Contact Us

Miris Melihat Mahasiswa yang cuma bisa demo

Ini keluh kesah saya sebagai seorang Dosen di sebuah Perguruan Tinggi di Jakarta, MIRIS banget melihat para mahasiswa cuma bisa demo.

Demo hari ini (28 Januari 2010) saya melihatnya seperti segerombolan anak kecil yang merengek-rengek sambil menangis yang minta dibelikan mainan atau dituruti kemauannya.
Yahhh lihat saja ... mungkin agan-agan sekalian tau mereka dari Universitas apa saja dan dengan kredibilitas yang bagaimana ? (Maaf, Saya benar-benar tidak melihat ada Universitas yang benar-benar menghasilkan mahasiswa yang berbobot untuk duduk di pemerintahan)

Saya tantang para mahasiswa pendemo, untuk menjawab pertanyaan saya:

1. Apakah kewajiban kalian sebagai mahasiswa sudah terpenuhi ? saya tidak melihat dari nilai IPK atau IPS yang kalian dapat, tapi kuliah kalian itu dibiayai oleh orang tua dan Anda memiliki kewajiban untuk menjalankan perkuliahan dengan sebaik-baiknya, so ... apakah Anda benar-benar memahami apa yang sudah dipelajari sampai dengan semester ini ?

2. Apakah Anda berkelakuan demikian benar-benar memiliki motivasi untuk memajukan negara, atau cuma sekedar untuk "Keren-kerenan", atau cuma merengek-rengek menyalahkan Pemerintah untuk mentoleransi kemalasan kalian dalam membangun Negara ?

3. Apakah Anda sudah benar-benar bersih dari hal-hal buruk seperti, Mencontek, Malas Belajar, Korupsi Uang Orang Tua, Narkoba, bagaimana tingkah laku Anda di lingkungan sekitar Anda ?

4. Anda berdemo berarti merasa lebih becus dari Pemerintah, saya pengen tau pemikiran apa yg melandasi itu, dan mengapa Anda tidak mengambil jalan yang sah, seperti lulus kuliah, ambil gelar Master atau Doktor, aktif di partai dan jadilah Pemimpin yang Lurus ?

5. Anda berani karena ramai, apakah bila sendiri Anda punya nyali ?

Pikirkan panjang-panjang Kalo Anda merasa sudah memenuhi semua itu SILAHKAN BERDEMO atau KUDETA.
Tapi kalau belum ... ASAL TAHU AJA KAMI TIDAK AKAN PERNAH MAU DIPIMPIN OLEH ORANG-ORANG GOBLOG DAN BERPIKIRAN PENDEK MACAM KALIAN !!!

Saya sendiri pernah aktif dalam senat mahasiswa sebuah universitas, yah isinya hanya orang-orang yang pengen GAYA dengan dalih UNTUK NEGARA, tapi pelajaran mereka sendiri ga beres. (yang bikin saya mundur)

Pernakah kalian berpikir dengan berdemo besar-besaran menyebabkan jalanan macet dan proses perekonomian jadi terhambat ?

Pernakah Anda berpikir apakah semua orang suka dengan tindakan kalian ? Mungkin dengan membagi2kan selebaran, orang akan menerima dengan senyum manis, dan SUMPAH SERAPAH pada Anda dan 7 turunan Anda dalam hati mereka.

Loser hanya bisa menyalahkan orang lain, dan tidak pernah instropeksi.

Jujur saya pribadi juga kecewa dengan sistem pemerintahan SBY yang kurang tegas, tapi saya tahu, Indonesia adalah Bangsa yang BESAR dengan penduduk lebih dari 250 juta, tidak mudah untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi dari pemerintah2 sebelumnya. Saya yakin SBY berani mengklaim sebagai Presiden Indonesia, dia berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan beliau. Belum lagi usaha kaum oposisi yang hanya mementingkan kepentingan perut masing-masing yang berusaha menjatuhkan.

Saya bukannya tidak berharap akan kemajuan bangsa ini, saya sendiri sudah hopeless melihat orang-orang yang duduk di DPR malah melanjutkan tindak-tanduk korupsi, ditambah banyak artis-artis dodol yang sok-sok an merasa bisa jadi wakil rakyat pula. Menurut saya pribadi, DPR lah ang harus dibubarkan, bukan Presiden yang turun.

Kalau ingin memajukan bangsa Indonesia, sudahlah tidak usah berharap dari para Wakil Rakyat. MUlailah dari diri kita sendiri masing-masing dahulu.

"Banyak orang yang berpikir untuk merubah orang lain, tetapi hanya sedikit yang berpikir untuk merubah diri sendiri."

Sebagai MAHASISWA (MAHA - SISWA) Anda dianggap sebagai kaum Intelektual, bisakah menyelesaikan persoalan dengan cara Intelektual ?

Marilah kita yang bercita-cita untuk memajukan Bangsa ini bisa memulai bersatu melakukan sesuatu untuk Bangsa kita tanpa pamrih, tanpa nama, tanpa atribut (Univ, perusahaan, partai, agama)

Bikinlah GERAKAN RAKYAT INDONESIA MANDIRI

Kita dapat memberi pendidikan dan ketrampilan usaha mandiri kepada orang-orang miskin yang membutuhkan, agar kelak di masa depan tidak ada pengemis di Indonesia.

Kita menahan diri dan men tega kan diri, untuk tidak memberikan sedekah kepada pengamen atau anak-anak jalanan (kalau saya sih kasih kalo uda bener2 tua bgt) supaya kelak perekonomian di Indonesia tidak ada pengemis.

Biasakan mengantri dengan tertib bila berada di suatu tempat, dan akan menjadi percontohan bagi orang lain.
penulis : seorang dosen
sumber : RHS :D

[spoiler=keterangan yang ngasi rep+,moga2 masuk sorga :D [/spoiler]
«1

Komentar

  • coba di suruh itu mahasiswa mimpin,... bisa ngggak,... jangan asal demo demo, aja yang tau, kok di suruh membantah,.. trus nggak bisa apa apa,.. cuman ikut ikutan,.. GOBLOK MAHASISWA SEKARANG,...
  • mungkin ada sebagian mahasiswa yg cuman bisa demo... tp kebetulan aja... gw kenal dekat dengan beberapa teman yg aktif demo 95-99... sekitar 20 orang.. dari 3 organisasi yg berbeda.. HMI, GMNI, & PMKRI... namun ternyata mayoritas saat ini (setelah 10 tahun lulus).. banyak yg menjadi manager di berbagai perusahaan multi nasional... 2 diantaranya jd dosen di universitas terkemuka di Indonesia & sdg dlm pendidikan S3... 2 orang jd kontraktor sukses... 1 orang masih nganggur... dan mereka sampai saat ini masih bersikap kritis... :)) namanya juga masih mahasiswa... belum sarjana... mana ada dosen yg mau dipimpin mahasiswa ?? hehehe...:))
  • jangan menyalahkan satu sama lain, karena mungkin mahasiswa dan dosen mempunyai pandangan berbeda terhadap situasi sekarang ( yang terjadi diindonesia ) mungkin faktor umur mahasiswa yang seyogyanya masih bergejolak rasa mudanya, yang membantu mereka untuk berdemo..........pak dosen saya setuju dengan anda, tapi hargai juga apa yang dilakukan mahasiswa, minimal mereka punya keinginan.
  • kemaren ada yg di mahasiswa yg abis demo di istana negara diwawancarai di TV ditanyain ada berapa pasal dalam UUD 1945,, jawabannya macem2,,ada yg bilang skitar 30-an pak..hehehe ada yg bilang kurang lebih 30,,,,hahahha miris bgt katanya berjuang untuk negara,, tp memahami dasar negara aja gak bisa,,,,,,,
  • jangan selalu melihat dari 1 sudut pandang aja...
    mahasiswa kritis bagus..
    demo bagus...karena cuma itu sarana yang dimiliki mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi..
    kalo ngomong baek2 malah nggak ada yang dengerin..
    ente-ente yang sinis dengan demo mahasiswa mungkin belum pernah merasakan kenikmatan mempertahankan kedaulatan negara
  • Demo boleh saja, menyampaikan pendapat boleh saja.
    Tapi kalau "berbaju" Mahasiswa, kelakuan kayak anak SD gimana?
    Mahasiswa demo sambil corat-coret mobil yg lewat..
    Mahasiswa maki-maki pengendara yg lewat..
    Apakah itu bisa dibenarkan?

    Jaman sekarang sulit dibedakan, antara Mayhasiswa dan Bonek !
    Sama-sama gak punya otak..
  • THE ROCK menulis:
    Demo boleh saja, menyampaikan pendapat boleh saja.
    Tapi kalau "berbaju" Mahasiswa, kelakuan kayak anak SD gimana?
    Mahasiswa demo sambil corat-coret mobil yg lewat..
    Mahasiswa maki-maki pengendara yg lewat..
    Apakah itu bisa dibenarkan?

    Jaman sekarang sulit dibedakan, antara Mayhasiswa dan Bonek !
    Sama-sama gak punya otak..

    Betul Om!!! Setubuh eh setuju....
  • Mahasiswa juga perlu demo...............Kalo gak bisa demo jangan jadi mahasiswa. Demo yang berkualitas dan bisa dipertanggung jawabkan......................................

    Rindu teman teman di GFT................
  • Setuju dan akur 1000%. Mahasiswa belajar aja gak becus kok ikut2an demo yg digerakkan oleh org2 yg merasa dirinya lah yg paling becus mimpin negara ini. Padahal kalau seandainya mereka yg jadi pemimpin negara ini entah apa jadinya negara ini. Semua mahasiswa yg ikut demo cuma GAYA2 an doank. Rame2 kroyokan sambil melempari petugas. Padahal kalau sendirian gak punya nyali. Entah bagaimana masa depan negara ini kalau para calon intelektualnya kayak gitu. Dibayar Rp25.000 + nasi bungkus disuruh teriak2 rame2 kok mau.
  • Setuju Abis Nih Pemikiran....Two Thumbs Up...!!!!
  • title boleh mahasiswa,almamater blh mahasiswa
    tp klakuan blm tntu smua dpt dikatakan MAHAsiswa,ad juga yg msh sekedar SISWA
  • ......
    Saya tantang para mahasiswa pendemo, untuk menjawab pertanyaan saya:
    (Anda memang benar seorang dosen,suka bertanya)

    1. (Ada yg sdh ngerti ada jg yg tidak. Tapi apakah dengan hanya mata kuliah mereka,mereka bisa belajar? dari demo mereka juga bisa belajar)
    2. (Mngkin diantara mereka ada yg hanya "keren-kerenan" tp yg pasti diantara mereka ada jg yg betul-betul serius memajukan negara, setidaknya yg 'keren2an' bisa belajar dari yg serius. Demo,berpanas-panas menurut saya bukan sebuah bentuk kemalasan)
    3. (Yang pasti mereka tidak ada yang benar-benar bersih, tapi setidaknya dengan mendemo mereka bisa mengingatkan orang yang mereka demo dan diri mereka sendiri)
    4. (Mereka tidak merasa lebih becus dari pemerintah tapi harus ada yang mengingatkan pemerintah akan tugasnya, sebagai mahasiswa tidak bisa dipungkiri mereka juga adalah rakyat. Itu adalah masa depan bagi mereka,mereka akan punya masa dimana mereka adalah pemimpin yang sudah melalui berbagai proses,termasuk demo, untuk menjadi pemimpin. Siapa bilang demo tidak sah? hal itu sudah diatur undang-undang tentang menyampaikan pendapat)
    5. (Itulah kelemahan demokrasi, satu orang bersuara tidaklah dianggap, walaupun benar)


    Pikirkan panjang-panjang Kalo Anda merasa sudah memenuhi semua itu SILAHKAN BERDEMO atau KUDETA.
    Tapi kalau belum ... ASAL TAHU AJA KAMI TIDAK AKAN PERNAH MAU DIPIMPIN OLEH ORANG-ORANG GOBLOG DAN BERPIKIRAN PENDEK MACAM KALIAN !!!
    (Tidak sepantasnya anda seorang dosen mengatai orang lain "GOBLOG", harusnya anda,dosen,yang bertugas mengajari mereka berbuat yang baik dan benar dan tidak berpikir pendek lagi)

    Saya sendiri pernah ....... ga beres. (yang bikin saya mundur)
    (Harusnya anda yang sudah terlibat di dalam senat berjuang mengubah itu, sesuai dengan pertanyaan anda point 4. Anda sudah berada dalam sistem tetapi anda tidak memanfaatkannya malah memilih mundur)

    Pernakah kalian berpikir dengan berdemo besar-besaran menyebabkan jalanan macet dan proses perekonomian jadi terhambat ?
    (Sepakat dengan anda (saya juga sering mengalami macet karena demo), tapi setelah dipikir-pikir apa untungnya berdemo bagi mereka pribadi, tidak ada. Trnyata msh ada skelompok orang yang masih berjuang untuk perubahan ke yang lebih baik seperti mereka, walaupun harus panas kepanasan, hujan kehujanan)

    Pernakah Anda berpikir apakah semua orang suka dengan tindakan kalian ? Mungkin dengan membagi2kan selebaran, orang akan menerima dengan senyum manis, dan SUMPAH SERAPAH pada Anda dan 7 turunan Anda dalam hati mereka.
    (Memang banyak yang tidak suka mereka berbuat begitu, tapi banyak juga yang menginginkan ada orang yang memperjuangkan harapan mereka)

    Loser hanya bisa menyalahkan orang lain, dan tidak pernah instropeksi.
    (Hehehe,maaf...cocok juga kalimat ini ditujukan kepada anda sendiri. Jangan cuma menyalahkan para mahasiswa, salahkan ketidakadilan yang terjadi)

    Jujur saya pribadi juga kecewa dengan sistem pemerintahan SBY yang kurang tegas (kalimat2 seperti ini yang keluar dari mulut rakyat lainnya yang mereka perjuangkan. Tanpa anda sadari, mereka sebenarnya memperjuangkan isi hati anda yang paling dalam), tapi saya tahu, Indonesia adalah Bangsa yang BESAR dengan penduduk lebih dari 250 juta, tidak mudah untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi dari pemerintah2 sebelumnya. Saya yakin SBY berani mengklaim sebagai Presiden Indonesia, dia berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan beliau. Belum lagi usaha kaum oposisi yang hanya mementingkan kepentingan perut masing-masing yang berusaha menjatuhkan.(saya sependapat dengan anda, tapi saya juga yakin SBY masih bisa berbuat lebih baik dari pada sekarang seandainya beliau benar-benar mendahulukan kepentingan rakyat dibanding kepentingannya sendiri dan orang-orang disekitarnya)

    Saya bukannya tidak berharap akan kemajuan bangsa ini, saya sendiri sudah hopeless melihat orang-orang yang duduk di DPR malah melanjutkan tindak-tanduk korupsi, ditambah banyak artis-artis dodol yang sok-sok an merasa bisa jadi wakil rakyat pula. Menurut saya pribadi, DPR lah ang harus dibubarkan, bukan Presiden yang turun. (Kalau anda sudah hopeless,jangan mengajak orang lain hopeless juga. Mereka masih punya cara untuk berjuang,harusnya anda menduikung mereka yang masih berjuang)

    Kalau ingin memajukan bangsa Indonesia, sudahlah tidak usah berharap dari para Wakil Rakyat.(sebenarnya dengan berdemo, itu sudah menunjukkan ketidakberharapan mereka pada wakil rakyat) MUlailah dari diri kita sendiri masing-masing dahulu.
    (SEPAKAT, dgn berdemo semoga mereka mengembalikan kepada diri mereka sendiri apa yang mereka lakukan)

    "Banyak orang yang berpikir untuk merubah orang lain, tetapi hanya sedikit yang berpikir untuk merubah diri sendiri." (SEPAKAT)

    Sebagai MAHASISWA (MAHA - SISWA) Anda dianggap sebagai kaum Intelektual, bisakah menyelesaikan persoalan dengan cara Intelektual ?
    (Tolong sebagai dosen,berikan contoh atau ajari pemecahan persoalan yang lebih intelektual)

    Marilah kita yang bercita-cita untuk memajukan Bangsa ini bisa memulai bersatu melakukan sesuatu untuk Bangsa kita tanpa pamrih, tanpa nama, tanpa atribut (Univ, perusahaan, partai, agama) (Mari BERJUANG bersama, jangan HOPELESS dong pak Dosen)

    Bikinlah GERAKAN RAKYAT INDONESIA MANDIRI (:top:)

    Kita dapat ... di Indonesia.(Butuh dukungan pemerintah)

    Kita menahan diri ...... tidak ada pengemis.(BETUL)

    Biasakan ...... percontohan bagi orang lain.(MANTAP :top:)

    .......
    penjawab : seorang eksmahasiswa S1,tapi lanjut lagi S2
    sumber : RHS :D
    .......
  • alpha_beta menulis:
    .....
    (Memang banyak yang tidak suka mereka berbuat begitu, tapi banyak juga yang menginginkan ada orang yang memperjuangkan harapan mereka)


    .......

    Sampe merah membara nih marahnya ndan.
    Harapan opo... yg diperjuangkan ???
    Padahal kalau ditinjau langsung di lapangan dan ditanya jawabnya kebanyakan gak tau apa tujuannya demo, wong dibayar Rp 25.000 + nasi bungkus udah mau teriak2, maki2 sambil ngelempar batu kok.
  • wah... makin panas neh...hehehe... sebetulnya sih demo merupakan salah satu cara memperjuangkan tujuan..... baik yg pro maupun yg kontra ada juga yg bercampur dengan orang bayaran.... namun apakah hal itu menjadi alasan utk menvonis bahwa semua yg demo (baik yg pro maupun kontra) adalah orang bayaran ??? ... JASMERAH... jangan sekali kali meninggalkan sejarah... justru semua perubahan yg terjadi di Indonesia sejak 1900-an... selalu dimotori kaum muda.. yg saat itu oleh kaum 'mapan'(baca: orang tua)... juga dianggap sebagai perusak 'kenyamanan...'... anak kemarin sore... dll.... :)) piss bro...:))
  • Herman Dexter menulis:
    alpha_beta menulis:
    .....
    (Memang banyak yang tidak suka mereka berbuat begitu, tapi banyak juga yang menginginkan ada orang yang memperjuangkan harapan mereka)


    .......

    Sampe merah membara nih marahnya ndan.
    Harapan opo... yg diperjuangkan ???
    Padahal kalau ditinjau langsung di lapangan dan ditanya jawabnya kebanyakan gak tau apa tujuannya demo, wong dibayar Rp 25.000 + nasi bungkus udah mau teriak2, maki2 sambil ngelempar batu kok.

    Bukan marah ndan..,merah membara untuk jawaban.
    Harapan yg dperjuangkan? Baca trus sampe ke bawah ndan,jawabannya ada dibawah...
    Jawaban kuisnya lengkap agar bisa dapat nilai 100 dari pak dosen..:grin::grin:
  • :ngakak:

    udah ah... ente sekalian ngak usah pada ribut...

    yg demo ma yg di demo sama parahnya :ngakak:

    kalo ada yg mau unjuk rasa ana emoh, ada yg unjuk kuasa ana juga emoh...

    kalau ada yg mau unjuk paha, unjuk dada boleh tuh :P
  • agoenx menulis:
    jangan selalu melihat dari 1 sudut pandang aja...
    mahasiswa kritis bagus..
    demo bagus...karena cuma itu sarana yang dimiliki mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi..
    kalo ngomong baek2 malah nggak ada yang dengerin..
    ente-ente yang sinis dengan demo mahasiswa mungkin belum pernah merasakan kenikmatan mempertahankan kedaulatan negara
    Herman Dexter menulis:
    alpha_beta menulis:
    .....
    (Memang banyak yang tidak suka mereka berbuat begitu, tapi banyak juga yang menginginkan ada orang yang memperjuangkan harapan mereka)


    .......

    Sampe merah membara nih marahnya ndan.
    Harapan opo... yg diperjuangkan ???
    Padahal kalau ditinjau langsung di lapangan dan ditanya jawabnya kebanyakan gak tau apa tujuannya demo, wong dibayar Rp 25.000 + nasi bungkus udah mau teriak2, maki2 sambil ngelempar batu kok.

    iya ndan, malah ada rakyat yg ditanyain demo nuntut apa Pak? tahu maksudnya demoo kesini pak? jawabnya gak tahu, saya cuman dikasih Rp.5000,- trus naik truk di ajak kesini ( buat teriak2 ama lempar batu )

    :wait: Hmmmmmmm...CPD:pusing:
  • huah huam........apa yang ada dalam benakmu....
  • mungkin mahasiswa2 itu belum pernah membaca sejarah. harusnya mereka bisa mencontoh Buya Hamka yg menulis buku di dalam penjara dan tulisan itu mambu mempengaruhi banyak orang, atau hitler dengan mein kampnya yg berhasil menjadikan buku itu sebagai kitab suci nazi.
  • hahahahaha bagus banget pak dosen, jadi inget jaman kuliah dulu ,saya juga dulu di KOMAHI ( komunitas mahasiswa hubungan internasional ) di salah satu universitas swasta di jogja. mungkin kadang terlalu idealis sehingga mereka kayak gitu. saya inget dulu ketua komahi adik angkatan saya, selama dia masih kuliah dia kritis banget begitu lulus dan dapat pekerjaan di bank swasta tapi begitu dia lihat demo dia bilang apa?

    "demo lagi demo lagi, blokir jalan segala bikin macet ketemu sama klien nggak bisa"

    hahahahahahaha

    memang betul kata pak dosen, selama ini kita hanya bisa mengkritisi dan teriak2 buat org laen tapi tidak untuk kita sendiri. dan saya rasa obat paling mujarab untuk negeri indonesia raya adalah merobah mulai dari diri sendiri dari yang kecil sampe yang besar.
  • Di TK udah Nakal, waktu SD Tambah Nakal, SMP sering berantem, SMA sering Tawuran, Mahasiswa malah tambah brutal.... inilah generasi preman.... dalam kampus...
  • pertanyaanya adalah,
    Mengapa tiap2 ada demonstrasi mahasiswa terhadap sebuah instansi swasta atau pemerintah, instansi atau pemerintah tersebut seolah-olah cuek bebek tidak menghiraukan apa yang diaspirasikan pendemo?
  • Kalo mau nasihati pemerintah jangan diatas panggung, ambil tangannya atau salurkan ke wakilnya/tangan kanannya, kalau gak mau denger ya sudah, tugas sudah dilaksanakan. Mahasiswa sekarang kekurangan tugas kali, sampe sempet2nya demo?!!.
  • [align=justify][size=small]Sesungguhnya kita juga harus prihatin melihat Demonstrasi yang dilakukan Mahasiswa. Sebenarnya maksud dan tujuan awal mereka cukup bagus, yaitu menyampaikan Aspirasi. Entah itu, Aspirasi Rakyat (katanya), atau perasaan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan Republik Indonesia. Tapi, sunggun sangat disayangkan, akhirnya berujung tindakan kekerasan atau anarkisme. Perusakan fasilitas umum, perusakan kendaraan, lempar-lemparan batu, bambu, dll. Aparat penegak hukum sendiri, yang seharusnya mengawal lajunya Demonstrasi sehingga bisa berjalan lancar dan tenang, terkadang akhirnya ikut terlibat secara langsung dalam anarkisme tersebut. Bahkan, dengan teganya mereka memukuli beramai-ramai seorang demonstran. Masya Allah, sungguh perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Aparak penegak hukum.
    Mahasiswa yang Demonstrasi, karena dia merasa banyak teman dan massa, merasa dirinya sudah yang paling hebat. Rasa percaya dirinya sangat tinggi untuk melakukan hal2 yang dianggapnya benar. Akan tetapi, suatu hari, jikalau mereka sudah memiliki keluarga, anak dan istri, saya yakin mereka akan jauh berpikir lebih kritis. Bukan kritis untuk berorasi, tetapi kritis mensikapi beratnya tanggung jawab terhadap keluarganya. Jangankan untuk ikut-ikutan demonstrasi, untuk mencari pekerjaan yang layak dan pantas saja mereka akan berpikir lebih jauh dan panjang. Maka, pantaslah apa yang disampaikan TS sebagai suatu pengingat, bukan sebagai cibiran ataupun hujatan terhadap Mahasiswa.
    Kita tidak bisa memungkiri, adanya perubahan-perubahan yang terjadi di Indonesia, sejak jaman perjuangan, angkatan '66, sampai dengan gerakan Reformasi tahun '98, tidak terlepas dari peran Pelajar dan Mahasiswa yang menginginkan perubahan secara menyeluruh terhadap pemerintahan. Walaupun akhirnya banyak yang terkorbankan jiwanya. Akan tetapi, kalo setiap perubahan harus mengorbankan "tumbal" rasanya kita seperti Keledai, yang selalu mengulangi kesalahan yang sama. Sudah waktunya kita sama-sama membangun Negara ini dengan keseimbangan Lahir dan Batin. Tidak harus turun di jalan untuk Demonstrasi, tetapi cukuplah aspirasi disampaikan dengan santun dan berkepribadian yang tinggi. Pantaslah kita malu dengan sebutan Mahasiswa, kalau kita berlaku seperti adik-adik pelajar Sekolah Dasar atau Taman Kanak-Kanak. Wakil (yang katanya) Rakyat, sebagai tempat menyampaikan Aspirasi, hendaknya juga bisa mengakomodir Aspirasi yang berkembang. Tidak hanya mencari keuntungan untuk kelompok dan pribadinya. Tetapi haruslah lebih mengutamakan tugas untuk kepentingan Negara dan Bangsa.

    Mudah-mudahan tulisan saya diatas tidak sekedar Teori kosong belaka. Allah SWT tidak tidur untuk perkembangan dan kemakmuran bangsa ini, selama bangsa ini mau merubah dirinya ke arah yang lebih baik. Amin
    [/size][/align]
  • Komentar nggak ya... komentar nggak ya...
    Ane kasih puisi ane yang ane post di OS saja ya :
    kariage kun menulis:
    Demonstrasi bagaikan samurai.
    Tergantung siapa yang memakai.
    Battosai dapat menjadi pembantai sekaligus pendamai.

    Nggak peduli onani ataupun anarki.
    kalo rakyat merestui perubahan pasti terjadi.
    Reformasi 98 adalah bukti kejinya demonstrasi yang direstui.
    Nggak ada di dunia ini yang namanya demonstrasi damai yang dapat mengubah sebuah tirani.

    Namanya saja demonstrasi = unjuk rasa dan beropini,
    unjuk rasa mengunjukkan perbedaan yang dirasa setiap pribadi.
    Setiap percik perbedaan dapat berubah menjadi api.
    Api yang boleh jadi bermanfaat dan menghangatkan,
    Tapi jangan lupa, api juga bisa berkobar liar menghanguskan.

    Hidup adalah keseimbangan..
    Jangan tutup mulut mereka yang berteriak,
    Sementara engkau biarkan mereka yang menutup telinga,
    Dengan sumbat ego dan syahwat buasnya.

    Selamat berdemokrasi baik dengan demonstrasi maupun berpuisi
    yang pasti jauhkan rakyat dari kebutuhan pokok yang nggak terbeli.
    Bahkan sabun cuci ataupun air kamar mandi untuk menyiram tai pun nggak terisi..

    Biarkan demonstrasi berjalan alami..
    Biarkan demonstrasi sesuai hakiki.
    Dan biarkan rakyat menjadi hakim alami.
    Bukan hakim tirani yang berdiri mengangkangi.
    Biarkan Hukum alam yang akan menjawab teka-teki demonstrasi ini.

    Salam madani dari kariage kun

    :D :thanks:

    Intinya ya.... Begitulah.. Kadang mahasiswa juga hilang akal...
    Mari saling perbaiki diri.. dan yang penting :

    "Hidup adalah keseimbangan..
    Jangan tutup mulut mereka yang berteriak,
    Sementara engkau biarkan mereka yang menutup telinga,
    Dengan sumbat ego dan syahwat buasnya."


    Salam,
  • demo mahasiswa yg sy anggap tulus dan sy dukung sampe saat ini hanya ada 2 : turunkan biaya pendidikan (era komersialisasi kampus) dan demo damai di alun2 jogja wkt jaman reformasi dulu.... demo yg laennya?... kayaknya dah ga murni lagi deh.....
  • gimana demo mo didenger, mahasiswanya aja suka tawuran cuma masalah sepele...*paling rebutan cewe*
  • saya juga sangat ironis melihat paramahasiswa.....
    sedikit2 demo..........
    gak tercapai malah brutal.....

    n hampir tiap hari jugakan liat tV yg isinya demo dan selalu berakhir ricuh.......
  • sedikit2 demo, sedikit2 demo.....demo kok cuma sedikit..
  • Lebih miris lagi kalau mahasiswa gak mau demo ...
    Itu tanda mahasiswa gak ada empati terhadap sosial dan masyarakat

    Berkembang nya waktu ...
    Mahasiswa yg demo dulu itu jadi pejabat.
    Dan mahasiswa baru mendemo pejabat yg mantan pendemo dulu ...

    Semoga perputaran generasi tetap berjalan demi rakyat ... Merdeka ! :D
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori