Contact Us
MERDEKA
DIRGAHAYU Republik INDONESIA - Ayo Kita Tingkatkan Persatuan & Kesatuan Bangsa. Erat Dalam Keragaman Bhinneka Tunggal Ika. Maju Bersama & Tingkatkan Etos Kerja Yang Baik Untuk Indonesia Modern Yang Tetap Berbudaya. MERDEKA!!!

Forum Bebas Indonesia

Kamus istilah di dunia metafisika & supranatural

SUPRANATURAL.
Supranatural adalah segala sesuatu fenomena atau kejadian yang tidak umum atau tidak lazim atau dianggap diluar batas kemampuan manusia pada umumnya dan tidak sesuai dengan hukum alam. Sebenarnya kemampuan ini bisa didapat dengan mengembangkan cakra atau pusat-pusat energi dalam tubuh.
Dukun adalah seseorang yang membantu masyarakat dalam upaya penyembuhan penyakit melalui tenaga supranatural, namun sebagian dari mereka menyalahgunakan ilmu supranatural tersebut untuk menciptakan "penyakit baru", kepada masyarakat.[rujukan?]

Kebudayaan Dukun dapat ditemukan di seluruh dunia, mereka dapat terbagi berbagai macam aliran dan ilmu, Dukun Pawang Hujan, Dukun Pawang Hewan, Dukun Santet, Dukun Pelet, Dukun Pijat, Dukun Bayi (Bidan Desa), Dukun Ramal, dan lain sebagainya.

Dukun adalah sebutan untuk mereka dalam bahasa Indonesia. Di luar negeri mereka disebut dengan macam macam nama: Clairvoyant (Inggris), Macumba, Xango (Brazil), Obeah, Santeria (Jamaica), Voodoo (Afrika bagian Barat, yang berkembang pula hingga Haiti di Kepulauan Karibia, kejawen (Jawa).

Di Nusantara, misalnya, profesi dukun sudah begitu berakar karena perjalanan sejarah yang begitu panjang. Pada masyarakat Melayu, sebagai contoh, Muhar Omtatok, seorang Praktisi Supranatural, menulis sebagai berikut: Melayu Sumatera Timur adalah Orang yang dipersatukan oleh faktor adat resam, islam dan bahasa melayu di wilayah Tamiang (masuk dalam Propinsi NAD, berbatas dengan Sumatera Utara), beberapa tempat di Sumatera Utara seperti Langkat, Deli, Serdang, Batubara, Asahan, Kualuh, Panai, Bilah, Bedagai, Tebing Tinggi dan bahagian Riau seperti Siak Sri Indrapura.

Orang Melayu Sumatera Timur terkenal sangat spiritual hidupnya, sehingga fungsi Tok Pawang sangat punya makna. Tok Pawang bagi Orang Melayu Sumatera Timur adalah seseorang yang mempunyai talenta supranatural yang difungsikan dalam setiap mobilitas kehidupan orang melayu. Memindahkan hujan, Memindahkan makhluk halus, Meminak ikan dsb.

Dalam masyarakat melayu sumatera timur, Pawang, Tukang Cerita, Tuan Guru mempunyai arti yang bisa disamakan dengan Tok Bomo ( dukun ). Dalam Ritual Jamu Laut, Tulak Bala dan Tari Lukah misalnya, pemimpin ritual disebut Tok Pawang, dalam Ritual Mandi Berminyak disebut Tuan Guru atau Orang Pintar.

Kata Dukun sendiri, bagi Orang Melayu Sumatera Timur sering di tabalkan untuk Dukun Patah (tabib spesialis tulang), Dukun urut/ Tukang Kusuk (pemijat) atau Dukun Beranak (Bidan tradisional). Di perkampungan yang sudah ada bidan, terkadang dukun beranak tetap difungsikan karena diyakini bahwa dukun beranak mempunyai kemahiran ganda yaitu membantu persalinan dan juga menguasai ilmu ghaib. Diyakini bahwa perempuan yg akan dan sedang menjalani persalinan sering diganggu makhluk gaib. Dukun Beranak membuat Buhul atau memotong & menyimpul tali pusat bayilelaki dengan 7 dan bayi perempuan dengan bilangan 6 sebagai syarat tuah.

Paranormal, ialah sejumlah orang yang mempunyai ilmu Metafisika, sehingga mampu mengerjakan, melihat ataupun berhubungan dengan hal-hal alam gaib / kasat mata, yang tidak dapat di raih oleh manusia biasa.

Sebagian dari mereka memanfaatkan ilmunya untuk dijadikan pekerjaan tetap mereka untuk mencari nafkah, dengan cara membantu masyarakat sekitar.

Paranormal mendapatkan ilmunya dengan berbagai macam cara, belajar sendiri, belajar kepada orang lain, memperdalam ilmu agama, dan lain sebagainya.

Ada sebagian paranormal yang merangkap dirinya sebagai dukun, tetapi ada juga sebagian lainnya yang tidak, bahkan mereka sangat tersinggung bilamana dirinya dianggap dukun.

Begitu juga sebaliknya, banyak masyarakat yang selalu menafsirkan bahwa paranormal adalah dukun.

Sumber Link ;
http://id.wikipedia.org/wiki/Supranatural
http://id.wikipedia.org/wiki/Dukun

Komentar

  • METAFISIKA.
    Paranormal, ialah sejumlah orang yang mempunyai ilmu Metafisika, sehingga mampu mengerjakan, melihat ataupun berhubungan dengan hal-hal alam gaib / kasat mata, yang tidak dapat di raih oleh manusia biasa.

    Sebagian dari mereka memanfaatkan ilmunya untuk dijadikan pekerjaan tetap mereka untuk mencari nafkah, dengan cara membantu masyarakat sekitar.

    Paranormal mendapatkan ilmunya dengan berbagai macam cara, belajar sendiri, belajar kepada orang lain, memperdalam ilmu agama, dan lain sebagainya.

    Ada sebagian paranormal yang merangkap dirinya sebagai dukun, tetapi ada juga sebagian lainnya yang tidak, bahkan mereka sangat tersinggung bilamana dirinya dianggap dukun.

    Begitu juga sebaliknya, banyak masyarakat yang selalu menafsirkan bahwa paranormal adalah dukun.

    Link http://id.wikipedia.org/wiki/Paranormal
  • Bagi yang ingin menambahkan dipersilahkan... :top:
  • Karamah adalah kejadian di luar kebiasaan (tabiat manusia) yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba tanpa disertai pengakuan (pemiliknya) sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus, yang terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karamah tersebut) ataupun tidak, dalam rangka mengokohkan hamba tersebut dan agamanya.“
    Dan termasuk dari prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini adanya Karomah para wali dan apa-apa yang Allah perbuat dari keluarbiasaan melalui tangan-tangan mereka baik yang berkaitan dengan ilmu, mukasyafat (mengetahui hal-hal yang tersembunyi), bermacam-macam keluarbiasaan (kemampuan) atau pengaruh-pengaruh.”

    Karomah ini tetap ada sampai akhir zaman dan terjadi pada umat ini lebih banyak daripada umat-umat sebelumnya, yang demikian itu menunjukan keridhoan Allah Ta’ala terhadap hamba-Nya dan sebagai pertolongan baginya dalam urusan dunianya atau agamanya. Namun bukan berarti Allah Ta’ala benci terhadap orang-orang yang tidak nampak karomah padanya.
    Perkara “Karomah” ini telah tsabit (tetap) secara nash baik dalam Al Qur’an maupun Sunnah bahkan juga secara kenyataan.

    Kepada siapakah Karomah ini diberikan?

    Karomah ini Allah Ta’ala berikan kepada hamba-hamba-Nya yang benar-benar beriman serta bertaqwa kepada-Nya, yang disebut dengan wali Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman ketika menyebutkan tentang sifat-sifat wali-wali-Nya :
    “Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman dan mereka senantiasa bertaqwa”. (QS. Yunus: 62-63)
  • Pengertian aura secara umum adalah sebuah getaran energi yg menyelebungi seluruh tubuh manusia, kalau dibayangkan seperti lapisan atmosfernya tubuh manusia, aura pun berlapis-lapis, secara umum dikenal ada lapisan astral,mental,dan spiritual. Hubungan Aura dengan cakra, Cakra merupakan sebuah generator (pembangkit),generator tersebut menghasilkan getaran-getaran yg membentuk aura tersebut. Cakra dibagi menjadi 2 bagian, ada cakra Mayor(utama/besar) dan cakra Minor(kecil), Cakra Mayor pada tubuh manusia awam, dikenal ada 7 : 1. Cakra Mahkota ; terletak di atas kepala (ubun-ubun) 2. Cakra Ajna ; terletak di depan tengah alis mata 3. Cakra Tenggorokan ; terletak depan tenggorokan 4. Cakra Jantung ; terletak di depan tengah dada 5. Cakra Solar Plexus ; terletak di depan ulu hati 6. Cakra Tantien ; terletak dua sampai 3 jari dibawah pusar 7. Cakra Dasar ; terletak diujung tulang ekor bawah Masing – masing cakra tersebut mempunyai keterkaitan terhadap kondisi manusia tersebut, baik dari segi emosional,pola pikir,iman dsbnya.Secara fisik, Cakra2 tersebut juga berhubungan dengan kelenjar dan syaraf-syaraf,kelima cakra atau pusat enersi halus dalam tubuh manusia adalah titik-titik kendali dari lima unsur dasar dalam tubuh manusia: Cakra múládhára mengendalikan unsur padat; Cakra svádhišt’hána mengendalikan unsur cair; Cakra mañipúra mengendalikan unsur cahaya; Cakra anáhata mengendalikan unsur udara; Cakra vishuddha mengendalikan unsur ether. Sedangkan Cakra-Cakra minor lainnya berkaitan erat dengan Cakra Mayor didekatnya,cakra-cakra minor ini jumlahnya sangat banyak,fungsinya membantu kinerja dr Cakra Mayor.
  • 1.
    Babad: sastra sejarah dalam tradisi sastra Jawa; digunakan untuk pengertian yang sama dalam tradisi sastra Madura dan Bali; istilah ini berpadanan dengan carita, sajarah (Sunda), hikayat, silsilah, sejarah (Sumatera, Kalimantan, dan Malaysia).
    2.
    Bebasan: ungkapan yang memiliki makna kias dan mengandung perumpamaan pada keadaan yang dikiaskan, misalnya nabok nyilih tangan. gancaran: wacana berbentuk prosa.
    3.
    Gatra: satuan baris, terutama untuk puisi tradisional.
    4.
    Gatra purwaka: bagian puisi tradisional [parikan dan wangsalan] yang merupakan isi atau inti.
    5.
    Guru gatra: aturan jumlah baris tiap bait dalam puisi tradisional Jawa (tembang macapat).
    6.
    Guru lagu: (disebut juga dhong-dhing) aturan rima akhir pada puisi tradisional Jawa.
    7.
    Guru wilangan: aturan jumlah suku kata tiap bait dalam puisi tradisional Jawa.
    8.
    Janturan: kisahan yang disampaikan dalang dalam pergelaran wayang untuk memaparkan tokoh atau situasi adegan.
    9.
    Japa mantra: mantra, kata yang mempunyai kekuatan gaib berupa pengharapan.
    10.
    Kagunan basa: penggunaan kata atau unsur bahasa yang menimbulkan makna konotatif: ada berbagai macam kagunan basa, antara lain tembung entar, paribasan,bebasan, saloka, isbat, dan panyandra.
    11.
    Kakawin: puisi berbahasa Jawa kuno yang merupakan adaptasi kawyra dari India; salah satu unsure pentingnya adalah suku kata panjang dan suku kata pendek (guru dan laghu).
    12.
    Kidung: puisi berbahasa Jawa tengahan yang memiliki aturan jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata tiap baris, dan pola rima akhir sesuai dengan jenis metrum yang membingkainya; satu pupuh kidung berkemungkinan terdapat lebih dari satu pola metrum.
    13.
    Macapat: puisi berbahasa Jawa baru yang memperhitungkan jumlah baris untuk tiap bait, jumlah suku kata tiap baris, dan vokal akhir baris; baik jumlah suku kata maupun vokal akhir tergantung atas kedudukan baris bersangkutan pada pola metrum yang digunakan; di samping itu pembacaannya pun menggunakan pola susunan nada yang didasarkan pada nada gamelan;secara tradisional terdapat 15 pola metrum macapat,yakni dhandhang gula, sinom, asmaradana, durma,pangkur, mijil, kinanthi, maskumambang, pucung, jurudemung, wirangrong, balabak, gambuh, megatruh, dan girisa.
    14.
    Manggala: “kata pengantar” yang terdapat di bagian awal keseluruhan teks; dalam tradisi sastra Jawa kuno biasanya berisi penyebutan dewa yang menjadi pujaan penyair (isthadewata), raja yang berkuasa atau yang memerintahkan penulisan, serta–meskipun tak selalu ada–penanggalan saat penulisan dan nama penyair; istilah manggala kemudian dipergunakan pula dalam penelitian teks-teks sastra Jawa baru.
    15.
    Pada: bait parikan: puisi tradisional Jawa yang memiliki gatra purwaka (sampiran) dan gatra tebusan (isi); pantun (Melayu).
    16.
    Parikan lamba: parikan yang hanya mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan.
    17.
    Parikan rangkep: parikan yang mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan.
    18.
    Pepali: kata atau suara yang merupakan larangan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu, misalnya aja turu wanci surup.
    19.
    Pupuh: bagian dari wacana puisi dan dapat disamakan dengan bab dalam wacana berbentuk prosa.
    20.
    Panambang: sufiks/akhiran.
    21.
    Panwacara: satuan waktu yang memiliki daur lima hari: Jenar (Pahing), Palguna (Pon), Cemengan (Wage), Kasih (Kliwon), dan Manis (Legi).
    22.
    Paribasan: ungkapan yang memiliki makna kias namun tidak mengandung perumpamaan, misalnya dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan.
    23.
    Pegon: aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa.
    24.
    Pujangga: orang yang ahli dalam menciptakan teks sastra; dalam tradisi sastra Jawa; mereka yang berhak memperoleh gelar pujangga adalah sastrawan yang menguasai paramasastra (ahli dalam sastra dan tata bahasa), parama kawi (mahir dalam menggunakan bahasa kawi), mardi basa (ahli memainkan kata-kata), mardawa lagu (mahir dalam seni suara dan tembang), awicara (pandai berbicara, bercerita, dan mengarang), mandraguna (memiliki pengetahuan mengenai hal yang ‘kasar’ dan ‘halus’), nawung kridha (memiliki pengetahuan lahir batin, arif bijaksana, dan waskitha), juga sambegana (memiliki daya ingatan yang kuat dan tajam).
    25.
    Saloka: ungkapan yang memiliki makna kiasan dan mengandung perumpamaan pada subyek yang dikiaskan, misalnya kebo nusu gudel.
    26.
    Saptawara: satuan waktu yang memiliki daur tujuh hari: Radite (Ngahad), Soma (Senen), Buda (Rebo),Respati (Kemis), Sukra (Jumuwah), dan Tumpak (Setu).
    27.
    Sasmitaning tembang: isyarat mengenai pola metrum atau tembang; dapat muncul pada awal pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh bersangkutan) tetapi dapatpula muncul di akhir pupuh (isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh berikutnya.
    28.
    Sastra gagrak anyar: sastra Jawa modern, ditandai dengan tiadanya aturan-aturan mengenai metrum dan perangkat-perangkat kesastraan tradisional lainnya.
    29.
    Sastra gagrak lawas: sastra Jawa modern, ditandai dengan aturan-aturan ketat seperti–terutama–pembaitan secara ketat.
    30.
    Sastra wulang: jenis sastra yang berisi ajaran,terutama moral.
    31.
    Sengkalan: kronogram atau wacana yang menunjukkan lambang angka tahun, baik dalam wujud kata maupun gambar atau seni rupa lainnya yang memiliki ekuivalen dengan angka secara konvensional.
    32.
    Singir: syair dalam tradisi sastra Jawa.
    33.
    Sot: kata atau suara yang mempunyai kekuatan mendatangkan bencana bagi yang memperolehnya.
    34.
    Suluk: (1) jenis wacana (sastra) pesantren dan pesisiran yang berisi ajaran-ajaran gaib yang bersumber pada ajaran Islam; (2) wacana yang ‘dinyanyikan’ oleh dalang dalam pergelaran wayang untuk menciptakan ’suasana’ tertentu sesuai dengan situasi adegan.
    35.
    Supata: kata atau suara yang ‘menetapkan kebenaran’ dengan bersumpah.
    36.
    Tembung entar: kata kiasan, misalnya kuping wajan.
    37.
    Wangsit: disebut juga wisik, kata atau suara yang diberikan oleh makhluk gaib, biasanya berupa petunjuk atau nasihat.
    38.
    Wayang purwa: cerita wayang atau pergelaran wayang yang menggunakan lakon bersumber pada cerita Mahabharata dan Ramayana.
    39.
    Weca: kata atau suara yang mempunyai kekuatan untuk melihat kejadian di masa mendatang.
    40.
    Wirid: jenis wacana (sastra) pesantren yang berkaitan dengan tasawuf.
  • WEW.keren rahasia tentang SUPRANATURAL NIH, wah nambah wawasan 3 dimensi ....
  • Wah mantap... Menambah pengetahuan tentang dunia spiritual. Cuma masih tanda tanya di bagian KARAMAH nih Mbah. "Karamah adalah kejadian di luar kebiasaan (tabiat manusia) yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba tanpa disertai pengakuan (pemiliknya) sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus, yang terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karamah tersebut) ataupun tidak, dalam rangka mengokohkan hamba tersebut dan agamanya.“
    Kalo setau ane nih Mbah, karamah itu kemampuan luar biasa yang dimiliki para wali karena kedekatannya dengan Yang Maha Kuasa namun ada do'a dan amalan2 tertentu yang dijalankan wali tsb.
    Sedangkan yang -tanpa disertai pengakuan sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus,.........- itu biasa disebut Mukjizat. Itu setahu ane Mbah, maaf kalo salah. Mohon koreksi.
  • kami memberikan pengetahuan logis dan lengkap tentang supranatural yang sering dibicarakan di Indonesia
    http://masagi-fraternity.com/masagipedia/
  • Perlu banyak belajar dari kmu mas.
  • Nambahin thread ini sepertinya sangat menarik, Khodam adalah Pembantu dari Dimensi Gaib, Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh orang yang melakukan olah batin seperti  bertapa dan semedi.
  • paranormal dgn dukun??

    sama ja..
    yg membedakan cmn pakaian..

    paranormal brpakaian lbih modern..
    dukun brpakaian lbih tradisional..

    pekerjaan mrka??
    SAMA BAE..
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.

Iklan & Promosi Anda


Order ads here. Click me to get price quotation! Monthly & Unlimited click!

Halo, Komandan!

Sepertinya anda baru di sini. Ingin ber-interaksi? Klik satu tombol ini!

Kategori