Contact Us

mengapa sodomi bisa terjadi di pesantren ?

Pada umumnya para orang tua merasa yakin jika anak-anaknya menjalani pendidikan di pesantren, anak-anak mereka akan medapatkan pendidikan dan keamanan yang lebih baik daripada disekolah umum.

Tidak sedikit orang tua yang berpendapat kalau sekolah umum rawan dengan banyak masalah seperti tawuran pelajar, narkoba, pergaulan bebas, pornografi, dan lain-lain perbuatan asusila atau kriminal.

Salah satu solusi yang ditempuh oleh para orang tua dalam menghindari masalah-masalah di sekolah umum tsb adalah dengan menyerahkan pendidikan anak-anaknya ke pesantren.

Harapan mereka tentunya adalah di samping memperoleh pendidikan akademis yang baik, anak-anak mereka pun akan mendapat nilai plus dari segi moralias dan keagamaan. Minimal anak-anak bisa lebih diharapkan untuk menjadi orang alim.

Ternyata harapan tsb tidak selalu bisa diharapkan. Pasalnya pondok pesantren yang biasanya berisi orang alim ternyata bisa juga dihuni oleh orang zholim. Lebih celaka lagi kalau orang zholim tsb adalah sang ustadz itu sendiri dan yang mejadi korbannya adalah para santrinya.

KORBAN SODOMI DI SEBUAH PESANTREN

Dikabarkan salah satu santri berinisial Y di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman mengalami depresi berat, karena ia menjadi salah satu korban sodomi oleh pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) tsb. HR sang ustadz tsb diduga telah menyodomii 10 santrinya (Oke Zone:31/1/10)

Warga setempat sempat mendatangi Ponpes untuk meminta agar pimpinan Ponpes segera mundur dan tidak lagi melakukan kegiatan keagamaan di lingkungan tersebut.

H.Junaedi, tokoh pemuda setempat menyatakan bahwa ia merasa kecewa dengan Ustad HR yang seharusnya sebagai tokoh keagamaan bisa memberikan yang terbaik tapi ternyata sebaliknya.

Menurut Junaedi kejadian dugaan pencabulan berupa sodomi tersebut terjadi sekitar tahun 2001 lalu, dan baru terbongkar sekarang setelah salah satu santri berani menceritakan kejadian itu.

Menurut korban Y kepada kakaknya, ia mau dicabuli setelah diiming-imingi akan mendapat berkah dan sukses dalam memberikan ceramah. (Lho berkah kok syaratnya harus disodomi ?)

Selain Y, ternyata menurut Junaedi masih ada lagi 6 santri yang diduga dicabuli yaitu Ikh, Brhn, Fr, DI, Y, dan N. Junaedi yakin korbannya sekitar 10 orang.

BANTAHAN

Sementara itu di lain pihak, Makmun (40), adik HR membantah tuduhan itu saat ditemui di kediamannya yang terletak di sebelah Ponpes yang beralamat di Jalan Cikini Dalam, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Minggu (31/1/2010).

Makmun mengatakan bahwa HR hanya pernah mencium dan meraba tubuh korban. (Lho kok Ustadz mencium dan meraba tubuh santrinya ? Pelajaran apaan nih ?) Menurut Makmun, HR berani bersumpah dengan nama Allah di atas Alquran kalau dia tidak melakukan sodomi. Di samping itu menurutnya HR sudah minta maaf kepada tujuh keluarga korban dan kasus ini sudah selesai secara kekeluargaan. Makmun merasa heran mengapa tudingan itu muncul kembali.

HR dinilai Makmun sebagai sosok kakak yang baik dan sangat lembut dalam tutur dan bahasa serta banyak membantu kepada warga sekitar. Ada satu hal yang agak aneh mengenai diri HR yang seperti dikatakan oleh Makmun adalah bahwa kelembutan HR lebih mengarah kepada keibuan sehingga HR lebih banyak dekat dengan ibu-ibu (jangan-jangan homosex atau bencong nih ?)

Selanjutnya Makmun mengatakan bahwa keluarga mereka ingin agar kasus ini bisa selesai secepatnya dan mereka tidak akan menghalangi jika kakak nya diusut karena melakukan hal tsb asalkan dibuktikan dulu melalui visum (jangan-jangan karena kejadiannya sudah lama, visum tidak bisa membuktikan hal tsb ?)

TINDAKAN PENCEGAHAN

Dari kasus di atas, ada hal yang perlu dilakukan oleh para orang tua agar anak-anak mereka tidak mengalami kejadian serupa. Hal-hal yang perlu dilakukan tsb adalah sbb:

Pertama, orang tua yang berminat untuk mendidik anaknya di pesantren, perlu meneliti dan memilih pesantren yang layak dipercaya.

Ke dua, orang tua jangan berlepas tangan dan mempercayakan sepenuhnya pendidikan anaknya di pesantren tanpa pengawasan.

Ke tiga, orang tua yang mempercayakan anaknya untuk menjalani pendidikan di pesantren, harus menyempatkan diri untuk berkomunikasi langsung dengan anaknya.

Orang tua perlu menanyakan kepada anaknya pengalaman apa saja yang dialami sejak awal menjalani pendidikan di pesantren. Interaksi anak dengan para ustadz, teman-teman, dan warga sekitar perlu diungkap sejak awal.

Dengan demikian jika terjadi hal-hal yang aneh seperti dicium dan di raba-raba Pak Ustasz, hal tsb bisa cepat diketahui sehingga anak-anak bisa dicegah agar tidak menjadi korban sodomi.

Komentar


  • Orang tua perlu menanyakan kepada anaknya pengalaman apa saja yang dialami sejak awal menjalani pendidikan di pesantren. Interaksi anak dengan para ustadz, teman-teman, dan warga sekitar perlu diungkap sejak awal.

    :top: betul ndan , kebanyakan orang tua cuma menanyakan Betah apa engga di pesantren , udah bisa ngaji belum

    jarang jarang ada orang tua yg menanyakan tentang keperjakaan anaknya yg telah dititipkan di pesantren .

    " wahai anakku , coba buka baju dan celanamu nak , bapak mau lihat ... kamu masih perjaka ga ?"
  • wah ada lagi yang mengumbar hawa nafsu bejatnya nih......,ngaku Ustad........ tapi mencoreng Dunia Islam .
  • Kita tidak bisa menutup mata..
    Sodomie memang populer sekelas Indomie..
    Tapi.. kok ada embel-embel pesantren yg seolah memblow-up agama tertentu..
    Rasanya saya agak risih juga..
  • betul mas the rock...
    knp gak diganti aja judulnya dgn "mengapa sodomi bisa terjadi pada tempat2 yg religius"...
    soalnya kebejatan moral org2 yg ngerti hukum agama bukan cuman terjadi di pesantren aja...
  • THE ROCK menulis:
    Tapi.. kok ada embel-embel pesantren yg seolah memblow-up agama tertentu..
    Rasanya saya agak risih juga..

    betul...
    kebejatan moral org2 yg ngerti hukum agama gak terjadi cuman di pesantren aja...

    bahkan pernah baca ditemukan banyak kerangka bayi di ruang bawah tanah pada tempat2 peribadatan...
  • [size=medium][align=justify]
    sebenernya memang tempat tidak menjamin hal akan baik2 saja...
    antisipasi boleh tp di butuhkan suatu pengawas lebih akan hal itu...

    [/align]
    [/size]
  • Nafsu atau sodomi bisa terjadi dimana saja tidak mengenal tempat
  • karena ke intiman yang disebabkan seringnya bertemu dan hidup bersama memang bisa jadi pendorong hal itu..:)
  • setan bisa menghasut siapa saja dan dimana saja, jadi ggak aman saja dunia ini
  • inilah kenyataan yg terjadi...mmg dipesantren,masa harus diganti dipos kamling :P:P:P
  • Sasuke kun menulis:
    Nafsu atau sodomi bisa terjadi dimana saja tidak mengenal tempat

    begini nih kalau member belum cukup umur masuk ke HRD , jadi pinter kalau komentar :grin:
  • Pistol_aer menulis:
    Sasuke kun menulis:
    Nafsu atau sodomi bisa terjadi dimana saja tidak mengenal tempat

    begini nih kalau member belum cukup umur masuk ke HRD , jadi pinter kalau komentar :grin:

    mbah aer juga sic ngajarin...jadi dech gitu :mad::pusing::pusing::pusing:
  • Sebenarnya bukan masalah tempatnya tapi manusianya

    nah lho , ada jugakan manusia berwatak binatang yang

    berani bersetbuh di Mesjid/mussolla atau juga NAPI yang

    bebas berjudi & pakai narkoba dipenjara ( ironis )

    tapi itulah hidup, selama matahari masih bersinar diatas kepala

    kejahatan, dosa, aib dan tabu pasti di kejar orang :cool:
  • tanya :kenapa sodomi bisa terjadi di pesantren?

    jawab:seperti sodomi yg terjad i di gereja2 oleh para pendeta.
  • big2besar menulis:
    Masih belum jelas kasusnya....

    :)

    dibaca ulang dong pe ngerti :top:
  • bukti d pesantren d huni oleh manusia yg selalu bs berbuat khliaf,tp jgn sampai menyudutkan agama tertentu
  • ga tau sama atau beda,mungkin ini bisa dijadikan sebagai suatu pandangan.. :peace

    gw dulu sempat di asrama Katolik, kita tidur di satu hall besar yang terdiri dari 20 kasur tingkat. disitu emang suka ada "permainan" yang menurut orang2 tuh aneh, entah antar siswa suka tidur bareng, melorotin celana temennya trus (maaf) "dikocokin", merayakan ultah dengan disiram air kencing, dll. semua kegiatan2 yang aneh bin stress tsb cuman kita anggap sebagai lucu2an aja. bisa dikarenakan kita kurang hiburan (wong keluar asrama aja susah, dan ada aturannya... hehehehe) sampai sekarangpun ketika keluar darisana kita masih normal. belum ada hal2 melenceng yang saya pernah saya dengar.

    kedekatan2 antarpersonal disana memang berbeda dengan sekolah2 pada umumnya (yg tidak berasrama) kita lebih dekat lahir batin itu karena kita pernah merasakan nasib yang sama selama 3 tahun, baik suka... duka masing2.. hehehehe

    AKAN TETAPI disinilah KELEBIHANNYA menurut saya, di asrama tsb kami tidak dilarang untuk berpacaran, tidak dilarang untuk saling mengunjungi antara perempuan dan laki2. tentunya disuatu tempat yang terbuka dan bisa dilihat banyak orang. kalo pacaran bisa jejeran tuh.. bisa liat kelakuan satu sama lain. nah yang namanya nafsu tetap aja ada. kenakalan2 kecil tetap terjadi, karena anak2 semakin pinter mencari selah dan memanfaatka peluang.. hahahahahaha... tapi sampai saat ini belum ada berita yang heboh sampai ada yg hamil diluar nikah. malahan kalo diingat2 kembali, suster penjaga asrama malah yang terlihat tidak normal ( marah2 kalo liat kita lagi mesra2an sirik kali yeeee.. xixixixixixixix )

    menurut saya, hal itulah yang dapat meminimalisir hal2 yang berbau sangat negatif macam sodomi. (kalau suka sama suka sih masih tidak begitu masalah, nah kalau salah satu merasa teraniaya.. bisa menimbulkan trauma tuh :P) mestinya si pak Ustad kasih istri baru aza biar dia tidak tergoda dengan sesama jeruk :p , toh ini hanya kelakuan oknum belaka....
  • big2besar menulis:
    Masih belum jelas kasusnya....

    :)

    dibaca ulang dong pe ngerti :top:

    Pertama, kejadiannya sudah cukup lama
    Kedua, Deliknya aduan
    Ketiga, harus ada azas praduga tak bersalah
    Keempat, tidak ada saksi, hanya korban
    Memang harus hati-hati dalam memilih tempat pendidikan, ini saya setuju !!

    :)

    :)
  • sebenarnya disini yang harus dicari adalah siapa yang paling bertanggung jawab.......ya bisa ditebak pelaku-nya lah yang paling bertanggungjawab......memang kenikmatan didunia ini ada 4 macam.....yaitu minum yang halal, makan yang halal, tidur yang halal dan bersetubuh yang halal.....

    kalo SODOMI....itu bukan kenikmatan tetapi kesengsaraan

    yang haram memang enak.....karena susah didapat dan dilakukan....
  • cem : memang ini hanya perilaku oknum,tp ini akan membahayakan jika terus dibiarkan...
    big2besar: pertama : kasus belum daluarsa hukum jadi masih bisa di sidik
    kedua : kasus asusila mmg acap kali delik aduan
    ketiga : tidak ada yg dilanggar dari azas tersebut dalam hal ini
    keempat : saksi tidak harus dari luar,saksi korban dapat dijadikan sbg saksi,hasil visum dapat dijadikan bukti tambahan :top:

    huras : yg haram bnyk bro,justru yg halal kadang susah bgt didapetnya :cry:
  • Belum bisa mengendalikan hawa nafsu dah jadi ustad......
    :mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad:
  • bjm9111119 menulis:
    Belum bisa mengendalikan hawa nafsu dah jadi ustad......
    :mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad::mad:

    ustad juga manusia :blah:
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori