara sengaja dan terbuka akan dibuang ke Sungai Ajkwa yang dengan tegas disebutkan sebagai wilayah penempatan tailing sebelum mengalir ke laut Arafura.

Berdasarkan analisis citra LANDSAT TM tahun 2002 yang dilakukan oleh tim WALHI, limbah tambang (tailing) Freeport tersebar seluas 35,000 ha lebih di DAS Ajkwa. Limbah tambang masih menyebar seluas 85,000 hektar di wilayah muara laut, yang jika keduanya dijumlahkan setara dengan Jabodetabek. Total sebaran tailing bahkan lebih luas dari pada luas area Blok A (Grasberg) yang saat ini sedang berproduksi. Peningkatan produksi selama 5 tahun hingga 250,000 ton bijih perhari dapat diduga memperluas sebaran tailing, baik di sungai maupun muara sungai.

Biaya yang dikeluarkan Freeport untuk mengatasi persoalan lingkungan berkisar antara 6070 juta dollar per tahunnya mulai dari tahun 2002. Total biaya yang telah dikeluarkan Freeport selama 3 tahun untuk urusan lingkungan sekitar 139 juta dollar atau setara dengan 6 kali lipat anggaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Freeport tidak lagi menyebutkan Ajkwa sebagai sungai, tetapi sebagai wilayah tempatan tailing yang “disetujui” oleh Pemerintah Republik Indonesia. Freeport bahkan menyebutkan Sungai Ajkwa sebagai sarana transportasi dan pengolahan tailing hal mana sebetulnya bertentangan dengan hukum di Indonesia.

http://www.dimonim.com/detail.php?page=1&ber=235
[/size]

Komentar

  • Kasihan ibu Pertiwi
    dikeruk terus oleh orang2 serakah
  • ud biasa kali yang penting pejabatnya kaya...rakyat kelaparan mah urusan nanti...wakakkaka
  • hasilnya dibawa ke amerika dan untuk sebagian kecil pejabat di negara ini. sementara penduduk papua? tetep aje miskin
  • Freeport udah sejak jamannya Pak Karno, Pak harto dulu emang kontrak mati Indonesia :D
    belum lagi gosip tunggakan pajak.
    Terus gosip "pertarungan" TNI vs POLRI tentang kawal mengawal :peace:
  • dosa terbesar pemerintah yg terbukti dalam UU No 11 tahun 1967 ttg UU Pertambangan Umum...dimana UU tersebut merupakan salah 1 produk KK (Kontrak Karya) untuk PT.FMI bisa beroperasi d Indonesia sampai cebakan mineral berharga d papua habis terkuras...

    tragis......

    Adakah kekayaan Alam Justru Menjadi Kutukan??????

    Untuk Tanah air yang kucintai....
    Untuk anak bangsa yang didalamnya terkandung kekayaan alam yang luar biasa....
    Untuk mereka yang menginginkan sebesar besarnya kemakmuran rakyat....
    "Jalan Baru untuk Tambang : Mengalirkan Berkah bagi Anak Bangsa"
  • comdev nya mana...................
  • susah bacanya.. pusing tulisannya..
  • selama pejabat nya masih nerima "pajak" dari freeport , gak bakal pergi tuh perusahaan perampok
  • aahhh...paraaahh..lah klu trus dikuasai FREEPORT trus...kan indonesia KAYAAAA....
  • ekonomi dan teknologi, senjata penjajahanan moderen
  • Kalo cadangan emas nya habis, ntr anak cucu2 kita suruh mengemis dan jadi budak dari bangsa luar. Terus terang saja saya bukan orang Irian Jaya namun saya kalo melihat lobang mengaga hasil karya Pemerintah kita dan Kapitalis Yahudi tersebut saya jadi sedih wajar saja banyak terjadi separatis di sana. SUNGGUH SEBUAH NEGARA YANG TIDAK MEMIKIRKAN MASA DEPAN, YANG DI PIKIRKAN CUMA GIMANA PERUT MAJU KE DEPAN...
  • tp menurut saya, bila orang kita sendiri yang menangani korupsi pasti lebih besar lagi, tp itu hanya sebatas opini saja
    semoga ada jalan terbaik
  • [align=justify][size=medium]Freeport menguasai, tapi pakai tenaga orang Indonesia....

    keuntungan masuk ke dalam kas orang asing........


    Pemerintah kok masih adem ayem ya...... :(
    [/size]
    [/align]
  • Aku tidak habis pikir mengenai freeport, begini....banyak pertanyaan di benak aku al :
    * Siapa yang setiap saat mengawasi jumlah emas yang dikapalkan keluar dari indon apakah pemerintah tahu persis jumlah tonase emas yang diangkut kapal mereka ( PT freeport )
    * Juga berapa persisnya jumlah tonase Baja dan tembaga yang dikapalkan oleh mereka

    Apakah pemerintah hanya tahu dan percaya begitu saja dari laporan2 mereka ( PT freeport ).
    Kalo itu yang terjadi maka bisa dibayangkan kita telah dikuras habis kekayaan bumi kita
  • PEKERJA FREEPORT ADALAH PENGHIANAT BANGSA...TANPA HATI NURANI BEKERJA DENGAN PENJAJAH
  • knp bukan org Indonesia ajah yg kelola
    knp harus negara lain yg kelola

    masa kita mau dinjak2 ama negara org lain
    :peace:
    huft
  • winele menulis:
    Aku tidak habis pikir mengenai freeport, begini....banyak pertanyaan di benak aku al :
    * Siapa yang setiap saat mengawasi jumlah emas yang dikapalkan keluar dari indon apakah pemerintah tahu persis jumlah tonase emas yang diangkut kapal mereka ( PT freeport )
    * Juga berapa persisnya jumlah tonase Baja dan tembaga yang dikapalkan oleh mereka

    Apakah pemerintah hanya tahu dan percaya begitu saja dari laporan2 mereka ( PT freeport ).
    Kalo itu yang terjadi maka bisa dibayangkan kita telah dikuras habis kekayaan bumi kita

    kl utk quantity berapa jumlah produksi dan yg terjual ada bbrp dokumen yg bs d cek :
    1. Laporan triwulan dan tahunan kegiatan produksi.
    2. Sebelum proses transporting (shipment) ada dokumen namanya SKAB (Surat Keterangan Asal Barang) yg didalamnya tercantum quantity nya.
    3. Ada pihak surveyor (biasanya surveyor independent) yang akan menghitung brp quantity dr setiap shipment.

    terlepas dari beberapa hal tersebut tinggal tergantung kejujuran dari semua pihak terkait yg mencantumkan isi dari dokumen trsebut :blah:
  • HARUSNYA TAMBANG ITU KHAN BISA DIKELOLA PUTRA-PUTRI INDONESIA SENDIRI...
    KENAPA HARUS MELALUI FREEPORT?

    PEJABAT YANG SERAKAH TAMBAH KAYA...
    RAKYAT YANG PASRAH TAMBAH MENDERITA...

    IRONIS SEKALEEE NEGERI KITA INI
    GEMAH RIPAH LOH JINAWI YANG NGGAK PERNAH TERWUJUD !!!
  • kasian negeri yang selalu dibodohi karena segelintir komponen bangsa yang ingin memperkaya diri sendiri..tak ada konsekwensi yang berarti buat kemakmuran rakyat
  • FREEPORT....JAAAAANCCCOOOOOKKK!!!!!!!!!
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori

Penawaran Terbatas

Booking.com
Liburan di ratusan ribu destinasi & puluhan ribu akomodasi di 200+ lebih negara seluruh dunia. Tentu saja dengan harga promo khusus dan terjangkau kantong anda. Silahkan coba cari dan temukan impian liburan atau akomodasi untuk bisnis anda!